Sah! Mazda MX-30 Hidupkan Lagi Mesin Rotary Lewat Elektrifikasi

  • 2023/01/Mazda-MX-30-R-EV-Rotary-2.jpg
  • 2023/01/Mazda-MX-30-R-EV-Rotary-6.jpg
  • 2023/01/Mazda-MX-30-R-EV-Rotary-5.jpg
  • 2023/01/Mazda-MX-30-R-EV-Rotary-4.jpg
  • 2023/01/Mazda-MX-30-R-EV-Rotary-1.jpg
  • 2023/01/Mazda-MX-30-R-EV-Rotary-8.jpg
  • 2023/01/Mazda-MX-30-R-EV-Rotary-7.jpg

BRUSSEL, Carvaganza - Mazda akhirnya mengembalikan mesin rotary ke portofolionya. Setelah terakhir disematkan pada RX-8 hingga 2012, kini dibenamkan pada SUV MX-30 R-EV yang mendebut di Brussels Motor Show pekan lalu. Sesuai namanya, ia merupakan kendaraan elektrifikasi.

KEY TAKEAWAYS

  • Mazda produksi lagi mesin rotary setelah menghilang 11 tahun terakhir

    Menjadi bagian dari sistem elektrifikasi untuk varian baru MX-30
  • Walau begitu, mesin ikonik tak dijadikan jantung mekanis utama melainkan sebagai range extender atau pemanjang daya jelajah. Mobil tersedia dalam jubah Edition R yang banyak bermain dengan warna hitam di eksterior dan Maroon Rounge Metallic pada atap. Kelir senada turut diterapkan pada interior. Rupa sebenarnya tak jauh berbeda dengan versi listrik sepenuhnya, tapi ada tambahan beberapa komponen seperti emblem baru berbentuk mesin rotary dengan tiga sudut dan huruf e kecil di dalamnya. Logo juga dapat ditemukan di jok dan karpet.

    Enjin rotary memiliki kapasitas 830 cc dengan output 74 hp dan torsi 116 Nm. Konfigurasinya injeksi bahan bakar langsung, rumah rotor aluminium dan apex seal tebal 2,5 mm. Sayangnya, ia hanya bekerja sebagai pengisi daya listrik untuk baterai, bukan penggerak roda.

    Mazda MX-30

    Berdasarkan data, kapasitas baterainya 17,8 kWh atau setengah dari MX-30 versi full listrik. Ini bakal menggerakkan mobil sejauh 110 km (standar WLTP). Memang tak mengesankan, tapi asupan energi dari mesin rotary bakal sangat membantu. Mazda tak membuka lengkap soal jangkauan tualangnya. Namun, MX-30 R-EV yang dibekali tangka bahan bakar 50 liter mengonsumsi 1 liter bahan bakar untuk perjalanan sejauh 100 km.

    Baca Juga: Mercedes-Benz dan BMW Indonesia Saling Klaim Pimpin Segmen Premium Selama 2022

    Sebagai plug-in hybrid, mobil bisa di-charge menggunakan perangkat eksternal. Berkat kapasitas catu daya kecil maka dibutuhkan 50 menit untuk mengisi daya menggunakan input AC 11kW. Sementara setelan AC 7,2 kW membutuhkan 1,5 jam. Fast charging juga bisa pakai 36 kW atau 50 kW dalam 25 menit dari posisi 20% ke 80%. Unit juga bisa dijadikan sumber listrik karena punya colokan 1.500 watt. Bisa dihubungkan ke perkakas elektronik rumahan.

    Mazda MX-30

    Tenaga tercipta dari motor elektrik sebesar 168 hp dengan momen puntir 260 Nm. Output lebih bertenaga dari versi elektrifikasi sepenuhnya, tapi torsi lebih rendah sedikit. Pergerakan dari posisi nol ke 100 km/jam butuh 9,1 detik dengan kecepatan puncak dibatasi hingga 140 km/jam.

    Urusan berkendara MX-30 R-EV memiliki tiga mode yang mengatur dapur pacu. Ada opsi Normal yang membiarkan sistem mengontrol sendiri kapan mesin menyala untuk mengisi daya. Kemudian EV mode yang membiarkan mobil berjalan hingga baterai benar-benar habis atau pedal gas diinjak dalam-dalam bakal mengaktifkan enjin rotary. Terakhir Charge yang mengizinkan pengemudi mengatur batas kapasitas baterai.
    (MUHAMMAD HAFID / WH)

    Baca Juga: Tim Toyota Sapu Bersih Podium Juara Kejurnas Slalom

    Sumber: Paultan

    Featured Articles

    Read All

    Artikel yang mungkin menarik untuk Anda

    Mobil Mazda Pilihan

    Updates

    Artikel lainnya

    New cars

    Artikel lainnya

    Drives

    Artikel lainnya

    Review

    Artikel lainnya

    Video

    Artikel lainnya

    Hot Topics

    Artikel lainnya

    Interview

    Artikel lainnya

    Modification

    Artikel lainnya

    Features

    Artikel lainnya

    Community

    Artikel lainnya

    Gear Up

    Artikel lainnya

    Artikel Mobil dari Oto

    • Berita
    • Artikel Feature
    • Road Test

    Artikel Mobil dari Zigwheels

    • Motovaganza
    • Review
    • Artikel Feature