Ini Dia Hyundai Alcazar, Seperti Apa Rasa Berkendaranya?

Hyundai Alcazar

Carvaganza - Mencomot nama dari salah satu tempat di Spanyol, Hyundai Alcazar punya daya tarik untuk dipinang. Meski unit yang kami coba merupakan pra produksi dengan bungkus kamuflase menutup banyak rahasia, tak menghalangi kami menemukan poin menarik untuk dibagikan kepada Anda. Inilah impresi pertama kencan singkat Kartikeya Singhee, rekan kami dari Zigwheels India (Cardekho Group) dengan Hyundai Alcazar.

Tampilan Mewah

Hyundai Alcazar

Dari kejauhan, wajah Alcazar bisa salah dikira Creta. Karena sangat tinggi kadar kemiripannya. Namun diperhatikan seksama, taburan kromium pada palang grille memberi informasi kalau model ini lebih premium ketimbang Creta. Lampu utama contohnya. Memang identik, tapi lis plastik di bagian bawah DRL LED punya sentuhan akhir lebih bertekstur. Tak ketinggalan paparan kromium yang lebih banyak di sektor ini. Sedang pelek lebih besar, 18 inci dwiwarna jadi pendongkrak kemewahan sektor samping. Seperti Creta, trim lebih bawah bakal memakai pelek 17 inci.

Buritan agak berbeda, Alcazar tak sepenuhnya mengadopsi tampilan Creta. Lampu gemuk yang agak old-school dari Creta berganti aksen yang lebih tajam dan modern. Sementara di balik tailgate, ruang bagasi 180 liter yang lapang dan unggul di kelasnya. Kapasitas itu masih dengan kursi baris ketiga ditegakkan. Bakal meningkat drastis kalau kursi konfigurasi 50:50 itu dilipat rata.

Dimensi Dibikin Besar

Hyundai Alcazar

Ukuran Alcazar jelas lebih besar dari Creta. Jarak sumbu roda, misalnya, di angka 2.760 mm. Ada lebihan 150 mm dari yang dipakai Creta. Bukan jumlah sepele. Dan bisa terbayang seberapa melar Alcazar dibanding Creta. Sayangnya pihak Hyundai belum membuka keran informasi soal dimensi lainnya kepada kami. Lagi, mereka masih ingin menjaga banyak informasi di sini.

Salah satu perbedaan utama antara Alcazar dengan Creta adalah baris ketiga. Dengan sorotan pada kepraktisan dan kegunaan, pintu belakang pun dijadikan lebih panjang. Memudahkan akses keluar masuk, baik bagi penghuni kabin baris ketiga maupun kedua. Angkat tuas dan kursi baris kedua langsung terlipat ke depan, memberi akses lebih mudah ke baris ketiga. Kursi baris kedua bisa dimaju-mundurkan (sliding). Tambahkan fungsi reclining pada sandaran kursi baris ketiga yang punya porsi 50:50, memberi kenyamanan bagi saya yang berpostur 168 cm. Kendati begitu, kursi yang pendek dan rendah, menjadikan baris ketiga Alcazar ini lebih cocok untuk anak-anak. Mereka juga bakal mendapat layanan yang cukup karena sudah tersedia penyejuk kabin di kedua sisi dan soket USB pengisi daya smartphone.

Perbedaan Paling Signifikan

Hyundai Alcazar

Hyundai bersikeras Alcazar punya keunggulan dalam kenyamanan. Tepatnya di baris kedua. Fungsi sliding jelas memberi tambahan bagi ruang kaki. Begitu juga ruang kepala, tersedia lebih dari cukup. Konfigurasi 6-seater memberi konsol tengah di antara captain seat baris kedua. Terintegrasi di dalamnya adalah pengisi daya smartphone nirkabel. Turut hadir arm rest dengan ruang penyimpanan di baliknya beserta cup holder. Sangat praktis! Meja lipat di punggung kursi depan bisa dimanfaatkan untuk meletakkan camilan. Bisa juga dimanfaatkan sebagai penyangga meletakkan smartphone untuk menonton atau meeting daring. Yang paling asyik, kursi yang diklaim lebih tebal ini bisa Anda nikmati dengan ditemani panoramic sunroof.

Bagaimana Bekal Fiturnya?

Hyundai Alcazar

Seperti halnya Creta, Alcazar yang lebih mahal pun tak kekurangan fitur. Daftar kekayaan fitur Creta sewajarnya dipunya oleh Alcazar. Seperti fitur jagoan jok dengan ventilasi, layar infotainment 10,25 inci, sistem audio Bose dan sarana konektivitas canggih. Alcazar juga bakal mendapat fitur eksklusif seperti kamera 360 derajat. Aura mobil premium juga didapat dari penggunaan skema kombinasi hitam dan merah marun untuk kabin. Sayangnya rasa mewah tak muncul di dasbor, lantaran minim penggunaan material soft touch.

Rasa Berkendara

Hyundai Alcazar

Berkendara di lokasi pengujian bakal berhadapan dengan embusan angin. Dan Hyundai mengklaim insulasi suara serta suspensi sudah disetel untuk menciptakan rasa yang mewah. Dalam pengendaraan singkat kami, Alcazar terasa sangat sopan, menjaga kami dengan baik di kabin dari gangguan suara maupun permukaan jalan tak rata. Penggunaan tambahan baja membuat sassis monokok lebih kokoh.

Mesin diesel 1,5 liter seperti yang digendong Creta dengan semburan daya 115 PS. Menggerakkan poros roda depan. Meski begitu, agar bisa mengatasi tambahan bobot dari ekstra dimensi dan ruang, gir final drive dibikin lebih pendek. Ini berlaku untuk transmisi manual maupun otomatis, keduanya punya 6-speed.

Dapur pacu peminum bensin juga tersedia. Memakai mesin 4-silinder 2,0 liter dari Elantra. Klaimnya lebih efisien, dengan daya 159 PS, dan bisa berlari sampai 100 kpj dari diam dengan catatan waktu kurang dari 10 detik. Pengendaraan pada putaran rendah tak menimbulkan gejala bergetar, menjadikannya sangat berguna sebagai kendaraan perkotaan. Bahkan saat dibutuhkan putaran mesin lebih tinggi di jalan bebas hambatan, terasa asyik.

Kesimpulan

Hyundai Alcazar

Masih banyak yang bisa diungkap dari Hyundai Alcazar. Fitur apa saja yang bakal dibawa? Apakah ia punya performa lebih baik? Namun yang jelas bisa dipetik dari perkenalan singkat ini, Alcazar bukanlah SUV pekerja keras. Melainkan sahabat perkotaan dengan paket menarik bagi keluarga urban. Dengan tawaran fleksibilitas dan fiturnya, kami ekspektasikan Alcazar punya diferensiasi belasan sampai Rp 20 jutaan lebih mahal dibanding Creta (tergantung varian). Kita nantikan saat peluncurannya awal bulan depan.

Reviewer: Kartikeya Singhee (Zigwheels India)

Alih Bahasa: Ardiantomi

 

Artikel yang mungkin menarik untuk Anda

Mobil Hyundai Pilihan

Updates

Artikel lainnya

New cars

Artikel lainnya

Drives

Artikel lainnya

Review

Artikel lainnya

Video

Artikel lainnya

Hot Topics

Artikel lainnya

Interview

Artikel lainnya

Modification

Artikel lainnya

Features

Artikel lainnya

Community

Artikel lainnya

Gear Up

Artikel lainnya