Managing Director Baru Porsche Indonesia Punya Target Setinggi Langit!

Michael Vetter Porsche Indonesia

JAKARTA, Carvaganza - “Kalau Anda ingin menggapai bintang tapi ternyata hanya cuma mencapai langit saja. Tak mengapa, karena itu pun sudah pencapaian yang besar,” saya suka sekali ucapan Managing Director Porsche Indonesia yang baru, Michael Vetter.

Bertemu Michael lewat layar laptop terasa begitu menyenangkan walau sebentar. Ya, seperti itulah kesan yang diberikan pria murah senyum yang pernah tinggal di Singapura, Korea Selatan, Kamboja dan Cina itu.

Porsche Indonesia mengenalkan Michael pada Virtual Media Gathering hari ini (17/2). Mengenakan jas biru cerah, Ia menceritakan perjalanan karier hingga akhirnya bisa mendarat di Indonesia.

Memulai karier di Porsche Jerman pada 1997, Michael sempat punya cerita unik. “Waktu itu saya belum lama lulus kuliah dan diterima kerja di Porsche. Saya diberikan mobil operasional Porsche 911. Saya memang punya mimpi jadi pembalap tapi saat itu kan saya belum berpengalaman mengendarai mobil berperforma tinggi. Sama saja seperti memberikan senjata ke seorang anak kecil,” Michael memulai kisahnya.

Porsche 911 Turbo S

“Suatu saat saya bawa Porsche 911 asyik ngebut di Sirkuit Hockenheim. Ketika itu tiba-tiba mobil hilang kendali dan berputar hampir saja menabrak tembok pembatas lintasan. Kejadian berlangsung sangat cepat tapi beragam pikiran melintas. Bukan kehilangan nyawa yang saya takutkan, tetapi khawatir masa depan saya akan suram bila dipecat hari itu,” canda Michael secara daring.

Michael sekarang tentu beda dari yang dulu. Ia sudah pernah menjalani Porsche Driving Academy dan bahkan sempat menjadi Instruktur juga. Bukan hanya piawai menyetir mobil sport di lintasan balap, Michael juga piawai mengendalikan perusahaan.

“Pertama ditawari pindah menjadi Regional Manager Porsche Asia Pacific pada 2000. Waktu itu saya salah satu orang yang ikut mendirikan Porsche Singapura,” aku Michael. Setelah berdiri di 2002, Michael kemudian ditugasi untuk mendirikan Porsche cabang Korea Selatan. Tangan dinginnya sukses membuat produsen mobil mewah asal Jerman ini menjual 1.000 mobil pertahun dalam tempo 5 tahun saja. Padahal waktu itu dunia dihantam krisis ekonomi 2008-2009.

Taycan GTS Sport Turismo

Michael Vetter menjelma sebagai seorang spesialis yang sukses mendirikan perusahaan cabang, mengembangkan jaringan hingga meningkatkan penjualan. Tak ayal dirinya diminta kembali oleh Porsche mengembangkan pasar di kawasan Asia Pasifik, yakni Kamboja.

Perjalanan karier Michael tak selamanya di Porsche. Ia sempat juga menyeleweng ke brand kompetitor, Mercedes-Benz. Tidak main-main, Ia diminta mengembangkan divisi performa Mercedes-AMG di Cina dan sukses mencatat angka penjualan 12.000 unit kendaraan pertahun pada 2018.

Setelah lebih dari 2 tahun lamanya Michael pulang kampung ke Berlin selama pandemi Covid-19, kisah sukses membawa dirinya ke Indonesia. “Senang rasanya diberi kepercayaan di Indonesia, kembali bertemu dengan keluarga besar Porsche di Asia,” ujarnya sumringah.

Porsche Cayenne Coupe

Menurut Michael, kultur satu negara sangat erat kaitannya dalam mengembangkan bisnis. “Misalnya, di Korea Selatan orang tidak begitu suka kumpul membuat komunitas mobil. Waktu itu saya yang menginisiasi komunitas Porsche di sana. Saya bersyukur di Indonesia komunitas mobil sangat banyak dan kuat pengaruhnya,” terang Michael.

Ia juga menyebut regulasi dan dukungan pemerintah terhadap industri juga sangat berpengaruh. Saat ditanya tanggapannya soal pajak berbasis emisi, ia menyambut hangat. Karena menurutnya ini sejalan dengan visi Porsche yang menargetkan 80 persen dari total Porsche terjual pada 2030 adalah mobil listrik.

Apalagi menurut Michael Porsche Taycan punya potensi yang sangat baik untuk pasar Indonesia. “Delapan puluh persen pembeli Macan dan Taycan, baru pertama kali memiliki Porsche,” katanya.

Porsche Macan

Secara global tahun lalu Porsche sukses menjual lebih dari 300 ribu kendaraan dalam setahun. Jumlah ini peningkatan yang cukup signifikan di tengah pandemi. Michael juga menyoroti tumbuhnya kalangan ekonomi atas Indonesia yang pesat selama pandemi. “Selama pandemi tak hanya di dunia, di Indonesia juga pasti banyak yang diuntungkan karena sekarang kebutuhan pemanfaatan teknologi digital dan online semakin tinggi,” Michael menjelaskan.

Apalagi Porsche berencana membangun pabrik perakitan di Malaysia, negara tetangga Indonesia. Memang awalnya pabrik ini ditujukan untuk memproduksi Porsche Cayenne untuk kebutuhan domestik Negeri Jiran. Tapi Michael mengatakan SUV (Sport utility Vehicle) Porsche Cayenne produksi Malaysia bukan tidak mungkin didatangkan ke Indonesia.

Bisa diasumsikan, bila tak perlu lagi impor jauh dari Jerman maka harganya akan bisa lebih bersaing dengan produk kompetitor seperti BMW X5 atau X7.

Singkatnya, Michael memang tak menyebut angka. Tapi jangankan target setinggi langit, mimpi menggapai bintang sekalipun sepertinya bisa Ia raih. Selamat bekerja Michael! Senang berkenalan dengan Anda.
RIZKI SATRIA

Baca juga: Yuk Intip Kehidupan Moorissa Tjokro, Gadis Cantik Asal Indonesia yang Jadi Insinyur Autopilot Mobil Tesla di AS

Artikel yang mungkin menarik untuk Anda

Mobil Porsche Pilihan

  • Upcoming

Updates

Artikel lainnya

New cars

Artikel lainnya

Drives

Artikel lainnya

Review

Artikel lainnya

Video

Artikel lainnya

Hot Topics

Artikel lainnya

Interview

Artikel lainnya

Modification

Artikel lainnya

Features

Artikel lainnya

Community

Artikel lainnya

Gear Up

Artikel lainnya

Artikel Mobil dari Oto

  • Berita
  • Artikel Feature

Artikel Mobil dari Zigwheels

  • Motovaganza
  • Artikel Feature