VinFast Perkuat Ekspansi EV di Indonesia, Bangun Ekosistem Lengkap dan Pabrik Baru di Subang
Ekosistem EV VinFast mencakup V-Green untuk pengisian daya, Green SM untuk layanan transportasi listrik, Green Future untuk EV bekas, serta skema sewa baterai.
BOGOR, Carvaganza - Indonesia kini menjadi pusat perhatian berbagai investor global, terutama terkait komitmen menuju target nol emisi. Sektor otomotif pun menjadi salah satu yang paling agresif, dengan banyak produsen menghadirkan kendaraan elektrifikasi. Selain merek asal Cina, VinFast dari Vietnam juga semakin aktif memperluas pengaruhnya di pasar nasional.
KEY TAKEAWAYS
Mengapa VinFast serius berinvestasi di Indonesia?
Karena Indonesia memiliki potensi besar dari sisi demografi, adopsi EV yang masih awal, serta dukungan pemerintah terhadap transisi kendaraan listrik.Kapan pabrik VinFast di Subang mulai beroperasi?
Tahap pertama sedang dalam penyelesaian dan peresmian diklaim “tidak lama lagi,” dengan kapasitas awal menyerap 1.000 tenaga kerja.VinFast Indonesia menegaskan bahwa potensi besar pasar Indonesia menjadi alasan utama di balik ekspansi mereka. Menurut CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto, peluang pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia masih sangat besar dan selaras dengan strategi perusahaan.
“Ada beberapa faktor yang membuat VinFast memutuskan hadir di Indonesia. Pertama dari demograsi, Indonesia negara besar dengan jumlah penduduk besar. Tingkat adopsi EV masih di tahap awal dan ini punya potensi besar sekali,” ucap Kariyanto dalam pemaparannya di ajang B-Camp 2025, Bogor, Rabu (3/12/2025).
Foto: VinFast
Ia menambahkan bahwa dukungan pemerintah terhadap program elektrifikasi turut menjadi penentu langkah VinFast masuk ke Indonesia. Roadmap transisi energi yang jelas, ditambah insentif fiskal dan non-fiskal, memberikan ruang gerak bagi pabrikan untuk memperkuat investasi.
Baca Juga: Debut Dua Model PHEV Sekaligus, Cara Jaecoo Jawab Tren Mobil Hybrid di Indonesia
Meski industri otomotif global mengalami perlambatan, penetrasi kendaraan listrik di Indonesia justru meningkat signifikan. Hingga Oktober 2025, penjualan EV tumbuh 10,8 persen dibanding periode tahun sebelumnya yang hanya 4,9 persen. Kenaikan penjualan khusus bulan Oktober bahkan melonjak 112 persen dibanding tahun lalu.
Di Indonesia, VinFast kini menempati posisi keenam produsen EV dengan distribusi 3.050 unit hingga Oktober, belum termasuk armada taksi listrik Green SM yang semakin banyak terlihat di Jakarta dan akan berkembang ke kota lain.
Foto: Oto Group / Adi
Sebagai upaya memperkuat bisnis, VinFast mengembangkan ekosistem EV secara menyeluruh. Layanan pengisian daya V-Green kini hadir di banyak wilayah dan pengguna VinFast bisa menikmati pengisian gratis hingga 1 Maret 2028. Selain itu, rencana pembangunan sekitar 36 dealer serta ekspansi titik pengisian menjadi pondasi penting bagi peran VinFast di industri kendaraan listrik nasional.
VinFast juga memberikan pembaruan terkait pembangunan pabrik baru mereka di Subang, Jawa Barat. Dari total lahan 171 hektare, sekitar 9 hektare digunakan untuk tahap pertama, mencakup fasilitas produksi dan area pengujian.
“Peresmiannya tidak akan lama lagi. Untuk tahap awal pabrik akan menyerap 1.000 tenaga kerja dari berbagai lini produksi. Progresnya terus berjalan, termasuk pelatihan tenaga kerja ke Vietnam juga sudah dilakukan,” papar Kariyanto.
Terkait rencana perubahan skema insentif kendaraan listrik pada 2026, Kariyanto menegaskan bahwa VinFast tetap berada pada jalur yang sama. Mereka sudah memenuhi syarat operasi pabrik sesuai regulasi pemerintah.
Foto: OTO Group / Setiono
“Itu semua sudah kami penuhi. Jika insentif berubah, tidak masalah. Fokus kami tetap produksi di Subang. Produk kami berkarakter lokal sehingga tidak terdampak. Biasanya penyesuaian regulasi ada pada sisi PPN, dan PPnBM. Biaya impor bisa ditekan karena kendaraan diproduksi di Indonesia,” ungkapnya.
Ekosistem VinFast tidak hanya mencakup kendaraan, tapi juga Green SM sebagai layanan transportasi, jaringan V-Green, hingga Green Future yang berfokus pada penjualan EV bekas. VinFast juga menghadirkan skema sewa baterai untuk menekan harga pembelian serta garansi baterai seumur hidup tanpa batas jarak tempuh.
Pada GJAW 2025, VinFast memperkenalkan Limo Green, model MPV yang akan segera ditawarkan di Indonesia. Ada pula Minio Green, EV kompak untuk kebutuhan perkotaan, dibekali kemampuan fast charging dan jarak tempuh hingga 210 km. Kedua model tersebut diproyeksikan menjadi fondasi penting pertumbuhan VinFast di Indonesia.
(SETYO ADI / WH)
Baca Juga: VinFast Ajak Generasi Muda All Out Kejar Passion Lewat “The Party in Mo7ion”
Featured Articles
- Latest
- Popular
Artikel yang mungkin menarik untuk Anda
Mobil VinFast Pilihan
- Latest
- Popular
Updates
New cars
Drives
Review
Video
Hot Topics
Interview
Modification
Features
Community
Gear Up
Artikel Mobil dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza