Mengenang 30 Tahun Keajaiban Mercedes-Benz 500E, Sedan Kencang Garapan Porsche

Jakarta, Carvaganza – Masih ingat dengan Mercedes-Benz 500E yang dirilis pada era 1990-an, sedan sport tersebut cukup sensasional karena merupakan pengembangan bersama antara Mercedes, Daimler dan Porsche.

Sebelum membahas desain eksteriornya mari kita tengok apa yang ditanam di balik kap mesinnya. Mercedes Benz 500E dibekali dengan mesin V8 5.0 liter yang diambil dari Mercedes 500SL. Tenaga maksimalnya mencapai 322 hp dan torsinya mencapai 479 Nm dan mampu berakselerasi 0-100 km/jam dalam 6,1 detik.

Untuk merayakan 30 tahun kelahirannya, Porsche mengajak kita untuk mengulang lagi bagaimana cerita pengembangan sedan sport ciptaannya yang dibangun di pabrik Mercedes dan sekarang ini salah satu unitnya dipajang di Porsche Museum. Lewat kehadiran Mercedes 500E ini, Porsche mengakui bahwa ini adalah sebuah tantangan bagi pabrikan dalam memproduksi mobil dengan sentuhan yang berbeda.

Mercedes-Benz 500e

Saat itu Bruno Sacco didapuk untuk yang bertanggung jawab dalam mendesain bodi dan menghasilkan tampilan yang futuristik pada masanya. Mercedes Benz 500E saat itu tidak hanya didesain dengan tampilan apik tetapi juga memiliki koefisien drag 0,26 yang menjadikannya sebagai salah satu sedan aero paling efisien yang pernah ada.

Seperti diketahui, semakin kecil angka koefisien drag suatu kendaraan, semakin maksimal gerak mobil dan tentunya akan meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar kendaraan. Tetapi pada intinya saat itu Mercedes dan Porsche ingin menghasilkan sebuah sedan sporty dengan performa tinggi tanpa tampilan yang mencolok.

Performa yang maksimal tersebut dipadukan dengan kenyamanan a la Mercy dan beberapa pengguna punya alasan tersendiri mengapa memilih kendaraan ini. Saat ini Mercedes 500E termasuk salah satu kendaraan yang cukup langka, bahkan di Indonesia sendiri unitnya sangat sulit untuk ditemukan. kabarnya ada tiga unit 500E di Indonesia saat ini.

Mercedes-Benz 500e

Bahkan dalam siaran persnya Mercedes mengenang masa-masa 30 tahun lalu saat 500E lahir dengan kolaborasi hebat antara Mercedes, Daimler dan Porsche. Porsche saat itu sedang menghadapi krisis karena mengalami penurunan pendapatan karena penjualannya yang menurun. Jadi, ketika Porsche memiliki kesempatan ini, ia memulai dengan memproduksi 10 model per hari, kemudian meningkatkannya menjadi 20 unit hingga pabrik Reutter yang sebelumnya kosong jadi beroperasi secara maksimal.

“Tiga puluh tahun telah berlalu, dan banyak yang telah terjadi di industri otomotif pada waktu itu. Namun bahkan hari ini, 500 E tidak menyembunyikan apa pun. Penanganannya luar biasa. Akselerasi longitudinalnya luar biasa, remnya luar biasa dan menyenangkan mengendarai mobil ini dengan karakter dinamisnya. Saya sangat menikmati suara indah dan tidak mengganggu dari mesin delapan silinder,” kata Michael Holscher, Project Manager Development Mercedes Benz 500E. 

Bahkan Holscher juga menyampaikan proses produksi Mercedes 500E untuk sampai ke sebuah kendaraan yang menakjubkan. Menurutnya untuk mencapai distribusi bobot yang lebih baik, baterai/aki  dipindahkan dari ruang mesin ke ruang bagasi. Selain itu, ia juga memodifikasi sistem rem dan knalpot  serta sayap serta mengubah tampilan dari trim bumper di bagian depan dan belakang.

Mercedes-Benz 500e

Selain itu, ia juga membuka sedikit rahasia mengapa kendaraan ini begitu cepat karena terdapat penyesuaian di ruang mesinnya. Salah satu ubahannya adalah mesin tersebut diberi aliran udara melalui celah yang mengelilingi kedua lampu depan sehingga mendapat pasokan udara yang banyak. Dengan porsi pengembangan 90 persen, Porsche bertanggung jawab atas hampir semua pekerjaan yang diperlukan untuk integrasi komponen penggerak dan kendaraan.

“Kolaborasi dengan rekan-rekan di Mercedes-Benz sangat penuh hormat, fokus dan pada persyaratan yang sama dan didasarkan pada keinginan besar untuk sukses,” ingat Mönig. Satu momen penting baginya adalah hari pertama, katanya, ketika dia berkendara ke situs Sindelfingen bersama rekan-rekannya dan banyak komponen prototipe. “Itu sangat istimewa,” kenang, Holscher.
ALVANDO NOYA / WH

Sumber: Jalopnik

Artikel yang direkomendasikan untuk anda