Carlos Ghosn Bongkar Internal Nissan: “Banyak yang Benci Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi”

Carlos Ghosn

JAKARTA, Carvaganza – Lama tidak terdengar, Carlos Ghosn kembali hadir sekaligus mempromosikan bukunya yang berjudul, Broken Alliances. Ia hadir dalam sebuah wawancara dengan Fox Business dan membicarakan tentang terobosan yang dilakukan olehnya saat menjabat sebagai CEO Nissan Global. Tapi ternyata dibalik terobosan yang dilakukan oleh Ghosn, ia menyatakan bahwa banyak yang tidak menyukainya termasuk petinggi internal Nissan. 

Salah satu langkah besar Carlos Ghosn adalah melakukan kolaborasi dengan Renault-Nissan-Mitsubishi dalam pengembangan kendaraan dan teknologi. Menurutnya, orang-orang Nissan lebih menginginkan otonomi untuk mengembangkan modelnya dibandingkan kolaborasi dengan pabrikan lain. Ghosn juga menyampaikan bahwa industri otomotif Jepang dinilai mengalami penurunan termasuk Nissan yang ia lihat mundur seperti tahun 1999. 

Pada saat menjabat sebagai CEO Nissan, Carlos Ghosn juga menyatakan bahwa saat itu ia tengah mengembangkan sebuah sistem baru dan menghasilkan banyak inovasi teknologi ke depannya. Namun hal tersebut kandas dikarenakan dirinya dituduh melakukan penyelewengan dana perusahaan dan pemalsuan laporan gaji. Ia ditangkap pada 2018 lalu namun kemudian berhasil melarikan diri dari negeri matahari terbit tersebut.

Carlos Ghosn

Namun Ghosn menyangkal bahwa ia melakukan kejahatan, menurutnya pemerintah Jepang yang keliru dalam menilai aliansi yang ia lakukan dengan Renault-Nissan-Mitsubishi. “Pemerintah Jepang dan beberapa eksekutif Jepang berpikir bahwa keseimbangan yang ada antara Perancis dan Jepang dalam aliansi ini tidak akan dihormati. Pemerintah Perancis bertindak untuk mendapatkan bagian yang jauh lebih besar di negara mereka, kata Ghosn.

Baca Juga: Punya Performa Kencang, MPV dan Minivan Ini Korban Ide Gila Pabrikan Otomotif

Selain itu, ia juga menilai bahwa perilaku para hakim dan jaksa di Jepang membuatnya sangat putus asa dan membuatnya nekat untuk memulai pelariannya yang berani. Hingga saat ini, Ghosn meninggalkan mantan wakil presiden eksekutif Nissan, Greg Kelly yang tengah diadili dan berada di tahanan Jepang.  Menurut Ghosn, Greg Kelly diadili di sana sebagai sandera sistem dengan tuduhan keterlibatan yang dianggapnya sebagai lelucon. 

Menurutnya proses peradilan ini hanya sebagai salah satu langkah pemerintah Jepang untuk menghentikan merger dan pengembangan perusahaan yang terlibat dalam kolaborasi ini. Ghosn juga menyatakan bahwa jika dirinya tetap bertahan di Jepang tidak akan mendapatkan kesempatan untuk melakukan pembelaan terhadap tuduhannya. Greg dikabarkan masih akan menunggu proses pengadilan dan akan diumumkan pada Maret 2022.

Carlos Ghosn

“Dia masih menunggu keputusan penilaian yang saya mengerti akan terjadi pada Maret 2022, yaitu tiga tahun setelah penangkapan, hanya untuk memberitahu Anda betapa artifisial langkah ini untuk menghentikan merger dan pengembangan kelompok perusahaan ini,” tutup Ghosn. 

Carlos Ghosn saat itu berhasil melarikan diri menuju Lebanon dan menetap di sana hingga saat ini. Jepang sendiri diketahui tidak memiliki jalur ekstradisi dengan Lebanon untuk melakukan penangkapan Ghosn.
ALVANDO NOYA / WH

Baca Juga: Virtual Daihatsu Festival Siap Ramaikan Akhir Pekan, Banyak Program dan Promo Menarik

Sumber: Carscoops

Mobil Nissan Pilihan

  • Upcoming

Updates

Artikel lainnya

New cars

Artikel lainnya

Drives

Artikel lainnya

Review

Artikel lainnya

Video

Artikel lainnya

Hot Topics

Artikel lainnya

Interview

Artikel lainnya

Modification

Artikel lainnya

Features

Artikel lainnya

Community

Artikel lainnya

Gear Up

Artikel lainnya

Artikel Mobil dari Oto

  • Berita
  • Artikel Feature
  • Road Test

Artikel Mobil dari Zigwheels

  • Motovaganza
  • Review
  • Artikel Feature