Porsche 924, Bukan Asli Tapi Menentukan Nasib

CARVAGANZA - Porsche 924 adalah mobil pertama pabrikan Stuttgart yang punya mesin di depan dengan pendinginan radiator. Yang lucu, sport coupe ini aslinya bukan untuk Porsche. Gara-gara mobil ini juga, Porsche harus menelan gengsinya sendiri sekaligus membukakan jalan untuk Porsche modern yang ada sekarang. Ceritanya agak panjang dan unik. Jadi silahkan duduk manis dan selamat menyimak.

Proyek Konsultasi

 

Porsche 924

Porsche, kalau Anda paham bukan cuma bikin mobil. Di dalam akta perusahaan, ditegaskan bahwa mereka adalah perusahaan pembuat dan konsultan teknis otomotif. Hal terakhir itu yang melahirkan 924.

Kedekatan VW dan Porsche sejak sebelum zaman perang global kedua dan sebelum Porsche ada di bawah kendali VW Group, hanya sebatas kerja bareng. Contohnya VW Beetle didesain oleh Ferdinand Porsche, Porsche 356 banyak menggunakan komponen Beetle, bikin station wagon untuk Audi dan sebagainya.

Era 70-an VW Grup (VW dan Audi) perlu mobil sport flagship yang mumpuni. Meski saat itu belum diputuskan apakah akan mengusung logo VW atau Empat Lingkaran. Masalahnya mereka tidak punya pengalaman membuat kendaraan begitu dan menggandeng Porsche sebagai konsultan.

Porsche 924 Family

 

Tidak mau keluar biaya banyak, hasil konsultasi dengan Porsche menghasilkan Project EA425. Mobil dengan kaki-kaki dari VW Super Beetle, Combi, Golf dan VW Safari (Thing, Type 181), mesin buatan Audi dengan konfigurasi 2.0 empat silinder DOHC ditempatkan di depan. Tenaganya 111 ps. Mesin yang sama juga terpasang pada VW LT blind van, AMC Gremlin, Audi 100 dan beberapa mobil lain. Transmisi 4-speed manual menggunakan punya Audi 100 dan dipasang di belakang dengan transaxle Porsche. Terakhir, rem depan-belakang mengandalkan milik VW K70. Intinya, menggunakan semua suku cadang yang ada, tidak perlu bikin baru. Dengan begitu, mobil akan sangat murah untuk dibuat.

Masalahnya, VW dilanda krisis keuangan, tepat saat EA425 selesai diuji dan mau masuk lini produksi. Manajemen VW banting setir dan memutuskan EA425 batal. Gantinya, membuat mobil sport yang lebih murah, dengan basis VW Golf yang atapnya dibuat lebih landai tapi cuma punya dua pintu. Namanya Scirocco. Lalu EA425 bagaimana?

Tanpa Biaya Riset & Pengembangan

 

Porsche yang merasa EA425 bisa jadi barang bagus kepincut juga untuk membuat. Pas juga mereka sedang perlu pengganti model entry level 914. Masalahnya, semua hasil konsultasi tadi adalah hak milik VW. Diskusi lebih lanjut, diputuskan Porsche akan membayar hak milik tadi. Audi kemudian setuju untuk membuatkan mesin sebanyak 100.000 unit.

Mobil sudah punya desain, mesin dan transmisi sudah ada, pabrik menggunakan punya Audi di Neckarsulm, Jerman. Tinggal urusan nama. Entah siapa yang keluar dengan angka 924. Karena tidak ada artinya. Bukan kode produksi karena komponennya tidak dibuat Porsche. Bukan juga kode pengembangan. Karena yang mengembangkan VW. Dan bukan kode pabrik karena yang merakit Audi. Tapi terasa cocok untuk mobil dengan mesin empat silinder. Kembarannya, lahir dari proyek yang sama tapi belakangan, dinamai 928 dengan mesin V8.

Calon Pengganti 911

Porsche 924

Porsche 924 lahir menjelang akhir 1975, Porsche bahkan sempat memposisikan mobil ini sebagai penerus 911. Tentunya penyuka merek ini berteriak menolak. 911 adalah icon otomotif dengan mesin belakang yang khas. Tapi itu cerita lain kali. Yang pasti, 924 yang awalnya dicemooh karena bukan 911, ternyata punya handling jempolan dan segera mendapatkan tempat di berbagai kalangan.

Seperti dibilang di atas, Porsche menyumbangkan sistem transaxle untuk mobil ini. Dan itu juga yang membuatnya juara. Dengan mesin depan dan gearbox di belakang, membuat coupe ini punya distribusi bobot yang mumpuni. Artinya, mobil ini mudah dikendalikan. Meski, karena suspensinya kurang mumpuni, banyak yang mengeluhkan kualitas berkendaranya.

Tapi bukan Porsche kalau mereka hanya diam dan puas. Keluhan 924 versi awal dijawab dengan berbagai perbaikan. Termasuk ganti gearbox 5-speed. Paling signifikan, menambahkan turbo. Semua keluhan kemudian menguap begitu saja. Tapi muncul masalah baru.

Harus Bayar Mitsubishi

Porsche 924

 

Ingat, Audi hanya menyediakan 100 ribu unit mesin. Dan tahun 1984, Porsche perlu penggantinya segera. Keluarlah mesin M44. Konfigurasinya tetap empat silinder, tapi kapasitas naik jadi 2,5 liter. Awalnya para engineer berkeinginan untuk menggunakan saja komponen dari mesin V8 928. Yang ada malah mesin yang benar-benar baru.

Satu hal yang agak mengganggu adalah vibrasi yang dihasilkan oleh M44. Porsche harus menggunakan balance shaft kalau mau mobilnya terasa halus. Dan siapa yang punya hak paten untuk balance shaft? Mitsubishi. Merek yang mereka anggap enteng. Mau tidak mau, Porsche harus bayar royalty-nya.

Tapi hasilnya memang hebat. Selain halus, performanya jempolan dengan daya 158 PS. Bahkan media otomotif masa itu kerap membandingkan tenaga mesin 2,5 liter ini dengan V8 kepunyaan Aston Martin.

Selesai urusan mesin, Porsche 924 terus bergulir dengan berbagai peningkatan dan turunan seperti 944 dengan body yang lebar, 944 Turbo yang sempat jadi mobil masal paling kencang di Amerika, 924S, edisi langka 924 Carrera GT yang dibuat untuk kepentingan homologasi balapan dan jangan lupa versi 928 dengan mesin V8 tadi. Terakhir ada 968 dengan mesin 4-silinder bertenaga 239 ps .

Meski di luar dugaan ternyata mobil ini bisa diterima dengan baik, tapi generasi Porsche empat silinder ini harus menyerah kalah tahun 1988. Penyebabnya bukan persaingan, tapi mata uang. Deutsche Mark (mata uang Jerman) tertekan oleh US Dollar. Harga jualnya jadi terlalu mahal. Stok pun menumpuk di diler.

Porsche memutuskan sudah cukup dengan 924 cs ini. Keuangan perusahaan mulai tergerogoti sehingga produksi dihentikan tahun 1989. Porsche kemudian mengalihkan sumber dayanya untuk membangun 996, generasi baru Porsche 911 dengan mesin yang ada radiatornya. Sebuah keputusan tepat, tanpa menghentikan produksi 924, mungkin kita tidak akan melihat rombongan produk Porsche sekarang.
INDRA ALFARISY

Artikel yang direkomendasikan untuk anda