Hal-Hal Penting Yang Perlu Diketahui Dari Porsche Taycan Cross Turismo

JAKARTA, Carvaganza – Porsche Taycan Cross Turismo sudah diluncurkan. World Premierenya hari Kamis kemarin atau Kamis malam (4/3) pukul 22.00 waktu Jakarta. Kendaraan premium full listrik yang harga dasar mulai dari US$ 90.900 ini hadir dengan empat pilihan tipe. Yaitu Taycan 4 Cross Turismo, the Taycan 4S Cross Turismo, the Taycan Turbo Cross Turismo, dan Taycan Turbo S Cross Turismo.

Satu hal penting yang membuatnya tidak mirip dengan Taycan regular adalah, keempat tipe itu dilengkapi dengan baterai yang lebih besar, 93,4 kWh dan dual motor serta tenaganya disalurkan ke keempat rodanya (AWD). Menurut klaim pabrikan, kemampuan sprint dari titik diam (0 km) sampai 100 km/jam setiap tipe Taycan Cross Turismo lebih pelan sedetik dibandingkan versi sedan. Pasalnya, dimensi Cross Turismo lebih panjang dan melar dan bobotnya lebih berat dari versi sedan. Namun untuk versi paling bawah lebih kencang 0,3 detik dibandingkan Taycan 4S versi regular.

Untuk harga, tentunya setiap tipe berbeda-beda. Semakin besar tenaga yang dihasilkan Taycan Cross Turismo, maka harga yang harus ditebus lebih mahal. Yang paling mahal adalah tipe yang tertinggi, Turbo S Cross Turismo yang tenaga puncaknya sampai 750 hp dengan launch control mode.

Porsche Taycan Cross Turismo

Tampilan bodi

Dengan bodi yang lebih panjang dan lebar, Taycan Cross Turismo mirip potongan station wagon karena bagian belakangnya dipotong. Jadi tak berbentuk sedan, seperti station wagon berkat dimensinya yang lebih panjang. Namun ragam pihak menyebutnya sebagai crossover karena memiliki kemampuan off-road yang lebih baik dibandingkan versi Taycan regular. Ground clearancenya pun bisa diseting menjadi lebih tinggi.

Pabrikan mengklaim bahwa secara visual, Taycan Cross Turismo versi produksi mirip dengan mobil konsepnya, Mission E Cross Turismo yang dipajang di Geneva International Motor Show 2018. Terlihat dari siluetnya yang sporty dan garis atapnya dibuat melandai ke belakang.

Untuk memperlihatkan bahwa Cross Turismo punya kapabilitas off-road yang lebih baik dari versi regular, elemen desain luar dibuat untuk menunjang kebutuhan itu. Misalnya trim pada wheel arch (rumah ban), apron depan dan belakang dibuat lebih rendah dan pemakaian side sills. Tentunya juga didukung penggerak AWD.

Interior

Dalam hal interior cukup kuat dipengaruhi oleh interior Taycan regular. Bagian atas dan bawah dashboard berbentuk sayap membentang di bagian depan. Titik paling menarik di bagian pengemudi adalah instrument cluster berbentuk kurva dengan ragam informasi. Pada bagian tengah terdapat layar infotainment 10.9 inci, sedangkan untuk bagian penumpang terdapat display dari kaca dengan tampilan black panel. Pada bagian atas dashboard terdapat kompas yang dipadukan dengan Off-Road Design Package.

Berkat perubahan layout pada atap, tiga penumpang di jok belakang Cross Turismo bisa menikmati headroom yang lebih lapang 47 mm dibandingkan Taycan versi sedan.Mengakomodasi barang di bagian bagasi juga lebih mudah karena pintu bagasi otomatisnya lebih lebar. Dengan lebar bagasi 776 mm dan tinggi 538 mm, akses menjadi lebih mudah dibandingkan versi sedan yang hanya 445 mm lebar, tinggi 325 mm.

Kapasitas bagasi versi Cross Turismo 446 liter, sedangkan sedan 407 liter. Ruang bagasi akan lebih banyak daya muatnya menjadi 1.212 liter jika backrest bangku belakang dilipat ke depan sehingga bisa di-split 60:40.

Porsche Taycan Cross Turismo

Sistem chassis inovatif

Sistem chassisnya sudah mengadopsi teknologi canggih. Lewat fitur Porsche 4D Chassis Control yang terpadu, bisa menganalisa dan mengharmonisasi semua sistem chassis secara real time. Adaptive Air Suspension dengan teknologi tiga chamber termasuk Porsche Active Suspension Management (PASM) menjadi fitur standar di semua tipe Taycan Cross Turismo. Bahkan air suspension yang ada sudah memiliki fungsi smartlift dan itu semua menjadi fitur standar. Pembeli bisa dengan mudah memprogram secara otomatis ketinggian mobil (ride height) ketika melewati permukaan jalan yang tidak rata. Bahkan setelan ride height itu bisa di memorize sehingga tinggal tekan tombol saja.

Mode Gravel

Untuk mendukung kapabilitas off-roadnya, Cross Turismo dilengkapi dengan fitur yang diberi nama Gravel Mode. Berfungsi untuk membantu kemampuan mobil menempuh medan off-road ringan seperti gravel atau permukaan jalan berlumpur. Dengan mode pengendaraan ini, ketinggian mobil (ride height) bisa ditinggikan 30 mm dibandingkan dengan versi sedan.

Nah, Mode Gravel ini akan mempengaruhi kinerja PASM, Porsche Traction Management (PTM), Porsche Torque Vectoring Plus (PTV+), Porsche Stability Management (PSM) dan juga transmisi as roda belakang. Pemakaian Gravel Mode akan mengoptimalkan traksi mobil, begitu juga dengan karakteristik throttle sehingga kendaraan bisa dikendalikan secara presisi dan tenaga bisa tersalur dengan tepat.

Baterai kapasitas besar

Bagaimana dengan penggerak Taycan Cross Turismo? Memakai baterai dengan voltase 800 volt (di mana range voltasenya adalah 610 V sampai 835 V). Padahal kebanyakan mobil listrik yang beredar memakai 400 V. Pabrikan menamakannya Performance Battery Plus yang disusun dua dek. Berisikan 33 cell modules di mana setiap modul terdiri dari 12 cell sehingga total cell adalah 396. Total kapasitas baterai adalah 93,4 kWh.

Porsche Taycan Cross Turismo

Fitur on Demand

Bagi konsumen yang ingin melengkapi mobilnya dengan fitur-fitur opsional untuk menunjang kenyamanan berkendara maupun drivers assist, tersedia Functions on Demand (FoD). Fitur ini bisa dibeli setelah mobil dibeli, bukan pada saat ingin dibeli. Jadi konsumen bisa mengupgrade fitur yang dibutuhkan yang tadinya tak ada di mobil. Dan ketersediaannya tidak tergantung pada konfigurasi orisinil kendaraan. Fitur opsional yang dapat dibeli itu misalnya Porsche Intelligent Range Manager (PIRM), Power Steering Plus, Active Lan Keeping dan Porsche InnoDrive.

Aerodinamika adjustable

Untuk mengoptimalkan aliran angin, Porsche mendesain Cross Turismo seaerodinamis mungkin sehingga bisa memiliki coefisient of drag (Cd) 0,26. Efeknya konsumsi energi menjadi lebih rendah dan bisa memperpanjang jarak yang ditempuh kendaraan. Pabrikan menamai elemen ini sebagai Porsche Active Aerodynamics (PAA), seperti lubang udara adjustable di bagian depan kendaraan.

Air suspension juga bisa membuat bagian depan kendaraan dan nilai Cd berkurang pada saat mobil melaju di keecepatan tinggi. (EKA ZULKARNAIN)

Sumber: Porsche

Artikel yang direkomendasikan untuk anda