Akhirnya VW Tiguan Allspace Dapat Facelift, Usung Gaya dan Teknologi Lebih Kekinian

WOLFSBURG, Carvaganza – Generasi kedua Volkswagen Tiguan telah beredar sejak taahun 2017, yang kemudian mengalami penyegaran alias facelift tahun 2020 lalu. Namun, penyegaran tidak langsung diterapkan menyeluruh ke semua varian Tiguan. Karena Volkswagen tidak melakukannya untuk Tiguan Allspace, varian lebih praktis dengan kapasitas tujuh penumpang.

Baru di tahun 2021 ini, VW merilis Tiguan Allspace versi facelift, dengan jeda nyaris setahun dibandingkan versi normalnya. Padahal, varian Allspace punya potensi untuk lebih laris di pasar untuk sejumlah negara, salah satunya di Amerika yang menjadi pasar utama VW Tiguan.

Ubahan terbanyak datang dari tampilannya. Tidak terlalu mengejutkan karena sudah dikenalkan duluan oleh Tiguan 5-seater. Paling mudah membedakan dengan model pre-facelift seperti yang masih dijual di Indonesia. Bentuk lampu menyipit dan membentuk irisan tipis di kedua ujung terinspirasi Golf Mk8. Tersembunyi teknologi canggih IQ.Light Matrix dalam lampu utama LED. Grille pun didesain ulang dengan ciri strip chrome sebagai pembeda untuk Allspace.

VW Tiguan Allspace Facelift

Air intake ekstrabesar menganga di bumper depan tampak mencolok dibingkai frame bersudut membentuk huruf C. Sekilas jadi mirip Honda CR-V facelift, namun tema sama juga dipakai Golf Mk8. Bagian samping terdeteksi fender yang dibuat lebih ramping dan panjang. Kemudian buritan hampir tak tersentuh, hanya ditambahkan tulisan Tiguan dan revisi bumper bawah lengkap dengan ujung knalpot palsu. Lampu belakang juga bisa memilih opsi IQ.Light.

Mengenali versi Allspace atau bukan mudah saja. Wheelbase lebih panjang 110 mm (2.791 mm) dari Tiguan biasa 2.681 mm. Bisa diperhatikan dari pintu belakang lebih melar dari biasanya. Begitu pula overhang yang menjauh dari roda. Satu lagi teliti pilar D dan kacanya. Tiguan Allspace membentuk trapesium hampir utuh, sedangkan VW Tiguan segitiga sama kaki.

Update teknologi menjadi fokus utama di kabin. Panel instrumen yang dikenal Volkswagen Digital Cockpit kini memakai display 8 inci, sedangkan tersedia opsi 10 inci. Sistem infotainment Modular Infotainment Matrix (MIB3) generasi tiga turut diperbarui. Sistem audio dibuat berbeda di dua benua. Pasar Amerika mendapat kualitas Fender, sementara Harman Kardon khusus Eropa. Konektivitas Apple CarPlay dan Android Auto sudah ada ditambah wireless charger untuk smartphone.

Deretan fitur pemanja menjamin pengemudi maupun penumpang selalu betah di dalam kabin. Seperti jok depan dengan ventilasi sekaligus ada pemanas yang bakal cocok untuk negara empat musim. Bahkan punya opsi pemanas juga di lingkar kemudi. Semua trim dilengkapi kontrol iklim Climatronic Touch untuk menjaga suhu kabin terbaik. Lalu perangkat keselamatan sesuai standar brand Eropa masa kini, baik yang pasif maupun aktif. Contohnya Forward Collision Warning, Emergency Braking with Pedestrian Detection, Blind-spot Monitoring, Rear Traffic Alert, Adaptive Cruise Control sampai Lane-keep Assist.

VW Tiguan Allspace Facelift

Jantung pacu tidak berubah karena masih ditenagai mesin 4 silinder 1,5 liter TSI turbo dengan daya 147 hp. Pilihan lain unit 2,0 liter untuk penggerak AWD penghasil 187 hp atau 241 hp. Untuk diesel juga tetap andalkan 2,0 liter TDI turbodiesel lewat tawaran daya kuda 147 hp atau 197 hp. Transmisi pun bisa pilih manual 6 speed atau kopling ganda DSG. Diferensiasi khusus pasar AS, mesin 2,0 liter 187 hp punya varian FWD dan AWD yang dipasangkan transmisi otomatis 8-speed. Sayang, Allspace belum ada rencana mendapat hybrid seperti Tiguan standar.

Tiguan Allspace pre-facelift yang dijual di sini merupakan rakitan dalam negeri. Bukan sepenuhnya CKD (Completely Knocked Down) melainkan MKD (Medium Knocked Down). Langkah yang diambil PT Garuda Mataram Motor sebagai APM, agar lebih terjangka dan kompetitif dalam kompetisi sesama SUV 7-seater.

Spesifikasi tidak mengikuti model Amerika atau Eropa. Mesin memakai 4-silinder 1,4-liter TSI direct injection plus turbo. Tenaga dihasilkan sebesar 149 hp yang tersalur ke roda depan via transmisi DSG. Terkenal punya respons perpindahan gigi kilat untuk menghasilkan akselerasi 0-100 km/jam dalam 9,5 detik. Saat ini didagangkan dalam harga Rp 648 juta. Pilihan sangat menarik ketimbang SUV 7-seater ladder frame Jepang yang sudah sangat mainstream di jalan.
ANINDIYO PRADHONO / WH

Artikel yang direkomendasikan untuk anda