Beranda Updates E-Commerce Tingkatkan Peredaran Oli Palsu di Indonesia

E-Commerce Tingkatkan Peredaran Oli Palsu di Indonesia

JAKARTA, 16 November 2018 – Peredaran barang palsu dan illegal di dunia perdagangan saat ini semakin marak dan sulit dikendalikan, tidak terkecuali di Indonesia. Kerugian ekonomi bahkan harus dialami oleh para pelaku industri dan negara atas situasi ini.

Atas fenomena ini, Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP) bersama International Trademark Association (INTA) menggelar diskusi “Penanggulangan Peredaran Produk Palsu/Ilegal Sebagai Upaya Perlindungan Konsumen di Indonesia”.

Diskusi ini dihadiri oleh sekitar 100 orang dari berbagai kalangan pelaku sektor industri, termasuk Kamar Dagang Indonesia (KADIN) dan Direktur Siber, Direktorat Tindak Pidana Siber MArkas Besar Kepolisian Republik Indoensia, Brigjen. Pol. Albertus Rahmad Wibowo, S.I.K., M.I.K., yang berlangsung di Shangri-La Hotel, Jakarta Pusat, hari Kamis (15/11/2018).

Di Indonesia, fenomena peredaran barang palsu dan ilegal juga terjadi di pasar otomotif, terlebih dengan semakin banyaknya sarana jual-beli yang tersedia sekarang. Menurut survey MIAP, kerugian ekonomi di Indonesia akibat hal tersebut telah mencapai Rp 65,1 triliun pada tahun 2014.

MIAP bersama pemangku kepentingan kekayaan intelektual senantiasa berupaya untuk mengurangi dampak negatif dari peredaran produk palsu/ilegal, khususnya bagi konsumen sebagai pengguna akhir, dimana mereka ini yang secara langsung merasakan kerugian akibat penggunaan produk palsu/illegal,” kata Justisiari P. Kusumah, Ketua MIAP dalam sambutannya.

Untuk di sektor otomotif sendiri, salah satu produk palsu/ilegal yang paling banyak peredarannya adalah pelumas. Peningkatan peredarannya paling pesat terjadi di platform e-commerce atau situs jual-beli online.

Hal tersebut didapati oleh INTA dalam penyidikannya bersama Kepolisian Indonesia, Bea Cukai dan Direktoran Jenderal Kekayaan Intelektual. Peredaran pelumas palsu/ilegal telah meningkat dalam 2-3 tahun terakhir di Indonesia.

“Berkembangnya praktek e-dagang (e-commerce) secara tidak langsung memperluas juga peredaran produk palsu/ilegal kepada konsumen, hal mana dilakukan oleh oknum-oknum pelanggar yang tidak memperhatikan keselamatan konsumen dan kualitas produk yang diperjualbelikan ke konsumen,” tambah Justisiari.

WAHYU HARIANTONO

Video Terbaru Youtube Carvaganza

Video Terbaru Youtube The Official Oto

Last Updates

CSR Mitsubishi, Buka Perpustakaan dan Balai Pertemuan di Ternate

Ternate, Carvaganza - Mitsubishi Motors Corporation (MMC) mengadakan seremoni pembukaan perpustakaan dan balai pertemuan anak di Ternate, Maluku Utara. Bermitra dengan lembaga swadaya masyarakat...

Ini Dia Tampilan Generasi Baru Isuzu mu-X 2021

TOKYO, Carvaganza.com - Isuzu mu-X direncanakan beregenerasi tahun depan. Model terbarunya diduga tengah digarap pabrikan. Nah, gambar paten membongkar visual tubuh secara utuh. Diunggah...

Penuhi Kebutuhan Masa Pandemi, Isuzu mu-X Jadi Ambulans

JAKARTA, Carvaganza -- Belum pulihnya kondisi ekonomi akibat pandemi Covid-19 membuat daya beli masyarakat turun. Astra Isuzu membuat startegi dengan menyasar segmen-segmen pelanggan yang...

Mercy Sprinter Disulap Jadi ‘Tank Baja’ Super Aman dan Super Mewah

NEW YORK, carvaganza.com -  Orang-orang super kaya biasanya membutuhkan perlindungan yang maksimal. Pasalnya, mereka hidup dengan ragam kepentingan yang bisa mengancam keamanan dan keselamatan...

Audi Q5 Sportback Tantang BMW X4 dan Mercedes-Benz GLC Coupe

INGOLSTADT, Carvaganza.com - Kombinasi SUV dan Coupe sedan digemari. Khususnya pabrikan Jerman, hampir semuanya punya di line-up masing-masing. BMW dan Mercedes-Benz sudah duluan, kini...