FIRST DRIVE: New BMW 520i M Sport, Apakah Sedinamis Tampangnya?

JAKARTA, Carvaganza – Sejak debut di Indonesia pada tahun 2017 lalu, generasi terbaru BMW 5-Series dengan kode G30 mendapat major facelift di tahun 2021. Lewat versi LCI (Life Cycle Impulse) ini, BMW Group Indonesia menawarkan dua varian yaitu BMW 520i M Sport dan 530i Opulence untuk membedakan segmen dan kebutuhan konsumen. Jadi, sedan bisnis ini punya dua karkateristik yang berbeda. Meluncur di bulan April 2021, 5-Series edisi facelift mengalami update dari sisi visual dan peningkatan rangkaian fitur.

Sangat gampang membedakan antara kedua varian Sang “Business Athlete” ini. Versi 520i mengusung paket M Sport sehingga tampilannya terlihat lebih sporty. Sedangkan opsi lebih bertenaga 530i Opulence hadir dengan gaya elegan. Saya pun berkesempatan sedikit menjajal format 520i M Sport. Terlaksana pada gelaran BMW Test Day, tepatnya di sirkuit drift J99XAR area Karawaci, Tangerang, hari Sabtu (10/4)lalu.

BMW 520i M Sport

Kenapa Bisa Istimewa?

Boleh dibilang 5-Series sendiri adalah perwujudan sedan seutuhnya dari sudut pandang dimensi. Ukurannya selalu pas untuk menyuarakan kesan mewah – tidak lebih, tidak kurang. Mengambil balans antara 3-Series yang penuh hasrat muda nan gesit dan eksklusivitas kolot sebuah 7-Series. Ibarat dalam siklus hidup yang sudah selesai menemukan jati diri. Tinggal berkomitmen dan membangun warisan namun jiwa muda tetap dimilikinya. Well, pandangan seperti ini mungkin berlaku pula untuk rival sekelas seperti Mercedes-Benz E-Class.

Hal tadi bisa diambil sebagai gambaran dimensi dan sedikit image sebuah 5er. Pada intinya ia bertubuh besar tapi tidak se-gambot 7er – tentu dalam perbandingan ukuran sedan masa kini yang notabene terlihat sangat montok untuk standar 20-30 tahun lalu. Lantas soal image, sepertinya BMW Indonesia pun seolah menempatkan posisi 5-Series sebagai satu titik hidup yang sedang berkomitmen dan mulai menyiapkan legacy.

Dalam video peluncuran dapat terbaca. Membawa nama-nama eksekutif di perusahaan besar atau tokoh terpandang. Para pemimpin dalam cakupan yang tergolong besar. Berada di puncak-puncak kecil dengan peluang untuk kemudian menjamah puncak tertinggi dunia (ini ranahnya 7-Series kalau boleh diibaratkan). Menjadi gambaran taraf kesuksesan The 5 meski tidak menutup kemungkinan salah satu dari mereka menunggangi sebuah flagship luxury saloon di bangku belakang.

BMW 520i M Sport

Itu merupakan gambaran 5-Series secara umum. Kemudian dalam pembagian trim terdapat dua strata ‘pencapaian’ lagi. Sebuah penegasan, terutama setelah memasuki fase LCI. Condong berjiwa muda atau sudah semakin berkuasa (powerful) dan membutuhkan kenyamanan berikut image kalem. Pasalnya, sang entry level 520i kini hadir dalam paket trim M Sport nan dinamis. Sementara itu, opsi lebih bertenaga 530i dibuat elegan dengan model Opulence.

Untuk diketahui, semua berstatus CKD. Juga untuk kali pertama model Seri 5 CKD hadir dalam format M Sport – sebelumnya trim sporty tersebut didatangkan utuh dan eksklusif tersedia di 530i. Jadi pertanyaan, mengapa bukan opsi bertenaga yang didagangkan dalam paket agresif? Tentu ada pengaruh dari keinginan pasar. Seperti dijelaskan Vice President Sales and Network Development BMW Indonesia, Bayu Riyanto.

“Jadi ketika kita kami dan kumpulkan data yang ada, kami melihat bahwa customer di segmen market 520 itu mereka menginginkan yang lebih sporty dan lebih ke arah tampilan. Lalu yang 530 segmennya memang dia lebih kepengen agak luxury dan lebih ke arah pemakai yang duduk di belakang lalu mereka menikmati kendaraan,” jelasnya saat konferensi pers peluncuran new 5 Series (9/4).

BMW 520i M Sport

Update Visual dan Teknologi

Oke, 520i M Sport jelas tampil menawan lewat lenggok tubuh agresif. Ada ekspresi riang dan dinamis dalam tubuh berukuran besar. Seakan menunjukkan kalau jadi eksekutif di masa sekarang tak melulu harus tampil serius dan kaku.

Contoh saja pada permainan bumper depan. Airdam apron tengah ditemani ornamen honeycomb samping bak intake besar. Juga di belakang, knalpot trapesium tinggal di dalam ruang elemen diffuser nan gahar kepunyaan M Sport Package. Belum lagi pemakaian velg alloy ringan 19 inci bergaya Y Spoke Bicolour, sukses menyelaraskan gaya atasan. Lebih besar dan lebih modis ketimbang model sebelumnya.

Tentu keseruan LCI kali ini tidak terbatas pada pemberian pakaian baru bagi sang varian entry level. Terdapat revisi desain secara umum. Sorotan utama adalah penyegaran identitas tradisional. Contoh pada quad headlamp di depan, empat sumber pencahayaan kini ditegaskan oleh strip visual huruf L. Juga visual lampu anyar dapat ditemukan di bokongnya.

BMW 520i M Sport

Urusan konten teknologi tak ketinggalan ditingkatkan. Melengkapi kemampuan Adaptive LED Headlight dan BMW Selective Beam, kini ia sudah mengadopsi BMW Laserlight sebagai standar. Pancaran laser dapat memberikan pencahayaan high beam sampai sejauh 530 meter tanpa menyilaukan pengemudi pada arah berlawanan.

Jangan khawatir soal fitur bawaan lainnya, tetap mewah dan canggih. Sebut saja akses pintar tanpa perlu berinteraksi dengan panel fisik. Comfort Access System sudah termasuk pengoperasian kunci otomatis dengan sensor jarak. Berikut pula untuk bagasi, tinggal ayunkan kaki. Urusan gengsi lanjut dipancarkan oleh sunroof.

Penyesuaian Kabin Membuatnya Terlihat Semakin Berkelas

Pertama masuk kabin langsung terasa ruang kokpit padat namun lapang. Ya, inilah 5-Series, jelas bukan sebuah sedan kompak. Lebar, pandangan ke luar agak terasa intimidatif meski tidak parah. Tinggal atur bangku elektris sedemikian rupa demi mendapatkan visibilitas terbaik.

Akan terasa familiar kalau pernah singgah atau setidaknya melirik kabin 5 Series pre-facelift. Tanpa ubahan besar, dari komposisi bentuk dan tata letak komponen mirip. Dua layar besar berukuran mendominasi dasbor. Di sini letak penyempurnaannya, masing-masing mengusung monitor 12,3 inci sebagai sistem infotainment dan panel instrumen. Yep, kini instrumentasi ditampilkan layar lebih besar untuk sebuah entry level.

BMW 520i M Sport

Ubahan tidak berhenti sampai di situ. Setidaknya 520i kini terasa semakin mewah sekaligus sporty berkat tema interior anyar. Bangku elektris standar diganti ke model Sport Seat yang lebih optimal menahan posisi punggung. Terdapat pengaturan ekstra pula untuk penyangga paha. Selain itu, ornamen pemanis di dasbor beralih ke Aluminium Rhombicle Smoke Grey dan lis Pearl Chrome. Tak ketinggalan permainan kontrol perak Galvanic Embellisher serta M Leather Steering Wheel.

Fitur ekstra dan tema interior ini tentu menambah nilai premium dari model entry level. Belum lagi pola bangku tidak dibiarkan polosan lewat patron ketupat di atas material kulit berpori. Perbekalan bawaan jelas tidak ketinggalan. Misal kemampuan pengoperasian infotainment Gesture Control, fungsi integrasi gawai, AC otomatis 2 Zona dengan blower ekstra di belakang, sampai ke wireless charging.

Lebih lanjut lagi fungsi sekelas Adaptive Suspension hadir di 520i. Di samping itu, bantuan berkendara seperti Dynamic Cruise Control with Braking function dihadirkan demi meringankan beban perjalanan jarak jauh. Membuat manuver lebih mudah lagi terpasang Parking Assistant sehingga Anda dapat membiarkan mobil mengeksekusi manuver parkir. Termasuk Reversing Assistant yang memberikan input setir otomatis saat jalan mundur sesuai arah awal masuk.

BMW 520i M Sport

Sepintas Sensasi Berkendara

Puas mengetahui letak pembaruan 5 Series kemudian datang giliran saya menjajal. Secuil saja mencicip dinamika sang sedan eksekutif yang dipandu oleh BMW Driving Instructor, Gerry Nasution. Kegiatan ini sendiri terlaksana pada sirkuit drift J99XAR di bilangan Karawaci Tangerang. Tepatnya berada di area parkir Maxxbox Lippo Karawaci.

Ya, tidak sampai ke jalan raya. Dalam kesempatan ini disediakan tiga soal untuk dites yakni akselerasi dan deselerasi, stabilitas menikung di kecepatan tinggi, dan kelincahan bermanuver di area sempit. Paling pertama diawali dengan rintangan lurus, lanjut ke area oval sebanyak dua putaran, dan kemudian disudahi aransemen rintangan berkelok tajam sebanyak dua lap.

Untuk akselerasi mungkin tidak terlalu berekspektasi banyak. Pasalnya, di balik bonnet 520i terpasang unit empat silinder 2.000 cc TwinPower Turbo berkode B48. Merupakan pemacu daya yang juga dipakai  oleh 320i. Meski begitu, bukan berarti ia dinilai payah atau loyo. Untuk kebutuhan sehari-hari jelas ekstraksi sebesar 184 hp dan torsi buas 290 Nm lebih dari cukup. Paradigma 'orang lama' yang jamak menilai kasta nomenklatur kecil tidak sanggup apa-apa tentu tidak berlaku di sini. Semua putaran kemudian tersalur ke roda belakang via transmisi otomatis Steptronic delapan percepatan.

BMW 520i M Sport

Terkait kehebatan menikung di kecepatan tinggi tidak perlu diragukan lagi. Sektor kaki-kaki menyuguhkan rasa percaya diri tingkat tinggi. Belum lagi disokong intervensi komputer demi sajikan pengalaman berkendara aman dan presisi. Contoh saja sekompi bantuan dalam peranti stabilitas Dynamic Stability Control (DSC). Termasuk di dalamnya Cornering Brake Control (CBC), Automatic Stability Control (ASC), Dynamic Brake Control (DBC), Electronic Differential Lock Control (EDLC), Dynamic Traction Control (DTC), dan lainnya. Sederhananya, segala peranti ini bantu berikan handling optimal dan selamat selama perjalanan.

Satu hal yang justru mungkin agak diragukan adalah kemampuannya bermanuver di jalan sempit berkelok. Seperti disebut di awal, 5-Series bukan sebuah sedan kompak. Pun BMW Seri 3 yang lebih kecil saja tidak bisa dibilang benar-benar ringkas. Apalagi 5-Series. Gigantis, dimensinya setara tubuh 7er SWB generasi E38 pada dekade 90-an.

Kendati begitu, dimensi besar tidak melulu identik dengan kurang lincah. Sang sedan eksekutif ternyata tergolong impresif ketika diajak bermanuver di kecepatan rendah. Input setir tajam dan memiliki rasio pendek yang bisa mematah. Namun semua itu pun tidak membuatnya latah di kecepatan tinggi. Semua terkomposisi rapih meski feedback setir dinilai agak mati rasa.
AHMAD KARIM / WH

Artikel yang direkomendasikan untuk anda