Dilelang Rolls-Royce Shooting Brake Langka, Kisah Penemuannya Unik

GEORGIA, Carvaganza – Bagi kalangan car enthusiast dan pecinta mobil klasik, mungkin akrab dengan Rolls-Royce Shooting Brake lansiran tahun 1933 milik Arlan Ettinger, Presiden Guernsey’s Auctions House. Mobil tersebut sudah sering tampil di sejumlah event Concours bergengsi dan menyabet ragam penghargaan.

Kini mobil yang sangat langka itu bakal dilelang oleh sang pemilik rumah lelang. Lelang akan dilakukan secara virtual pada tanggal 12 Mei pukul 15.00 waktu USA dan bisa ditonton secara live di www.Liveauctioneers.com. Untuk harga lelang diestimasi antara US$ 80.000 sampai US$ 120.000.

Rolls-Royce langka ini menyimpan kisah perburuan yang unik sehingga bisa dimiliki Ettinger. Pasalnya, di awal ‘perburuan’ yang dicari sebenarnya bukan Rolls-Royce, mobil sultan ini justru ditemukan secara tidak disengaja.

Rolls-Royce Shooting Brake

Dulu kisaran tahun ’80-an, Presiden Guernsey’s Auctions Arlan Ettinger mendapat informasi dari seorang kurir barang bahwa ada seorang wanita tua di Georgia, Amerika Serikat, yang punya mobil balap Maserati tahun 1950-an. Ettinger merasa tertarik karena Ia tahu pada era itu, Maserati hanya memproduksi sekitar 20 mobil balap per tahun. Namun saat itu Ia meragukan kebenaran info yang ia dapat.

Tak lama kemudian, Ettinger mendapat telepon dari seorang picker (orang yang suka mencari barang-barang vintage dan langka) dari Georgia tentang keberadaan Maserati yang dulu ia pernah degar. Picker itu akhirnya diberi tugas khusus untuk mencari pemilik mobil balap Maserat. Dari hasil penelusuran, sang picker tak hanya menemukan Maserati klasik itu, juga mobil langka Rolls-Royce 20/25 Shooting Brake tahun 1933.

Setelah ditelusuri akhirnya ketemu. Sang pemilik, Logan Lewis, adalah seorang perempuan berusia 88 tahun saat itu. Setelah dapat nomor kontaknya, Ettinger langsung menghubunginya. Logan Lewis membenarkan bahwa Dialah pemilik mobil balap Maserati yang tersimpan di dalam gudang. Tersimpan di dalam bangunan yang terkunci sejak suaminya meninggal dunia tahun1960-an. Sejak itu, Ia tak pernah melihat isinya lagi selama hampir 25 tahun. Sang pemilik menyatakan tidak tahu model mobil tersebut, yang ia tahu mobil itu memang sangat bernilai.

Ettinger lalu menawarkan kepada Mrs. Logan agar mau menjual mobilnya dilelang dan bisa dijual dengan harga tinggi. Tapi Logan tidak mau menjualnya karena ia bilang tak butuh uang. Dari situ, berulang kali Ettinger membujuknya untuk menjual, dan selalu gagal.

Maserati TIPO 60/61 'Birdcage'
Maserati TIPO 60/61 'Birdcage'

Sukses memboyong Maserati

Pada satu kesempatan, Lewis tiba-tiba menelpon Ettinger untuk berjumpa. Dalam pertemuan itu, Lewis belum menyinggung soal penjualan mobil klasiknya. Ia malah bercerita tentang kehidupan pribadinya.

Lewis besar di Wisconsin dan menikah dengan pria dari selatan. Sejak menikah, Ia tidak pernah kembali ke tempat kelahirannya. Di sela-sela pembicaraan, Lewis memuji aksen Utara Ettinger dan memintanya untuk jangan segan-segan menelpon untuk mengobrol. Dari beberapa kali pembicaraan maupun pertemuan mereka tak pernah sekalipun menyinggung soal mobil balap Maserati yang tersimpan di gudang.

Suatu hari, Ettinger ditelpon lagi, Lewis bilang, “Masih ingat ngak Maserati yang pernah kita bicarakan dulu? Kalau mau ke sini lihat aja.” Tanpa ragu-ragu, Ettinger langsung pesan tiket penerbangan ke Macon.

Rolls-Royce Shooting Brake

“Setibanya di sana, ada gudang kecil di lahan yang cukup luas,” kenang Ettinger. “Saya sempat bersihkan pintunya dengan sekop karena tertutup kotoran. Bertahun-tahun tidak pernah dibuka. Ketika dibuka, di dalamnya terdapat sesosok Maserati yang anggun, yang dulunya adalah penerus dari Maserati ‘birdcage’ (sarang burung), salah satu mesin terindah di dunia. Saya sejak lama memimpikan mobil ini.”

Waktu ditawari harga yang begitu tinggi, Lewis sempat kaget. Ia bahkan bilang, Ettinger sudah gila membeli mobilnya dengan harga yang begitu tinggi. Lewis bahkan minta untuk menelepon istri Ettinger untuk meyakinkan dirinya apa benar Ettinger sang suami punya duit sebanyak itu untuk beli mobil klasik? Akhirnya, Ettinger sukses memboyong Maserati.

Awal jumpa Rolls-Royce Shooting Brake

“Nyonya Lewis udah seperti nenek saya,” kenang Ettinger. “Suatu hari dia telpon saya dan bilang, mau lihat mobil lainnya enggak? Saya benar-benar tak tahu apa benar ada mobil lain di gudang itu,” imbuh Ettinger. Setelah di cek, ada sekitar tujuh mobil klasik lagi yakni Jaguar SS 100 tahun 1939, Jaguar XK120 lansiran akhir 1940-an, Rolls-Royce tahun 1910-an, Chrysler dan satu Rolls-Royce shooting brake.

Tak lama setelah Ettinger melihat sisa koleksi, Lewis terkena stroke. Lewis meninggal dunia beberapa tahun kemudian. Dalam surat wasiatnya, Ia meminta Ettinger untuk melelang sisa mobil yang ada di dalam gudang. Ettinger bersedia tapi dengan satu syarat Ia juga diperbolehkan ikut menawar Rolls-Royce shooting brake. Ternyata bisa. Mobil itu akhirnya jatuh ke tangan Ettinger.

Rolls-Royce Shooting Brake 1933

Rolls-Royce shooting brake 1933 itu diyakini merupakan satu dari hanya 50 unit yang diproduksi pada masanya. Yang masih ada di dunia ini, diperkirakan sekitar 25 unit lagi. Model shooting brake pernah dimiliki oleh Andy Warhol yang kemudian dijual beberapa tahun silam dengan harga US$ 750.000. Juga dimiliki Raja Edward VIII (Duke of Windsor). Rolls-Royce shooting brake milik Ettinger dibeli oleh suami Lewis tahun 1933 di London, dan Ettinger adalah pemilik tangan kedua.

Menurut Guernsey’s Auction House, setelah Perang Dunia II, bodi orisinil Rolls-Royce tersebut digantikan oleh body shooting brake buatan Channel Islands by Jersey Coachbuilders. RR yang sangat langka ini pernah mengikuti beberapa event Concours dan meraih sejumlah penghargaan. Misalnya Best Unrestored Car, Best Rolls-Royce, People’s Choice, Best in Show dan lain-lain.
(EKA ZULKARNAIN)

Artikel yang direkomendasikan untuk anda