Jokowi Singgung Soal Mobil Listrik, Ini Pabrikan Indonesia yang Sudah Siap Gas

Wuling EV

Soal mobil listrik kembali mencuat. Presiden RI Joko Widodo bahkan menyebutkan dalam waktu 2-3 tahun ke depan, mobil listrik bakal banyak bersliweran di jalanan Indonesia. Hal ini disampaikan Jokowi saat memberikan pengarahan kepada peserta PPSA XXIII 2021 LNKRI di Istana Negara, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (13/10/2021) kemarin. Pertanyaannya secepat itukah? Mana pabrikan yang siap melakukan produksi?

Pemerintahan Jokowi memang terlihat serius dalam urusan mobil setrum. Hal itu ditunjukkan dengan ditandatanganinya Peraturan Presiden (Perpres) tentang Percepatan Pengembangan Kendaraan Bermotor Listrik (Mobil Listrik) oleh Jokowi pada 5 Agustus 2021. Perpres tersebut akan menjadi landasan bagi pelaku industri otomotif di Indonesia untuk segera merancang dan membangun pengembangan mobil listrik.

Ia mengatakan keberadaan Perpres Mobil Listrik merupakan wujud komitmen pemerintah untuk mendorong agar industri otomotif segera merancang dan mempersiapkan kendaraan jenis itu di Indonesia. Rasa optimis kepala negara lantaran 60% dari komponen mobil listrik kuncinya ada di baterai. Semengtara bahan utama membuat baterai tersedia di Indonesia.

Khusus untuk penjualan kendaraan listrik, pemerintah juga turut menargetkan dapat menjual 2 juta unit mobil listrik murni dan 13 juta unit motor listrik pada 2030. Sementara itu, mengacu data International Energy Agency (IEA), jumlah mobil listrik yang sudah beroperasi di seluruh dunia mencapai 5,1 juta unit per akhir 2018.

Mobil Listrik

Yang terbaru, pemerintah Indonesia mencanangkan penyetopan penjualan mobil bermesin pembakaran internal pada 2050. Hal ini disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif pada diskusi bertajuk Road to COP26 : Tekad Generasi Muda Indonesia Mencegah Perubahan Iklim dan Mendukung Energi Bersih di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Wacana penyetopan penjualan mobil bermesin bensin dan diesel pada 2050 ini merupakan bagian dari roadmap pemerintah dalam mencapai zero emission pada 2060. "Transformasi menuju net zero emission menjadi komitmen bersama kita paling lambat 2060,” kata Arifin.

Persoalan mobil listrik adalah persoalan kompleks, tak hanya soal jualan tapi juga membangun ekosistem. Pengguna kendaraan listrik tentunya membutuhkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang memadai. Tak hanya kemampuan tapi juga sebaran lokasi. Bagaimana seseorang membeli kendaraan listrik sementara SPKLU masih terbatas di kota tertentu.

Meski demikian beberapa pabrikan sudah mulai menjajakan mobil listrik. Meski tak banyak setidaknya hal ini menunjukkan jika pasar mobil ramah lingkungan ini sudah ada. Ini beberapa diantaranya:

BMW

BMW menjadi agen pemegang merek pertama yang berhasil memasarkan mobil listrik murni di Indonesia melalui BMW i3S. Mobil full listrik ini dilengkapi dengan motor listrik yang menghasilkan tenaga 184 hp dengan torsi 270 Nm. Sedangkan kemampuan jelajah diklaim mencapai 260 kilometer untuk sekali pengecasan full. Sebenarnya masih ada iX dan i4 namun pesanan khusus. Harga: Rp 1,35 miliar.

Baca juga: Gaikindo Ingatkan Pemerintah Lakukan Transisi Alamiah dari Mobil Konvensional ke Listrik

Hyundai Kona Electric Track Day

Hyundai

Nah, inilah nama yang lagi tengah naik daun. Pabrikan Korea itu punya dua model yaitu Hyundai Ioniq Electric dan Kona Electric. Ioniq Ini adalah merupakan mobil listrik termurah jika mau dibandingkan dengan merek mobil listrik lainnya yang dijual di Indonesia. Hyundai Ioniq dibekali baterai lithium-ion polymer dengan kapasitas 38,3 kWh. Sekali terisi full, baterai ini kuat diajak berjalan sejauh 300 km lebih. Untuk performa, 0-100 kpj hanya butuh waktu 10,2 detik.

Sama dengan saudaranya, Ioniq, Kona Electric juga merupakan mobil listrik dengan banderol masih di bawah Rp 1 miliar. Mobil SUV ini hadir dengan motor listrik magnet synchronous bertenaga 150 kW dan baterai lithium-ion 64 kWh. Tenaganya sebesar 201 tk dan torsi maksimum 394 Nm. Harga: Rp 637 juta (Ioniq Prime) dan Rp 677 juta (Ioniq Signature) serta Rp 697 juta (Kona Electric)

Lexus

Lexus UX 300e menjadi istimewa karena merupakan mobil full listrik atau battery electric vehicle (BEV) pertama Lexus untuk dijual di Indonesia. Istimewanya lagi karena Indonesia merupakan negara pertama di Asia Tenggara yang menjual model Lexus UX 300e. Menggunakan baterai jenis Lithium-ion, Lexus UX 300e memiliki motor listrik berkapasitas 54.35 kWh dengan tenaga maksimal mencapai 201 HP serta torsi 300 Nm. Butuh waktu antara 5 hingga 6 jam untuk mengisi baterai tersebut sampai full untuk kemudian diajak berkendara hingga jarak 300 km sekali pengisian daya listrik. Harga : Rp 1,245 miliar

Mitsubishi

Mitsubishi Outlander PHEV merupakan SUV berteknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) dari Mitsubishi Motors ini memadukan mesin 2.4-l DOHC MIVEC berdaya 126 hp dan torsi 199 Nm dengan baterai listrik 13,8 kWh dan motor di bagian depan dan belakang. Untuk motor penggerak bagian depan berdaya 80 hp dengan torsi 199 Nm, sedangkan untuk motor penggerak bagian belakang bertenaga 93 hp dengan torsi 195 Nm. Keunggulan mobil berpenggerak empat roda ini adalah bisa menjadi generator untuk menyalurkan tenaga listrik cadangan hingga 1.500 Watt. Harga : Rp 890 juta.

Baca juga: BMW Seri 5 PHEV Jadi Armada Baru Mobil Diplomat di Indonesia, Lebih Ramah Lingkungan

Nissan Leaf

Nissan

Nissan Leaf punya potensi yang tergolong mumpuni kalau membaca daftar spesifikasi. Dengan baterai 40 kWh, ia diklaim sanggup menempuh jarak sampai 311 km – berdasarkan hasil uji coba New European Driving Cycle (NEDC). Dengan harga listrik per kWh yang relatif rendah pun diekspektasikan pengoperasiannya lebih murah dari mobil konvensional. Harga: Mulai Rp 649.000.000

Tesla

Merek Tesla masuk ke Indonesia melalui Prestige Image Motorcars. Di sektor mobil listrik, Tesla hadir dengan seluruh varian Tesla Model 3, termasuk model facelift yang baru meluncur. Tesla Model 3 ini ditawarkan dalam berbagai varian, pertama adalah Standard Range Plus yang dibekali satu motor listrik berkekuatan 241 dk penggerak roda belakang. Kemampuan tempuhnya mencapai 400 km. Proses charger baterai sampai penuh butuh waktu 107 menit menggunakan kabel tipe 2. Tapi dengan Tesal Supercharger, mobil listrik ini hanya butuh waktu kurang lebih setengah jam untuk terisi sampai 80 persen. Tesla Model 3 varian Standard Range Plus bisa menempuh jarak 429 km untuk sekali pengisian. Akselerasi 0-96 kpj butuh waktu hanya 5,3 detik dengan kecepatan maksimal 225 kpj. Prestige Motorcars juga menawarkan varian Model 3 Long Range AWD dan Model 3 Performance. Harga : Rp 1,5 miliar (Tesla Model 3 Facelift), Rp 2,85 miliar (Long Range), Rp 3 miliar (Performance)

DFSK

DFSK menjadi satu-satunya pabrikan yang menawarkan kendaraan komersial dengan penggerak listrik. Yap, DFSK Gelora hadir untuk konsumen Indonesia. Ada dua varian yaitu Mini Bus dan Blind Van. Dimensi (pxlxt) 4500 x 1680 x 2000 mm, Wheelbase 3050 mm dan berat 1.575 kg (MB) dan 1.500 kg (BV). Ia menggunakan Permanent Magnet Synchronous Motor dengan baterai Lithium Iron Phosphate 42 kWH yang memberikan 60 kwh pada 9000 rpm dan torsi 80 Nm pada 200 rpm. Kemampuan isi baterainya lewat quick charging SOC hingga 80 persen butuh 80 menit, sedangkan pengisian standar hingg 8 jam. Harga: Rp 510 juta (DFSK Gelora E-MB) dan Rp 480 juta (Gelora E-BV).

Wuling Nano

Wuling

Wuling Motors Indonesia (Wuling) memang belum secara resmi menjual mobil listrik. Namun pabrikan asal Cina itu juga sudah menyatakan ancang-ancang memproduksi mobil listrik di Indonesia. Model yang berpotensi yakni mobil listrik yang sudah dipasarkan di Tiongkok sana seperti E100, E200, E300, hingga Mini EV.

Beberapa waktu lalu, Menteri Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, mengunjungi pabrik Wuling Motor di Cikarang, Jawa Barat. Kunjungan pada 30 September 9/2021 tersebut dalam rangka memberi dukungan kepada Wuling untuk bersama memasuki era elektrifikasi kendaraan listrik di Indonesia.

Sesuai agenda, Menko Menves dan Menhub mengajak Wuling bekerja sama di bidang kendaraan listrik termasuk infrastrukturnya. Wuling sendiri sudah memiliki rencana ke depan perkembangan kendaraan listrik yang sudah dipasarkan di Tiongkok beserta ragam teknologi yang dimiliki tiap-tiap lini mulai dari E100, E200, E300 hingga Mini EV yang menjadi nomor 1 di Negeri Tirai Bambu dengan penjualan 200.000 unit dari Januari hingga Juli 2021.

President Director Wuling Motors, Shi Guoyong dan Vice President Wuling Motors Arif Pramadana menyambut para menteri sembari memperlihatkan proses produksi kendaraan Wuling yang menerapkan Global Manufacturing System (GMS). "Kami serius untuk membawa teknologi dan juga berinvestasi dalam rangka memasuki era elektrifikasi kendaraan. Tentunya, Wuling juga membutuhkan dukungan dari pemerintah untuk bersama-sama mengembangkan ekosistem EV di Indonesia," kata Guoyong. (RAJU)

Baca juga: Wuling Nano EV Debut di China, Lengkapi Lini Mobil Listrik Mungil dan Murah

Mobil Wuling Pilihan

  • Upcoming

Updates

Artikel lainnya

New cars

Artikel lainnya

Drives

Artikel lainnya

Review

Artikel lainnya

Video

Artikel lainnya

Hot Topics

Artikel lainnya

Interview

Artikel lainnya

Modification

Artikel lainnya

Features

Artikel lainnya

Community

Artikel lainnya

Gear Up

Artikel lainnya

Artikel Mobil dari Oto

  • Berita
  • Artikel Feature
  • Road Test

Artikel Mobil dari Zigwheels

  • Motovaganza
  • Review
  • Artikel Feature