20 Tahun MINI Dipegang BMW, Begini Evolusinya dari Klasik ke Modern

JAKARTA, Carvaganza – Saat ini MINI tengah merayakan hari jadinya yang tepat pada 20 tahun lalu brand Inggris tersebut resmi bergabung ke BMW Group. Sejak bergabung pada April 2001 lalu, MINI memiliki kendaraan yang memenuhi kebutuhan setiap segmen mulai dari SUV, mobil kompak, hatchback 5-pintu, hingga pada Crossover Coupe. Seluruhnya memiliki tampilan depan serupa tetapi dengan memiliki cerita yang berbeda. 

Jika Anda melihat MINI saat ini dengan desain yang sangat ikonik dan modern, ketahuilah bahwa desain tersebut melalui proses yang rumit. Berawal dari kisah BMW yang membeli Rover pada 1994 dan melewati proses panjang untuk menemukan desain yang cocok buat MINI BMW. Saat itu BMW Group tengah dipimpin oleh Bernd Pischetrsider adalah sepupu dari desainer Mini 1959, Alec Issigonis. Bernd adalah orang yang cukup ngotot untuk mengakuisisi brand tersebut ke BMW Group hingga akhirnya Mini menjadi mobil yang ikonik dengan mempertahankan nilai orisinal sebagai kendaraan kompak yang fun to drive. Meskipun perjalanannya tidak begitu mulus, demikian evolusi Mini dari era kelahirannya hingga bergabung dengan BMW Group.

Fiat 127

Mini Original

Mini pertama kali dikenalkan pada 1959 di bawah bendera British Motor Corporation (BMC) dengan menghadirkan kendaraan mungil. Saat itu, Mini Ori memiliki konfigurasi 4-penumpang, ruang kaki yang sempit, sedikit bagasi dengan penggerak roda depan. 

Hingga pada era 1970-an, desainnya sedikit berubah menjadi hatchback supermini modern seperti Fiat 127 dan Nissan Cherry. Desainnya jauh lebih populer saat itu karena mengikuti tren dan mulai tampak modern. Namun evolusinya tidak berhenti di situ, pada 1990-an di bawah bendera Rover Group, Mini dibawa ke arah yang jauh lebih modern lagi, namun dengan klaim mempertahankan desain dasarnya sebagai mobil kecil dan begitu fun to drive.  

MINI Spiritual

Mini Spiritual

Pada 1993 tim desain Rover mulai menyelediki desain Mini baru  atau sekitar setahun sebelum diakuisisi oleh BMW. Dengan ide dan keinginan membawa Mini ke konsep yang lebih modern, kemudian bergabunglah BMW dan lahir Mini Spiritual. Desainnya sangat jauh dari konsep orisinal Mini yang dibangun di bawah BMC saat pertama kali dikenalkan 1959 atau bahkan di era 1970-an. 

Konsep Mini Spiritual memiliki velg bergaya Minilite dan lampu bug-eye-nya, konsep Spiritual yang dirancang Rover ingin memperkenalkan Mini baru dan jauh dari aslinya. Mini Spiritual dibekali dengan  suspensi Hydragas dan dilengkapi dengan mesin Rover K-series dengan penggerak roda belakang. 

Sebenarnya ada dua mobil: Mini Spiritual dan Spiritual 4-door dengan dimensi yang lebih besar. Mereka pertama kali dikenalkan pada Geneva Auto Show 1997. Tapi dikutip dari AROnline, desainnya pernah diikutsertakan pada perlombaan pada desain yang terkenal di British Motor Heritage Center pada tahun 1995. Saat itu BMW menilai Mini Spiritual adalah kendaraan masa depan yang diluncurkan 10 tahun lebih cepat.

Di samping Mini Spiritual terdapat juga konsep Mini ACV30, dibuat beberapa bulan sebelum peluncuran Spiritual pada 1997. Sebenarnya ini merupakan model yang dibuat secara khusus untuk memperingati 30 tahun kemenangan Mini di Rally Monte Carlo. Mobil ini dibuat di atas sasis MGF Kontemporer yang merupakan sasis untuk sebuah roadster berpenggerak roda belakang dengan mesin tengah.

MINI ACV30

Mini ACV30 kemudian cukup mempengaruhi ide styling desain eksterior dan interior Mini hingga pada 2001. Beberapa mobil konsep yang pernah diluncurkan tersebut mulai dari Spiritual dan ACV30 belum mendapatkan lampu hijau untuk ke jalur produksi. Namun pada 1995 terdapat dua mobil yang disetujui oleh BMW dan Rover. Salah satunya adalah hatchback 4-penumpang kompak dengan detail gaya Mini yang terlihat dari desain lampu dan gril serta mesin depan K-Series.

New MINI

MINI Jerman

Satu mobil lainnya yang sukses disetujui sebagai desain Mini BMW adalah milik  tim desain BMW di Munich. Mobilnya terlihat lebih kecil namun dengan tampilan yang lebih sporty, didesain oleh Frank Stephenson, yang saat itu sedang menggarap BMW X5 dan kemudian merancang mobil untuk Ferrari dan McLaren. Sehingga terbayang apa yang membuatnya begitu mahir menempelkan kesan sporty pada MINI buatannya. Akhirnya kedua desain tersebut digabungkan dan berevolusi secara bersamaan,  yakni menggunakan estetika desain 2+2 Stephenson dengan sentuhan yang simple dari Saddington.

Mini akhirnya masuk jalur produksi Oxford pada April 2001 dengan desain yang sudah ditentukan bahkan jauh dari apa yang diperkenalkan pada Frankfurt Motor Show 1997 lewat Spiritualnya. Di samping itu BMW harus menyelesaikan urusan administrasinya dengan Rover Group lewat Phoenix Consortium.

MINI Cooper

BMW kabarnya membayar USD 695 Juta dengan perjanjian yang cukup rumit di belakangnya namun BMW berhasil membawa MINI jauh lebih bernilai. Setidaknya 20 tahun kemudian BMW berhasil membukukan penjualan hingga 10 juta unit MINI di seluruh dunia. 

Di bawah bendera BMW Group, MINI pun terus melakukan evolusi mulai dari eksterior, desain interior hingga pada mengganti unit mesin Chrysler 1,6 liter ke mesin BMW yang lebih halus dan efisien. Selain itu, BMW juga mengubah supercharger pada varian Cooper S dengan turbocharger.

Kemudian MINI mulai menjamah segmen lain dengan menggabungkan konsep kendaraan keluarga dengan sentuhan sporty a la MINI, dan jadilah Paceman. 

MINI Mk3

2013: MINI Mk3

Mini tetap mempertahankan desainnya yang sangat aristokrat tersebut ke beberapa ke generasinya. Hingga menghasilkan beberapa model lain seperti Clubman, Countryman dan pilihan konfigurasi pintu. Namun ubahan yang paling revolusioner terdapat di bawah kap mesinnya di mana varian biasa non-S kini menggunakan mesin 3 silinder yang mengadopsi mesin BMW 1,5 liter.

Saat ini MINI mulai mengarah ke desain yang jauh lebih modern lagi demi memenuhi kebutuhan konsumen global. Kini bukan lagi tentang desain konfigurasi pintu, layout mesin atau tampilan eksteriornya tetapi jauh daripada itu, MINI kini sudah mengarah pada elektrifikasi. Tepatnya MINI kini mulai mempersiapkan Countryman PHEV dan MINI SE EV dan akan mulai dijual pada 2040 mendatang.

MINI Rocketman

Rocketman

Sebenarnya MINI sudah pernah menunjukkan konsep Rocketman pada tahun 2011, meskipun rencana untuk diproduksi gagal ketika membangun pembicaraan dengan calon mitra PSA. Namun kabarnya BMW akan menghidupkan kembali Rocketman dengan tenaga listrik sebagai pengganti MINI hatch berikutnya. BMW memastikan MINI Rocketman akan dibangun bersama Great Wall Motors China, sedangkan pabrik di Oxford Inggris hanya akan memproduksi MINI dengan mesin konvensional.

Sedangkan untuk desainnya MINI mengadopsi dari MINI Vision Next dengan tampilan yang transparan dan dilengkapi dengan teknologi otonom serta konektivitas yang canggih. Desainnya kini sudah jauh dari model yang pertama kali diperkenalkan pada 2001 silam. BMW juga sempat merilis desain Countryman di masa depan yang menjadi SUV besar dengan tenaga listrik dan lagi-lagi sangat jauh dari konsep MINI saat pertama kali diproduksi dengan berbagai drama di belakangnya.
ALVANDO NOYA / WH

Sumber: Carscoops

Artikel yang direkomendasikan untuk anda