Beranda Updates Tutup 2018, Suzuki Donasikan Mobil untuk 7 SMK di Indonesia

Tutup 2018, Suzuki Donasikan Mobil untuk 7 SMK di Indonesia

daihatsu giias 2019

TAMBUN, 12 Desember 2018 – Menutup tahun 2018, PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) kembali menggelar program Corporate Social Responsibility (CSR) “Suzuki Peduli Pendidikan” bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). PT SIM mendonasikan mobil ke 7 SMK yang tersebar di beberapa kawasan Indonesia, Selasa (11/12).

Program ini didasarkan pada data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat angka pengangguran lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) hingga Agustus 2018 mencapai 11,24%, di antaranya karena kualitas lulusan tidak sesuai dengan standar industri dan jurusan yang tidak sesuai dengan lapangan pekerjaan.

Fajar Dewanto, Section Head Building Construction & Facility Department HRD & GA PT SIM mengatakan Suzuki terpanggil untuk berkontribusi dalam hal ini. Kami ingin lulusan SMK punya kualitas dalam bidangnya sehingga siap untuk terjun ke dunia kerja. Donasi mobil dalam program Suzuki Peduli Pendidikan merupakan langkah PT SIM untuk menjalin sinergi dengan dunia pendidikan agar kualitas para siswanya meningkat.

“Program Suzuki Peduli Pendidikan merupakan titik awal kami untuk meningkatkan kualitas pendidikan khususnya di bangku SMK. Maka melalui donasi unit-unit mobil Suzuki seperti APV, Ertiga, dan Karimun Wagon R ke tujuh SMK, pihak sekolah dapat memanfaatkan unit tersebut sebagai alat kerja praktik pembelajaran bagi para siswa,” kata Fajar dalam serah terima di pabrik Suzuki Tambun, Bekasi.

PT SIM memberikan donasi mobil Suzuki ke tujuh SMK yang terdiri dari SMK Assadatul Abadiyah Bekasi, Jawa Barat; SMK Futuhiyyah Mranggen, Demak, Jawa Tengah; SMK Palapa Semarang, Jawa Tengah; SMK Negeri 1 Gantar Indramayu, Jawa Barat; SMKN 7 Baleendah, Bandung, Jawa Barat; SMK Muhammadiyah 2 Taman, Sidoarjo, Jawa Timur; dan SMK Darma Siswa 1 Sidoarjo, Jawa Timur.

“Melalui program ini, kami harap mobil yang kami donasikan tidak hanya menjadi alat pembelajaran bagi para siswa, tapi juga dapat mempersiapkan calon-calon tenaga ahli profesi di bidang otomotif yang lebih berkualitas, sehingga nantinya dapat mengurangi angka pengangguran lulusan SMK di Indonesia,” tutup Fajar.

RAJU FEBRIAN

Video Terbaru Youtube Carvaganza