Mobil Diesel Tak Lagi Dominan di Eropa

JAKARTA, 26 Mei 2017 – Eropa dulunya adalah pasar favorit kendaraan dengan mesin diesel. Setidaknya mobil jenis ini menyumbangkan setengah dari semua mobil yang terjual hingga bulan April tahun lalu. Namun tahun ini terjadi perbedaan. Angka tersebut proporsinya turun menjadi 46%.

"Ada beberapa alasan mengapa terjadi perubahan ini. Skandal Dieselgate menjadi awal penurunan ini," kata analis otomotif global JATO Dynamics Felipe Munoz. "Sejak skandal tersebut, pada tahun 2015, mobil diesel mengalami kemunduran besar pada reputasinya karena pemerintah mempertimbangkan peraturan baru yang secara langsung mempengaruhi pemilik mobil diesel - seperti rencana di Inggris yang menerapkan skema scrappage diesel," kata Munoz.

"Sementara di saat yang sama media terus menyarankan konsumen untuk menghindari penggunaan bahan bakar fosil. Mereka terus dorongan kendaraan listrik atau hybrid. Ini juga mempengaruhi penurunan," lanjut Munoz.

Untuk merek dan model mereka, Volkswagen Golf tetap berada di posisi teratas, meskipun terjadi penurunan sebesar 28,1%. Sementara Polo turun 11,4% di posisi ketiga. Renault Clio menempati posisi kedua, mencatat penurunan 7,1%. Meski tidak semua turun. Citroen C3 menempati posisi kesembilan dengan kenaikan 48,1%, adapun VW Tiguan mencatat kenaikan 71,6% untuk berada di posisi keempat.

Volkswagen Group dan PSA Groupe, mendominasi, dengan mencatat empat model dari sepuluh model yang terjaul di Eropa. Peugeot 3008 menjadi SUV terlaris kelima yang memberikan andil cukup besar bagi PSA Groupe di Eropa.

RAJU FEBRIAN

Artikel yang direkomendasikan untuk anda