Mitsubishi Indonesia Yakin Seluruh Tipe Xpander Lulus Uji Tipe, Ini Rahasianya

GIIAS Mitsubishi Xpander

JAKARTA, Carvaganza -- Pemerintah DKI Jakarta segera menerapkan aturan tentang emisi. Hal ini tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 66 Tahun 2020 tentang uji emisi, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) yakin New Xpander dan New Xpander Cross lulus uji emisi. Meski menggunakan basis mesin MIVEC DOHC 16 Valve 1.500 cc yang sama dengan sebelumnya, keduanya telah mendapatkan fitur baru berupa Exhaust Gas Recirculation (EGR).

General Manager Product Strategy Division PT MMKSI, Guntur Harling mengatakan, Exhaust Gas Recirculation (EGR) merupakan hal baru pada mesin New Xpander. Teknologinya yang berfungsi mengurangi emisi gas buang serta menambah efisiensi bahan bakar. Model terbaru juga telah memenuhi standar emisi Euro 4.

“Walau gunakan basic engine yang sama 1.5 liter, tapi ada teknologi baru bernama EGR (Exhaust Gas Recirculatuion) sehingga bisa memberikan efisiensi yang maksimal dan membuat exhaust emisi ramah lingkungan. Penggunaan EGR sejalan pula dengan keinginan pemerintah dalam menekan emisi gas buang kendaraan. Fitur itu dapat mengembalikan sebagian gas sisa pembakaran ke intake manifold," kata Guntur Harling secara daring, Selasa (16/11).

Mitsubishi Xpander

Terkait dengan emisi gas buang, Guntur menjelaskan bahwa MMKSI juga mendaftarkan New Xpander dan New Xpander Cross ke Kementerian Perhubungan untuk uji emisi. "Seluruh tipe Xpander dan Cross sudah didaftarkan untuk pengujian CO2 di Kementerian Perhubungan. Antreannya panjang, kemungkinan Kamis bisa kita kabarkan. Tapi kami berkeyakinan bahwa New Xpander dan New Xpander Cross dapat memberikan hasil yang optimal,” tambahnya.

Selain ketambahan EGR untuk emisi yang lebih baik, kedua unit baru Mitsubishi Indonesia juga telah memakai transmisi CVT baru, menggantikan transmisi AT konvensional. Pabrikan mengklaim kalau penggunaan komponen gres itu membuat efisiensi bahan bakar lebih baik dan meningkatkan kenyamanan berkendara, karena tidak ada hentakan persneling.

Mitsubishi Xpander Cross

Menyoal transmisi CVT, Pereli sekaligus Brand Ambassador Mitsubishi Indonesia, Rifat Sungkar merasa senang dengan teknologi baru tersebut. “Jujur saja, sensasi berkendara antara transmisi biasa dengan CVT treatment sangat berbeda. Selain itu, CVT sudah jadi teknologi wajib untuk mobil mobl zaman sekarang. Karena dengan CVT, friksi yang terjadi sangat sedikit. Dengan friksi yang sedikit mengemudi jadi lebih menyenangkan karena tidak ada hentakan,” katanya.

“Kemarin saya sempat mencoba beberapa hari dengan beberapa tipe jalanan, yang sangat terasa adalah saat mencapai RPM 3.000 ke 3.500 RPM. Di situ seperti ada dorongan ekstra seakan mobil tidak ada hambatan sama sekali. Lancar sekali dan ketika dipanggil tenaganya selalu ada. Ini berbeda dengan Xpander yang lama. Kick down memang ada tapi dipertahankan di rpm tertentu,” tambahnya. (ZENUAR/RAJU)

Mobil Mitsubishi Pilihan

Updates

Artikel lainnya

New cars

Artikel lainnya

Drives

Artikel lainnya

Review

Artikel lainnya

Video

Artikel lainnya

Hot Topics

Artikel lainnya

Interview

Artikel lainnya

Modification

Artikel lainnya

Features

Artikel lainnya

Community

Artikel lainnya

Gear Up

Artikel lainnya

Artikel Mobil dari Oto

  • Berita
  • Artikel Feature
  • Road Test

Artikel Mobil dari Zigwheels

  • Motovaganza
  • Review
  • Artikel Feature