Diskusi FORWOT: Tata Niaga Kendaraan Komersial Butuh Banyak Perbaikan

JAKARTA, 26 Oktober 2016 – Forum Wartawan Otomotif (Forwot) menggelar diskusi bertema “Tantangan Menstimulus Industri Logistik dan Kendaraan Niaga di Indonesia”. Bekerja sama dengan Tata Motors Distributor Indonesia diskusi yang dihadiri oleh para wartawan otomotif, Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia, dan para pelaku industri.

Mencermati pasar kendaraan niaga di Indonesia banyak aspek yang harus diperbaiki di antaranya adalah antara lain harmonisasi regulasi dan deregulasi logistik, penerapan sistem e-payment untuk pengurusan customs clearance (bea cukai). Usulan lainnya adalah pembenahan barang impor jenis barang, larangan dan pembatasan (Lartas) dan percepatan dokumen Pemberitahuan Impor Barang/Ekspor Barang (PIB dan PEB), dan usulan menghilangkan ego sektoral stakeholder.

“Di bidang kebijakan fiskal dan moneter ALFI mengajukan usulan penerapan National Single Window, revitalisasi moda angkutan darat dan udara penunjang logistik serta penurunan suku bunga bank,” kata Iman Gandi, Wakil Ketua ICT & DPW ALFI Jawa Barat.

Bahkan Pemimpin Redaksi Translogtoday, Hery Lazuardi yang menjadi salah satu narasumber menyampaikan bahwa belum mampu mendorong pertumbuhan kendaraan niaga khususnya sektor logistik karena berbagai faktor di atas.

Forwot pun melihat sektor logistik sendiri dapat menjadi motor pertumbuhan kendaraan niaga di Indonesia. Saat ini pertumbuhan kendaraan logistik sejak 2014 -2015 mencapai 15%, ALFI juga memproyeksikan angka pertumbuhan di tahun ini tidak akan terlalu jauh dari 15%.

Sedangkan, Tata Motors yang berperan sebagai pelaku industri semakin terlihat optimis untuk menjadikan Indonesia sebagai pasar terbesar kendaraan niaganya setelah India. “Kami melihat potensi Indonesia untuk kendaraan niaga dan kami yakin dalam lima tahun ke depan dapat menjadikan Tata Motors sebagai brand nomer satu di Indonesia,” kata Presiden Direktur Tata Motors Distribusi Indonesia, Biswadev Sengupta.

ALVANDO NOYA