Mobil Konsep Aston Martin Valhalla Resmi Dijual, Hypercar Hybrid Bertenaga 937 Hp

GAYDON, Carvaganza - Paska lengsernya CEO Dr. Andy Palmer Mei 2020 lalu, Aston Martin terlihat semakin tancap gas. Mobil yang populer karena menjadi kendaraan resmi tokoh fiktif James Bond ini memberhentikan Palmer ketika itu lantaran harga saham Aston Martin anjlok.

Nahkoda baru, Tobias Moers, mengambil alih peran Palmer. Sebelumnya, pria asal Jerman ini mengepalai Mercedes-AMG, divisi performa tinggi dari Mercedes-Benz. Daimler AG, payung grup Mercedes-Benz memang memiliki 5 persen kepemilikan saham di Aston Martin. Bukan kebetulan juga kalau Mercedes-AMG menjadi penyuplay mesin untuk mobil-mobil Aston Martin.

Aston Martin Valhalla

Paska menancapkan nama Aston Martin di balap jet darat Formula 1 dengan mendirikan tim Formula 1 Aston Martin dan menjadikan Aston Martin sebagai official car F1, ia juga merilis sejumlah mobil khusus dengan tema Formula 1. Tak berhenti sampai di situ, 15 Juli 2021 ia meluncurkan Aston Martin Valhalla.

Dicap sebagai anak dari flagship hypercar Valkyrie, Valhalla dikembangkan khusus oleh Aston Martin sebagai mid-engine rear-drive hybrid hypercar yang fantastis. Awalnya mobil ini ditenagai mesin V6 buatan Aston Martin sendiri. Namun kini versi produksinya dibekali mesin Mercedes-AMG V8 4,0 liter twin-turbo yang juga dipakai oleh Aston Martin DBX, DB11 dan Vantage.

Aston Martin Valhalla

“Inilah hypercar mid-engine versi produksi pertama Aston Martin. Bukan Cuma kencang tapi sangat mewah,” sombong Lawrence Stroll, executive chairman Aston Martin dalam siaran persnya. Menurut ayah dari Lance Stroll, pembalap Formula 1 tim Aston Martin itu, Valhalla mendemonstrasikan komitmen Aston Martin untuk terjun ke ranah supercar mid-engine untuk mengembangkan lini produknya.

Di bawah arahan Moers, input dari Mercedes-AMG juga semakin kental terasa pada brand Aston Martin. Misalnya, mesin Valhalla diklaim bahkan lebih canggih dari mesin V12 6,5 liter internal combustion engine (ICE) buatan Cosworth yang dipakai oleh sang kakak, Valkyrie. Salah satu alasannya karena terpasang dua unit motor elektris bertenaga 201 hp. Sistem PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) ini ditenagai oleh baterai 150 kW / 400 volt yang mampu mengajak Valhalla melaju dalam mode full electric sejauh 14,5 km dengan kecepatan maksimum 129 km/jam.

Aston Martin Valhalla

Torsi sebesar 1.000 Nm disalurkan ke roda melalui transmisi otomatis dual clutch 8-speed. Electronic limited-slip differential hadir di gardan belakang untuk mengatur traksi secara seimbang. Sedangkan kendali kendaraan dibantu oleh electronic power steering dan rem carbon ceramic matrix serta ban Michelin khusus yang dibuat untuk Valhalla.

Hasilnya, Aston Matin Valhalla sanggup melesat dari posisi diam sampai 100 km/jam dalam 2,5 detik. Kecepatan maksimumnya tembus 350 km/jam. Performa ini didukung oleh konstruksi rangka ringan nan kokoh dari material carbon fiber. Bayangkan, bobot totalnya hanya berkisar di bawah 1,5 ton.

Aston Martin Valhalla

Terlebih lagi, bodi kendaraan didesain dengan elemen aerodinamis yang terpadu, termasuk venturi tunnels di kolong mobil dan sayap belakang. Downforce yang dihasilkan 600 kg pada kecepatan 241 km/jam. Semua ini ditargetkan agar Valhalla dapat melintasi satu putaran sirkuit Nurburgring dalam 6 menit 30 detik. Target ini sangat ambisus, mengingat rekor saat ini tercatat 6 menit 43,3 detik.

Meski termasuk mobil hyper yang menawarkan performa dan pengalaman berkendara menyenangkan, Aston Martin juga membekali Valhalla dengan banyak fitur bantuan berkendara seperti active cruise control, blind-spot monitoring, forward collision warning dan kamera parkir. Mobil ini rencananya siap diantar ke rumah konsumen pada 2023.
RIZKI SATRIA

Artikel yang direkomendasikan untuk anda