Lebih Ekonomis, BBM Olahan Tebu Geser Penjualan Mobil Listrik
JAKARTA, Carvaganza – Keberadaan bahan bakar etanol yang bersumber dari tebu semakin populer di sejumlah negara. Salah satunya ialah Brazil yang telah sukses memasarkan BBM hijau tersebut dalam beberapa tahun terakhir dan direkomendasikan oleh sejumlah pabrikan seperti Toyota dan VW.
KEY TAKEAWAYS
Bahan bakar etanol olahan tebu ancam penjualan kendaraan listrik di Brasil
Harganya terjangkau dan ramah lingkungan, lebih mudah diterima masyarakatNamun belakangan dikutip dari Bloomberg, eksistensi bahan bakar campuran etanol dan bensin tersebut menjadi ancaman bagi perkembangan kendaraan listrik di negara tersebut.
Sementara itu, Volkswagen sendiri telah meluncurkan Gol Flex yang didesain sepenuhnya untuk menggunakan bahan bakar tebu dan menjadi kendaraan terlaris pada tahun ini. Gol Flex mempopulerkan mobil berbahan bakar fleksibel, yang berjalan dengan campuran etanol dan gas, dan kendaraan berbahan bakar gas murni ini mendapatkan respons yang sangat baik di pasar Amerika Selatan. Bahkan menurut data penjualan sementara, mobil berbahan bakar fleksibel menyumbang 84,5 persen dari seluruh penjualan mobil negara itu pada Juni 2023.
“Ini bukan tentang menyangkal kendaraan listrik, tetapi etanol masih memiliki tempat dalam perjalanan Brazil untuk 10 hingga 15 tahun ke depan, terutama karena hybrid meningkatkan efisiensi,” kata Paula Kovarsky, Chief Strategy Officer at Brazil’s biggest sugar-cane processor, Raizen.
Baca Juga: Agar Pengunjung Tidak Pusing,GIIAS 2023 Siapkan Banyak Kantung Parkir & Shuttle
Salah satu alasan mengapa mobil berbahan bakar etanol ini populer adalah harga di pasaran yang jauh lebih murah dibandingkan dengan BBM bensin murni. Untuk diketahui, Brasil sendiri memiliki cadangan yang cukup banyak untuk bahan dasar etanol tebu ini. Selain itu, tingkat emisi karbon yang dimiliki oleh etanol terbilang rendah hanya dibandingkan dengan kendaraan berbahan bensin murni.
Alasan lain adalah harga kendaraan listrik yang dipasarkan di Brasil dua kali lipat lebih mahal dibandingkan dengan kendaraan berbahan bakar etanol. Toyota sendiri telah memasarkan Corolla yang sudah disesuaikan dengan bahan bakar fleksibel etanol dan juga mendapatkan respons baik dari konsumen. Melihat hal tersebut, pabrikan EV dari Cina seperti BYD dan Great Wall Motors juga berencana untuk memproduksi kendaraan hybrid berbahan bakar fleksibel.
Foto: Kompas.com
Di Indonesia sendiri bahan bakar etanol tebu ini sudah mulai dipasarkan di beberapa daerah, di antaranya ialah Jakarta dan Surabaya. Produk dengan nama Pertamax Green 95 ini didistribusikan melalui Subholding Commercial & Trading PT Pertamina Patra Niaga dan memiliki kandungan bioetanol sebanyak 5 persen. Keberadaan Pertamax Green 95 ini akan bertahap disebarluaskan ke seluruh daerah. Pertamina memiliki target 12 bulan produk bahan bakar ini sudah bisa dinikmati di semua kota baik baik di Jawa maupun luar Jawa.
Salah satu agen pemegang merek yang telah merekomendasikan kendaraannya untuk menggunakan bahan bakar tersebut adalah Toyota. Dalam kesempatan berbeda, Toyota menyampaikan bahwa mesin yang ditanamkan pada kendaraannya telah diuji untuk menggunakan sejumlah bahan bakar fleksibel salah satunya bioethanol.
(ALVANDO NOYA / WH)
Baca Juga: Usai Terbakar Hebat, Kapal Kargo Pengangkut 500-an Mobil Listrik Berhasil Ditarik ke Daratan
Sumber: Jalopnik
Featured Articles
- Latest
- Popular
Artikel yang mungkin menarik untuk Anda
Mobil Pilihan
- Latest
- Upcoming
- Popular
Updates
New cars
Drives
Review
Video
Hot Topics
Interview
Modification
Features
Community
Gear Up
Artikel Mobil dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
- Advisory Stories
- Road Test
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Tips
- Review
- Artikel Feature
