Audi Stop Jualan Mobil Bermesin Bensin Mulai 2026

INGOLSTADT, Carvaganza – Kabar tentang Audi yang berencana untuk memberhentikan produksi mobil dengan mesin konvensional makin terang benderang. Setelah pada beberapa waktu lalu, isu tersebut sempat beredar, kini CEO Audi, Markus Deusmann, mengumumkan secara langsung kabar tersebut di kantor pusat Audi di Ingolstadt, Jerman.

Markus menyampaikan bahwa Audi dalam waktu dekat ini akan segera menghentikan produksi kendaraan dengan mesin berbahan bakar fosil. Meski begitu Audi dikabarkan tetap memproduksi kendaraan berbasis mesin dengan bahan bakar paling tidak hingga 2030. Tapi mulai 2026, mereka tak akan lagi memperkenalkan mobil baru bermesin bensin. Jadi mobil bermesin bensin yang diproduksi hingga 2030 nanti bukan model terbaru.

Mobil Audi bermesin terakhir yang akan mereka produksi adalah Q8 generasi terakhir. Rencana awalnya mobil ini akan berada di jalur produksi hingga 2032, ketika itu tentu saja semua model Audi masa sudah menggunakan tenaga listrik murni. Rencana Audi memulai lini produk elektriknya dari Audi A3, A4, A5 dan A6.

Audi menunjukan komitmennya dengan meluncurkan setidaknya 20 mobil listrik secara global pada 2025 hingga 2030. Seluruh mobil tersebut juga akan menggunakan platform PPE yang dikembangkan bersama Porsche. Audi optimis dapat menjual kendaraan terbaru dengan tenaga listrik hingga tujuh juta unit di seluruh dunia.

Audi Q4 e-Tron

Jika benar, maka langkah Audi untuk beralih ke kendaraan dengan tenaga listrik ini lebih cepat dari rivalnya seperti BMW dan Mercedes-Benz. Pabrikan bavarian lain seperti BMW mengharapkan setengah dari penjualannya pada 2030 mendatang adalah mobil listrik. Sementara Mercedes-Benz belum mengumumkan kapan akan memulai produksi kendaraan listrik secara sepenuhnya dan benar-benar meninggalkan mesin konvensional.

Uni Eropa belum lama ini juga merilis rencana untuk segera memberlakukan standar Euro7 di seluruh negara Eropa. Dengan regulasi tersebut pula pemerintah uni Eropa akan melarang penjualan kendaraan bermesin konvensional dan mendukung penjualan mobil listrik pada 2030. Meski demikian wacana tentang penerapan Euro7 masih mengalami penolakan di beberapa negara yang kebanyakan penduduknya masih menggunakan mobil bermensin konvensional.

Sementara itu, beberapa pabrikan lain yang juga menyatakan akan mulai menghentikan produksi mobil bermesin dengan emisi adalah Jaguar. Pabrikan asal Inggris tersebut mengkonfirmasi akan segera memulai penjualan mobil listrik pada 2025. Langkah ini diikuti oleh brand Land Rover yang masih satu payung dengan Jaguar.
ALVANDO NOYA / RS

Artikel yang direkomendasikan untuk anda