Mobil-Mobil Masa Depan MINI Akan Tinggalkan Jok Kulit

JAKARTA, Carvaganza – Menyambut masa depan, produsen mobil asal Inggris, MINI, berencana untuk melakukan upaya perubahan menuju dunia yang berkelanjutan. Langkah pertama yang akan mereka lakukan adalah dengan meninggalkan material kulit yang biasa dipakai sebagai pelapis jok dan interior.

Termasuk dalam kategori mobil premium, MINI bukanlah mobil murah. Makanya wajar kalau konsumen mengharapkan setiap produk MINI dilengkapi dengan material interior yang mewah pula, termasuk jok dengan pelapis kulit. Nah kalau MINI tak lagi ingin melapis interiornya dengan material kulit, apakah ini akan menurunkan kualitas dan kemewahan kabinnya?

“Kami tak butuh kulit lagi di masa depan karena kami yakin material itu tidak ramah lingkungan,” ujar Oliver Heilmer, chief design MINI seperti yang kami kutip dari Autocar. “Kami sangat percaya tetap mampu menghasilkan produk modern berkualitas tinggi tanpa memakai kulit.”

Keputusan yang diambil ini adalah bagian dari strategi brand MINI yang baru, yakni responsibility, curiosity, heartbeat dan daredevil. Kami tak perlu menjabarkan satu-persatu maksud dari keempat pilar baru MINI itu. Tetapi intinya MINI ingin menciptakan mobil mungil yang menyenangkan untuk dikemudikan dan ramah ingkungan di masa depan.

Mini

Sebetulnya saat ini pun MINI telah menerapkan beberapa material daur ulang di dalam kabin kendaraannya. Misalnya material fabric yang membungkus jok MINI, 100 persen terbuat dari material daur ulang. Bahkan busa yang di kursinya, 70 persen terbuat dari material daur ulang. MINI benar-benar ingin meninggalkan jejak yang sangat minim dari setiap bekas produknya nanti bila sudah tak terpakai.

Anak perusahaan BMW Group ini sudah menyiapkan konsep agar material ulang di dalam mobilnya tetap terlihat mewah. “Material daur ulang yang kami gunakan akan tetap terlihat mewah. Kami sudah melakukan itu pada mobil konsep Urbanaut. Bedanya estetika lebih terlihat dari perspektif desain rumah bukan desain otomotif yang konvensional,” lanjut Heilmer.

Punya agenda perubahan yang cukup berani, Heilmer menegaskan mereka masih akan meneruskan tradisi MINI sebelumnya. Untuk melakukan itu, mereka melakukan survey kepada konsumen MINI. “Ya karena selain elemen desain, identitas MINI dirasakan langsung oleh pengemudinya,” katanya.

Heilmer juga mengatakan kalau. MINI harus tetap menyenangkan dikemudikan, “bukan hanya performa berkendaranya, tapi juga kemudahan dalam mengemudikan dan mengoperasikan mobil ini.”

“Kami juga menanyai konsumen kami elemen desain perintilan seperti misalnya, apakah tuas-tuas kecil di dalam mobil disukai atau tidak oleh konsumen kami. Kalau mereka suka akan kami sempurnakan dengan sentuhan modern,” lanjut Heilmer lagi.

MINI JCW Versi Hardcore akan Punya Versi Elektrik?

Mini

Kesenangan berkendara sepertinya ingin BMW Group terapkan di setiap produk yang diproduksinya. Tidak hanya untuk BMW semata, tetapi tentunya juga untuk MINI yang selalu agungkan gokart feel. Kepada konsumen yang berorientasi masa depan dan ramah lingkungan, akan dimanjakan juga oleh MINI.

Menyusul debut MINI SE sebagai versi full electric dari MINI 3 Door, akan dibuat pula versi hardcore-nya. Tidak tanggung-tanggung, MINI akan bikin JCW GP versi bertenaga listrik penuh. Ya benar, model terkencang dari John Cooper Works tersebut akan menyusul menggunakan powertrain listrik. Telah resmi diumumkan bahwa MINI berencana menambah anggota EV dalam sub-brand performa JCW.

Bukan sekadar rencana pula lantaran prototipe pertamanya turut mereka umbar melalui set foto pengujian di Nürburgring, Jerman. Dengan bungkusan kulit kamuflase, ia tidak malu menunjukkan desainnya. Prototipe tampil gahar sebagaimana sang monster imut JCW GP dengan nama internal GPE.

Ya, kamuflase hanya menutupi kulitnya seperti decal yang direkatkan ke bodi. Elemen tubuh justru tampil percaya diri mengenakan baju JCW GP, tak berusaha membodohi kamera. Dapat dilihat bermacam ciri khas dari versi terbuas MINI. Contoh di fasad depan, kanal udara besar di apron bak janggut gondrong yang memamerkan diri. Tak ketinggalan ornamen honeycomb di sudutnya.

Mini

Sama halnya ketika melirik bagian lain. Over fender melar dan mengambang bak sirip tambahan di sepatbor memberikan kesan galak sekaligus aerodinamis. Kuda-kuda mantapnya disudahi piringan rem berdiameter besar dan kaliper kuning. Buritan bahkan tak luput dari sasaran spoiler besar yang bertengger di atas. Berikut diramaikan bumper berisi diffuser.

Kendati begitu, beberapa titik desain mengisyaratkan bahwa ia merupakan model listrik. Grille depan tertutup sepenuhnya tanpa rongga sedikitpun – kecuali apron. Menyerupai kebanyakan arahan desain sebuah EV. Melengserkan fungsi grille sebagai pemasok udara mesin karena memang tidak begitu diperlukan. Di samping itu, diffuser belakang tampak kesepian tanpa hadirnya selongsong pipa gas buang.

Positif bukan peminum bensin. Boleh jadi ia melenggok seperti JCW GP eksis, mungkin juga tidak. Pasalnya, proyek ini disebutkan mengadopsi arsitektur masa depan kendaraan MINI. SeMINImalnya ada penyesuaian detail sebagai penegas karakter. Selain itu, pengembangan arsitektur baru sekaligus mengindikasikan waktu kehadirannya. Kemungkinan besar tidak dalam waktu dekat.

Hingga saat ini belum ada rincian terkait informasi spesifikasi. Meski begitu, dapat diekspektasikan ia merepresentasikan model paling gahar seperti keberadaan JCW GP. Mengingat EV menggendong bobot ekstra, seMINImalnya memiliki performa sebanding dengan potensi dari kombinasi 306 hp/450 Nm di versi konvensional. Jangan lantas kecewa dan beranggapan MINI langsung menyuntik mati monster JCW yang menenggak bensin. Karena tidak begitu jalan ceritanya, seperti dipaparkan pimpinan MINI, Bernd Körber kepada Autocar.

“Kami bekerja keras untuk mengembangkan konsep model John Cooper Works dengan penggerak elektris,” ujarnya. Ia menambahkan,“Sementara itu, model John Cooper Works dengan mesin pembakaran konvensional akan terus memainkan peran penting dalam memenuhi keinginan dan kebutuhan para penggemar motorsport di seluruh dunia.”

Kontestan EV Pertama MINI Sebelum MINI menyasar ranah performa dengan EV, mereka lebih dulu mengembangkan basis elektris di model standar. Adalah MINI Cooper SE yang telah debut pada Juni 2019. Melansir Electrive, ia mengadopsi teknologi BMW i3 untuk kemudian dikemas dalam paket tubuh familiar MINI dua pintu.

Meski begitu, ada penyesuaian detail sehingga membuatnya tampil beda dengan versi konvensional. Paling kentara adalah grille tertutup, wajah velg asimetris, dan aksen kuning kehijauan. Di balik tubuh Cooper SE tertanam motor listrik berkekuatan 184 hp dengan torsi 270 Nm. Cukup bertenaga dengan prestasi akselerasi 0 ke 100 km/jam yang dapat dituntaskan dalam tempo 7,3 detik. Sementara itu, sumber daya terbagi atas 12 modul baterai dan diposisikan membentuk huruf T di lantai. Menyiapkan konten energi 32,6 kWh demi tempuhan 235-270 km dari satu kali pengisian. (RIZKI SATRIA / WH)

Sumber: Autocar

Artikel yang direkomendasikan untuk anda