BMW XM Meluncur Sebagai Model PHEV Pertama M, Torsinya Tembus 1.000 Nm

  • 2022/09/BMW-XM-PHEV-2023-2.jpg
  • 2022/09/BMW-XM-PHEV-2023-3.jpg
  • 2022/09/BMW-XM-PHEV-2023-4.jpg
  • 2022/09/BMW-XM-PHEV-2023-5.jpg
  • 2022/09/BMW-XM-PHEV-2023-1.jpg

MUNICH, Carvaganza – Setelah melakukan pengenalan XM Concept pada November 2021 lalu, BMW akhirnya mewujudkan XM versi produksi dengan desain yang benar-benar fresh. Bahkan XM akan menjadi model M pertama yang menawarkan paket mesin Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) dengan performa yang luar biasa. Selain itu, XM akan berdiri di atas chassis mandiri dengan kode baru yakni G09 dan tersedia dua pilihan mesin.

Kabarnya mesin BMW XM akan terdiri dari V8 4.4 liter Twin-Turbo yang menghasilkan tenaga 486 hp dengan torsi puncak yang mencapai 650 Nm. Tenaga dan torsi tersebut disalurkan ke seluruh rodanya melalui transmisi otomatis M-Steptronic 8-percepatan. Sementara itu, paket mesin tersebut disokong juga oleh motor listrik yang terintegrasi ke transmisi dan meningkatkan tenaga sekitar 194 hp dengan torsi gabungan mencapai 800 Nm.

Sumber daya motor listrik pada BMW XM terdapat pada baterai lithium-ion berkapasitas 25,7 kWh yang dapat diisi dayanya dengan koneksi 2 tipe AC dan DC. Di atas kertas, motor listriknya secara mandiri dapat membawa XM menjelajah sejauh 82-88 km dengan kecepatan tertinggi 140 km/jam. Bahkan paket mesin PHEV tersebut mampu membuat XM berakselerasi 0–100 km/jam dalam waktu 4,3 detik dengan kecepatan maksimal 250 km/jam.

BMW XM PHEV

Selain itu, masih ada pilihan lain yakni XM Red dengan sokongan mesin V8 yang lebih bertenaga. Pasalnya mesin konvensionalnya mampu menghasilkan tenaga hingga 583 hp dengan torsi puncak mencapai 750 Nm. Jika digabung dengan motor listrik di dalamnya, tenaga bisa melontar hingga 738 hp dan torsinya meningkat hingga 1.000 Nm.

Baca Juga: Range Rover Generasi Terbaru Meluncur di Indonesia, Siapkan Kocek Rp 6 Miliar

Di samping tenaganya yang begitu besar, BMW XM juga memiliki dimensi yang cukup bongsor dengan panjang yang mencapai 5 meter lebih serta lebar mencapai 2.005 mm dan tinggi 1.775 mm. Bahkan bobot kosongnya saja mencapai 2.710 kg atau sekitar 2,7 ton tanpa bensin dan oli di dalamnya. Meski demikian, BMW XM tetaplah sebuah kendaraan yang memanjakan pemiliknya salah satunya ialah pilihan mode berkendara yang terdiri dari Hybrid, Comfort, Sport dan Sport Plus.

Sedangkan untuk menggunakan tenaga listrik murni, pengendara cukup mengaktifkan tombol EV atau eControl untuk pengendaraan normal di dalam kota. Tersedia pula mode pengendaraan untuk medan yang lebih berat yakni M xDrive yang terdiri dari 4WD, 4WD sport dan 4WD Sand.

BMW XM PHEV

Tidak seperti model X lainnya, XM PHEV ini akan menawarkan bahasa desain yang sedikit kontroversial salah satunya ialah tampang kidney grille yang berukuran sangat besar. Tersedia pula lubang udara berukuran besar yang diapit oleh lampu utama berteknologi Adaptive LED seperti pada X7 dan seri-7. Sementara bagian lainnya terlihat begitu sporty termasuk tampilan buritan yang diukir dengan lampu belakang 3 dimensi berbentuk L dan dual knalpot yang menumpuk dengan ukuran besar.

“Desain BMW XM adalah wujud ekspresi BMW M di bagian paling penting segmen kendaraan mewah. Ini memiliki identitas yang sangat unik dan mewujudkan gaya hidup ekspresif seperti tidak ada model lain di line-up BMW,” kata Domagoj Dukec, Head of Design BMW.

Beralih ke bagian dalamnya, BMW akan menghadirkan layar melengkung yang terdiri dari layar kluster meter berukuran 12,3 inci dan layar hiburan berukuran 14,9 inci di tengah dashboard. Di dalamnya sudah tersedia sistem operasi paling mutakhir dengan berbagai menu seperti pemutar musik hingga layanan nirkabel ke smartphone.

BMW XM PHEV

Pada urusan fitur keselamatan, BMW XM akan menghadirkan peranti standar yang terdiri dari Front Collision Warning, Lane Departure Warning, Lane Return with Steering Assistance, Evasion Assistant, Alertness Assistant and Speed Limit info. Jika menu ini dirasa kurang, Anda bisa meningkatkannya dengan beberapa tambahan seperti Active Cruise Control, Steering and Lane Control Assistant, automatic Speed Limit Assist, route monitoring, traffic light recognition and Active Navigation, Emergency Lane and Emergency Stop Assistant, Lane Change Assistant, Crossing Traffic Warning hingga Parking Assistant Plus.

Pabrikan telah memutuskan untuk memulai produksi BMW XM pada Desember 2022 di  BMW Group Plant Spartanburg, Amerika Serikat. Mengingat AS merupakan salah satu pasar penting bagi pertumbuhan model XM yang diikuti oleh Timur Tengah dan Cina. Meski demikian, belum ada informasi resmi mengenai harga yang akan dibanderol untuk XM maupun XM Red yang sangat bertenaga itu. Jadi kita tunggu saja dalam waktu dekat.
(ALVANDO NOYA / WH)

Baca Juga: Mitsubishi Ralliart Umumkan Susunan Tim di AXCR 2022, Siap Berlaga Di Thailand

Sumber: Paul Tan

Artikel yang mungkin menarik untuk Anda

Mobil BMW Pilihan

  • Upcoming

Updates

Artikel lainnya

New cars

Artikel lainnya

Drives

Artikel lainnya

Review

Artikel lainnya

Video

Artikel lainnya

Hot Topics

Artikel lainnya

Interview

Artikel lainnya

Modification

Artikel lainnya

Features

Artikel lainnya

Community

Artikel lainnya

Gear Up

Artikel lainnya

Artikel Mobil dari Oto

  • Berita
  • Artikel Feature
  • Road Test

Artikel Mobil dari Zigwheels

  • Motovaganza
  • Review
  • Artikel Feature