Cara Mudah Merawat Mitsubishi Outlander PHEV, Tak Seribet yang Dibayangkan

JAKARTA, Carvaganza -- Publik Indonesia masih awam dengan kendaraan elektrifikasi, baik hybrid, plug-in hybrid, maupun mobil listrik. Padahal beberapa pabrikan sudah cukup lama menjajakan mobil berjenis ini. Mitsubishi hadir dengan Outlander PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle). Masih banyak yang bertanya seberapa repot mengurus mobil seperti ini. Padahal tidak seribet yang dibayangkan.

Bahasa mudahnya, Outlander PHEV adalah mobil dengan performa yang dihasilkan kombinasi mesin konvensional bensin ditambah motor listrik yang menggunakan baterai. Hal ini, bagi konsumen Indonesia, masih baru. Varian Mitsubishi Outlander PHEV 2.4L ditenagai mesin bensin 4B12 2399cc DOHC MIVEC 4-silinder. Diklaim jantung pacu ini menghasilkan tenaga 128 ps @ 4.500 rpm dengan torsi 199 Nm @ 4.500 rpm. Dilengkapi dengan pilihan transmisi Variable Speed CVT.

Sebagai mobil hybrid, ia memanfaatkan dua motor penggerak utama. Di bagian depan memanfaatkan motor S61 82 PS, sementara Y61 95 PS menggerakkan roda belakang. Total tenaga seluruh drivetrain mencapai 239 ps. Sangat menjanjikan.

Outlander PHEV ini hadir dengan 3 (tiga) mode: EV Drive Mode, Series Hybrid Mode dan Parallel Hybrid Mode. Melansir dari EV-database UK, rating NEDC untuk jangkauan motor listrik mode EV mencapai 54,7 km. Hasil paduan motor listrik dan mesin konvensional, suguhkan konsumsi BBM yang sangat irit, 56 kilometer per liter. Tak banyak mobil konvensional bertenaga 200 Hp lebih yang sehemat Outlander PHEV. Mungkin bisa dikatakan tidak ada sama sekali.

Mitsubishi Outlander PHEV

Pengisian

Metode pengisian daya baterai kendaraan listrik yang tepat merupakan bagian dari upaya perawatan baterai. Mobil yang menggunakan baterai tipe Li-ion seperti Outlander PHEV sebaiknya hindari parkir di lokasi bertemperatur tinggi atau terkena sinar matahari langsung. Pengguna juga disarankan menjaga kapasitas baterai pada persentase sedang dan menghindari kondisi baterai kosong serta tak disarankan menyimpan baterai dalam kondisi penuh untuk waktu lama.

Untuk pengisian dalam dilakukan diisi melalui sumber listrik eksternal baik itu listrik di rumah atau kantor. Jika memiliki mobil PHEV setidaknya daya listrik di rumah mencapai 3.600 watt. Perlu dicatat, daya 3.600 watt merupakan batas standar daya rumah dan hanya mempengaruhi di awal pengisian. Namun setelah itu, pengecasan akan lebih rendah dan konstan di 2.000 watt.

"Jika konsumen hanya dapat menggunakan metode quick charging, kami merekomendasikan untuk tetap menggunakan metode pengisian daya normal setidaknya sekali dalam dua minggu," kata Boediarto, Head of After Sales Service Group PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI).

Mitsubishi Outlander PHEV hadir dalam dua pilihan warna Ruby Black dan Silky White. Mobil ini juga meraih skor lima bintang dari ASEAN NCAP (New Car Assessment Program). Outlander PHEV ini menjadi produk PHEV pertama yang diuji dan mendapatkan hasil yang sangat baik. Mitsubishi sudah membekali garansi 100.000km/3 tahun, merujuk pada ketentuan yang tertera di service manual book.

Mitsubishi Outlander PHEV

Perawatan

Sebagai mobil hybrid yang menggabungkan dua tenaga kerja dari baterai dan bahan bakar, tentu memiliki cara perawatan yang berbeda terutama untuk komponen baterai. Untuk perawatan baterai Outlander PHEV atau mobil listrik harus dihindari persentase baterai dalam kondisi rendah. Meski begitu tidak direkomendasikan juga baterai dalam kondisi penuh saat mobil tidak digunakan dalam waktu lama.

Outlander PHEV sendiri memiliki fitur yang bisa menurunkan level baterai secara bertahap. Fitur tersebut berfungsi untuk mencegah kerusakan baterai. Untuk itu bagi pemilik Outlander PHEV diharapkan memeriksa pengukur tingkat energi setiap tiga bulan.

Pemilik mobil pun harus tetap mengisi daya baterai atau bisa mengatur mode power supply. Untuk pengisian baterai, sebaiknya juga menggunakan arus rendah (home charging) saat mobil hanya parkir lama. Sementara penggunaan quick charging atau arus tinggi bisa diminimalisir. Apabila hanya bisa menggunakan quick charging, disarankan untuk menggunakan normal-charge setidaknya dua minggu sekali.

"Jika kondisi baterai menunjukkan baterai kosong atau “0”, harus diisi dayanya sampai naik. Atau, mengisi daya dari tenaga mesin dengan mengatur mode power supply ke status 'READY' kemudian tunggu hingga mesin berhenti secara otomatis, selanjutnya matikan mode power supply dari sakelar motor listrik," jelas Boediarto.

Mitsubishi Outlander PHEV

Kegunaan Lain

Padahal, selain menawarkan efisiensi bahan bakar dan ramah lingkungan, mobil dengan baterai itu menawarkan fungsi lain untuk kebutuhan rumah tangga, misalnya Outlander PHEV yang bisa menjadi genset di kala darurat. Hal ini dibuktikan dengan beberapa kali diturunkannya Outlander PHEV ini di beberapa lokasi bencana di Tanah Air.

Head of PC Technical Service and CS Support Section Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Irwansyah Siregar, menjelaskan bahwa Outlander PHEV bisa dijadikan sumber listrik melalui baterai saat kapasitasnya terisi penuh. Ia menjelaskan Outlander PHEV memiliki kapasitas baterai 13.800 watt atau 13,8 kWh (kilowatt hour). Untuk sumber daya listrik dalam keadaan darurat, batasan energi yang dialirkan mobil tersebut mencapai 1.500 watt, sehingga masih mampu mengaktifkan beberapa perangkat elektronik.

Cara kerjanya, pemilik cukup mencari colokan listrik di bagian belakang mobil, kemudian menghidupkan kunci kontak, maka listrik akan mengalir ke perangkat yang dihubungkan. Misalnya menghidupkan lampu, perangkat elektroik, bahkan memasak. Nah, jika kapasitas baterai menurun mendekati 20 persen, maka mesin bensin akan menyala untuk mengisi daya listrik pada baterai mobil.

Di Indonesia, Mitsubishi Outlander PHEV masuk niece market. Maklum harganya mencapai Rp 1,311,700,000. Namun Mitsubishi melakukan berbagai langkah. Misalnya, untuk memudahkan pengguna Outlander PHEV dalam melakukan pengisian daya, saat ini MMKSI telah bekerja sama dengan diler resmi Mitsubishi Motors dan institusi di Indonesia menyediakan fasilitas pengisian daya cepat di 16 titik di wilayah JABODETABEK dan Bali. Mitsubihsi rencananya akan menambah lokasi charging secara bertahap. (RAJU FEBRIAN)

Artikel yang direkomendasikan untuk anda