FEATURE: Sejarah Panjang Safety Car F1, Dari Fiat Rakitan Brazil Sampai Supercar Aristokrat

JAKARTA, Carvaganza – Formula 1 musim 2021 akan segera digelar pada 25 Maret mendatang di Melbourne, Australia. Terdapat sepuluh tim dan dua puluh mobil yang akan berlaga pada ajang bergengsi tersebut. 

Seperti hal balapan-balapan lain, kejadian seperti kecelakaan yang tidak diharapkan kerap terjadi. Tercatat, sejak 1920 balapan ini dimulai dengan nama Grand Prix Eropa hingga namanya berubah menjadi Formula 1 terdapat 50 pembalap yang tewas dalam ajang ini. Kecelakaan yang memakan korban jiwa tersebut terjadi tidak hanya saat balapan tapi saat sesi Latihan dan acara non kejuaran lainnya. 

Pembalap Formula 1 pertama yang mengalami kecelakaan hingga meregang nyama adalah Charles de Tornaco pada 1953. Terakhir, adalah Jules Bianchi yang mengalami kecelakaan pada GP Jepang 2014 silam di Suzuka. Bianchi mengalami kecelakaan yang menyebabkan dirinya mengalami cedera aksonal difus dan koma selama beberapa bulan hingga akhirnya meninggal pada Juli 2015. 

Insiden selama balapan pun tidak hanya berbahaya bagi pembalap tetapi juga bagi orang-orang yang terlibat dalam ajang tersebut. Oleh karena itu, safety car atau mobil keselamatan selalu tersedia demi mengurangi resiko terjadinya kecelakaan fatal. Safety Car menjadi sangat penting ketika lintasan balap dianggap berbahaya karena cuaca maupun kondisi lain. Sehingga Safety car menahan laju kendaraan para pembalap agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan hingga lintasan dianggap aman. 

Kapan dan Bagaimana Safety Car Bekerja

Safety Car Fiat Tempra

Di ajang Formula 1, safety car akan turun lintasan jika Race Director ingin menurunkan kecepatan balapan demi keselematan. Baik itu yang diakibatkan oleh kecelakaan atau pun kondisi cuaca yang buruk. Peraturan resmi balapan menyatakan bahwa mobil safety car digunakan saat terjadinya kemungkinan bahaya di lintasan. Sehingga balapan tidak harus dihentikan hingga Race Director mengumumkan lintasan sudah dapat digunakan kembali. 

Pengemudi safety car bersiaga sepanjang balapan, mereka selalu berhubungan dengan Race Control melalui alat komunikasi. Sehingga ketika dibutuhkan, mobil dengan cepat memasuki sirkuit dan selama periode itu para pembalap tidak diperbolehkan saling menyalip di belakang safety car. Safety car akan mengijinkan pembalap untuk melewatinya dengan mengedipkan lampu hijau sampai pemimpin lomba berada tepat di belakang safety car. 

Informasi mengenai keberadaan safety car di lintasan akan diumumkan melalui papan yang ditampilkan pada garis start, komunikasi radio dan lampu kedip strobo yang ada di safety car itu sendiri. Selain itu, sejak 2007, semua mobil Formula 1 memiliki layar di dalam kokpit untuk menginformasikan tentang safety car. Ketika sirkuit sudah dirasa aman, safety car akan meninggalkan sirkuit pada lap terakhir dengan mematikan lampu kedip oranye. Para pembalap akan bersiap untuk menunggu informasi berikutnya dan melanjutkan balapan setelal safety car memasuki pit. 

Kelahiran Safety Car

Porsche 914 Safety Car

Safety Car pertama kali digunakan di balap F1 tahun 1973 dan dianggap sebuah kegagalan dan menghasilkan kekacauan dalam penentuan pemenang. Saat GP Kanada itu digelar terjadi insiden cuaca buruk dan akhirnya Porsche 914 berkelir kuning digunakan memandu para pembalap melanjutkan balapan. Porsche yang dikendarai oleh Eppie Wietzes itu langsung berada di belakang mobil Howden Ganley yang saat itu dianggap berada di posisi puncak. Kemudian pembalap lain salah satunya Peter Revson melakukan satu lap yang membuat pembalap lain menjadi bingung. 

Kebingungan bertambah karena jalur pit yang kecil pada saat itu, menjadi penuh sesak karena semua pembalap mencoba masuk ke posisi yang menurut mereka sesuai. Beberapa berada di belakang Ganley; lainnya memposisikan diri di belakang Emerson Fittipaldi.

Ketika Fittipaldi melewati garis finish yang diyakini timnya sebagai lap terakhir,ternyata menurut panitia dia tertinggal satu putaran. Dia tidak melihat bendera kotak-kotak, tetapi empat mobil lainnya yang dikemudikan oleh Howden Ganley, Mike Hailwood, Peter Revson dan James Hunt diberikan bendera kotak-kotak secara bersamaan. Akhirnya, para petinggi Formula 1 butuh beberapa jam untuk membereskan kekacauan dan mencari tahu siapa yang menang. Akhirnya penyelenggara tetap  menyerahkan tempat pertama kepada Peter Revson, meski mendapat protes dari Ganley.

Setelah kekacauan tersebut, safety car tidak lagi digunakan selama dua puluh tahun ke depan. Akhirnya ide menggunakan safety car kembali muncul pada 1981 dan 1983, tetapi hanya untuk Grand Prix Monako. Saat itu yang dipercayakan menjadi safety car adalah Lamborghini Countach. 

Selama musim 1992, Formula 1 kembali menggunakan safety car dan menguji beberapa kendaraan pada GP Perancis dan Inggris. Saat itu yang digunakan menjadi safety car adalah Ford Escort RS Cosworth dan setahun kemudian konsep safety car kembali diujikan dan tidak ada  yang lolos untuk ditempatkan di balapan. Bahkan pada GP Brazil saat itu ada safety car yang paling aneh yakni hadirnya Fiat Tempra 16 Valve yang diproduksi di pabrik lokal.

Safety Car Lamborghini Countach

Akhirnya pada musim 1994, safety car untuk Formula 1 menggunakan berbagai macam model kendaraan. Misalnya di San Marino, safety car yang digunakan adalah Opel Vectra sementara di GP Jepang Honda Prelude dipercayakan sebagai safety car sepanjang balapan. Selain itu tersedia pula supercar seperti Porsche 911 GT2 dan Lamborghini Diablo pada musim 1995. Bahkan pada musim yang sama, pabrikan asal Ceko pernah mengikutsertakan Tatra 613 sebagai safety car. Hingga pada 1996, Formula 1 mulai mempercayakan Mercedes-Benz sebagai safety car namun belum secara eksklusif, karena beberapa GP juga masih menggunakan Renault Clio sebagai mobil pengamanannya.

Safety Car Era Mercedes-Benz

Safety Car F1

Jika dihitung, tidak kurang dari 11 mobil telah digunakan oleh Mercedes-Benz sebagai safety car sejak 1996 hingga 2020 yang menggunakan Mercedes-AMG GT R. Pada musim 1996, Mercedes menggunakan C 36 AMG, kemudian dilanjutkan oleh CLK 55 AMG, CL 55 AMG, SL 55 AMG dan CLK 55 AMG di tahun-tahun berikutnya.

Hingga pada akhirnya di musim 2004, mereka kembali menggunakan SLK 55 AMG yang sama pada musim sebelumnya. Kemudian pada tahun berikutnya di musim 2005, safety car yang digunakan adalah Mercedes Benz CLK 63 AMG dan pada tahun 2008 oleh SL 63 AMG. Sejak di 2010 dan 2014, Mercedes SLS AMG selalu digunakan sebagai safety car di setiap ajang Formula 1. Hingga pada musim lalu, Mercedes AMG GT S yang memiliki tenaga maksimal 585 hp dan akhirnya digantikan oleh Aston Martin pada musim 2021 ini. 

Aston Martin, pabrikan sportscar asal Inggris, menyediakan dua model untuk dioperasikan sebagai safety car dan medical car mulai tahun ini. Dua mobil tersebut yaitu Aston Martin V8 Vantage sebagai safety car dan SUV kencang DBX untuk menjadi medical car. Dengan begitu penonton dan pembalap tidak akan lagi bosan melihat safety car yang itu-itu saja.

Hadirnya V8 Vantage dan DBX sebagai official car baru untuk F1 menyusul debut Aston Martin yang hadir kembali sebagai tim pabrikan. Mengakuisisi tim Racing Point, nama Aston Martin resmi hadir lagi di grid setelah absen selama 61 tahun. Sebastian Vettel dan Lance Stroll diandalkan untuk menjadi pembalap di mobil AMR21 yang diluncurkan pekan lalu.

Meski demikian, Aston Martin V8 Vantage juga sebenarnya menggunakan mesin yang dituning oleh arsitek AMG. Berbekal mesin V8 4,0 liter twin-turbo, Vantage mampu berakselerasi 0-100 km/jam dalam 3,5 detik, sementara pada DBX yaitu 4,5 detik. 

Namun, safety car dan medical car Mercedes-AMG tetap akan hadir di kondisi dan ajang tertentu.  Setelah konsisten mengandalkan warna perak sebagai identitas sesuai dengan julukan Silver Arrow, armada Mercedes tahun ini akan berganti warna menjadi merah. Warna baru ini menyusul datangnya CrowdStrike sebagai sponsor baru F1, sebuah perusahaan keamanan di bidang IT.

Peran Aston Martin dan Mercedes-AMG sebagai official car di F1 tahun ini akan dibagi selama 23 seri yang dijadwalkan sejauh ini. Aston Martin akan hadir di 12 seri, sementara Mercedes pada 11 seri. Tidak disebutkan pasti, namun kemungkinan besar kedua merek ini tidak akan hadir bersamaan dalam satu seri. Sedangkan peran pengemudi safety car dan medical car tetap akan dipegang oleh Bernd Maylander dan Alan van der Merwe.
ALVANDO NOYA / WH

Sumber: Autoevolution

Artikel yang direkomendasikan untuk anda