Beranda Updates Tata Prima 2528 Jadi Andalan Perusahaan Tambang Nikel di Maluku

Tata Prima 2528 Jadi Andalan Perusahaan Tambang Nikel di Maluku

HALMAHERA, 3 April 2019Truk Tata Prima semakin mendapat tempat di industri pertambangan Indonesia. Truk andalan PT Tata Motors Distribusi Indonesia (TDMI) itu digunakan PT Sumber Daya Arindo (SDA) anak perusahaan PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) sebagai armada tambang nikel di Moronopo, kecamatan Kota MABA, Kabupaten Halmahera Timur,  Maluku Utara.

Sebanyak 10 unit Tata Prima 2528 yang dipasok oleh PT Argasoka tersebut telah beroperasi. Ke-10 unit Truk Tata Prima ini merupakan pasokan tahap pertama.

Site Manager PT Sumber Daya Arindo, Anhar Ghulam Hidayatullah mengatakan mereka membutuhkan kendaraan untuk  mendukung kinerja dan efisiensi pada operasional pertambangan nikel di Moronopo. Proyek Monoropo sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2005 hingga 2008. Setelah terbit peraturan Minerba pada Juli 2017, proyek ini aktif kembali.

Menurut Anhar, perkiraan lifetime proyek Monoropo sepanjang 15 hingga 20 tahun dengan target produksi 150-200 ribu metric ton per bulan.

Truk Tata Prima menjadi pilihan karena spesifikasinya berada di atas rata-rata truk lainnya. Marketing Head TMDI, Wilda Bachtiar mengungkapkan TMDI menjamin ketersediaan suku cadang, menyediakan staf ahli serta mekanik yang secara aktif siaga di site.

PT ANTAM Tbk sendiri adalah salah satu perusahaan pengelola tambang nikel terbesar di Indonesia. Di Halmahera, PT ANTAM Tbk memiliki beberapa tambang yang pengelolaannya didukung oleh beberapa anak perusahaan termasuk PT Sumber Daya Arindo.

RAJU FEBRIAN