McLaren Umumkan Bergabung ke Balap Extreme E, akan Bikin SUV Juga?

McLaren Racing

WOKING, Carvaganza – Sebagai merek otomotif, McLaren bisa dibilang masih relatif baru, terlebih sebagai produsen supercar dan sejak lama meramaikan Formula 1. Sebuah keputusan mengejutkan baru-baru ini diumumkan oleh McLaren, yang sangat berbeda dengan identitas mereka selama ini. McLaren mengumumkan akan ikut serta pada salah satu kejuaraan balap mobil listrik, menyusul nama-nama besar lain.

Menariknya, bukan Formula E balapan mobil listrik yang dituju oleh McLaren, melainkan Extreme E. ya, Extreme E yang merupakan kejuaraan balap mobil listrik di medan off road. Bukan langkah yang diantisipasi oleh (sepertinya) semua orang. Apalagi mengingat kiprah McLaren sebagai tim balap mobil turing, single seater, serta pabrikan spesialis supercar.

Telah mengukir nama selama puluhan tahun melalui ajang F1, Can Am, dan balap GT di trek aspal, McLaren akan pertama kalinya dalam sejarah terlibat dalam motorsport cabang off road. Sejarah McLaren termasuk salah satu yang paling tua dan sukses di F1, secara statistik tersukses kedua setelah Ferrari.

Extreme E

Pengalaman pabrikan asal Woking, Inggris ini dalam hal elektrifikasi akan diteruskan ke ajang balap. Sebelumnya McLaren pernah memproduksi supercar berteknologi hybrid, lewat P1 dan yang terbaru Artura. Bahkan, McLaren juga menjadi supplier baterai untuk seluruh mobil Formula E, baik mobil generasi pertama maupun generasi kedua. Bahkan di Formula 1, keunggulan McLaren sebagai pabrikan kawakan juga dibuktikan lewat sistem hybrid yang diterapkan.

Baca Juga: Tinggalkan Formula E, BMW Siap Ramaikan Lagi Balap Endurance

Di Extreme E yang sama-sama digawangi oleh Alejandro Agag yang memotori Formula E, McLaren akan memakai mobil listrik Odyssey 21 dalam kompetisi off road ini. Mobil dengan spesifikasi standar untuk semua peserta Extreme E itu berbentuk buggy, layaknya pelahap Reli Dakar.

“Sejak begitu Extreme E diumumkan kami telah mengikuti progress seri balap ini dengan seksama. Perhatian kami langsung terpaku oleh format inovatif dari platform motorsport ini, secara khusus pada kemampuannya untuk mempercepat dan mendorong agenda keberlanjutan kami yang menyeluruh, yang memiliki prioritas sama dalam dekarbonisasi, pengurangan limbah, keragaman, dan kesetaraan,” jelas Zak Brown selaku CEO McLaren.

McLaren F1 Norris

“Sementara Formula 1 akan selalu menjadi pusat dunia kami, seperti IndyCar dan esports, masuknya kami ke Extreme E adalah tambahan untuk waralaba McLaren Racing dan akan melengkapi dan membantu mendukung semua program kami. Kami akan bersaing dengan nama-nama besar yang sangat kami kenal dari F1 dan IndyCar tetapi, seperti seri yang kami ikuti, tujuan kompetisinya jelas: kami ada di sana untuk menang.”

Nama besar yang ada di industri otomotif yang telah hadir di Extreme E yaitu ABT, Hummer EV dan Andretti. Sementara para pembalap kawakan dan juara yang juga ikut ramaikan ajang ini baik sebagai pemilik tim atau pembalap antara lain Carlos Sainz, Jenson Button, Nico Rosberg, dan Lewis Hamilton.

Cikal Bakal SUV McLaren?

Keputusan McLaren akan mengikuti Extreme E jelas mengejutkan dan di saat bersamaan menimbulkan pertanyaan. Apalagi mengingat fakta bahwa McLaren sebelumnya tidak pernah sama sekali turun di ajang off road, juga membuat mobil dengan kemampuan off road. Apakah McLaren juga memiliki agenda lain di luar studi dan pengembangan teknologi elektrifikasi?

Hal ini membuka peluang McLaren untuk melakukan hal yang selama ini secara tegas dibantahnya; membuat SUV. Setidaknya sampai tahun lalu, ketika mayoritas pabrikan premium dan supercar ikuti tren membuat SUV, McLaren justru memilih tidak mengikuti arus.

McLaren Artura

Padahal, kalau bicara soal mengembangkan teknologi elektrifikasi untuk dieterjemahkan ke produk jalan raya, rasanya Formula E sudah menjadi laboratorium yang cukup memadai. Apalagi meningat McLaren menyuplai baterai standar untuk seluruh peserta Formula E.

Apakah dengan platform mobil balap Odyssey 21, McLaren akan memanfaatkannya untuk mempelajari arsitektur, teknologi dan ketahanannya menghadapi medan ekstrem? Karena seluruh seri Extreme E digelar di medan off road, yang hanya ideal untuk mobil berjenis SUV, setidaknya. Jika akhirnya benar nantinya McLaren memutuskan membuat produk SUV, kita tidak akan kaget lagi.
WAHYU HARIANTONO

Baca Juga: Mustang Langka Milik Cucu Pendiri Ford Motor akan Dilelang

Sumber: Carscoops

Mobil Mclaren Pilihan

Updates

Artikel lainnya

New cars

Artikel lainnya

Drives

Artikel lainnya

Review

Artikel lainnya

Video

Artikel lainnya

Hot Topics

Artikel lainnya

Interview

Artikel lainnya

Modification

Artikel lainnya

Features

Artikel lainnya

Community

Artikel lainnya

Gear Up

Artikel lainnya

Artikel Mobil dari Oto

  • Berita

Artikel Mobil dari Zigwheels

  • Motovaganza