Begini Cerita Rolls-Royce Phantom Bespoke yang Spesial Karena Kursi Goyang

JAKARTA, Carvaganza – Belum lama ini, Rolls-Royce memperkenalkan Phantom dengan varian paling eksklusifnya selama ini, yang dibuat memanfaatkan material kayu khusus. Phantom yang menjadi pesanan khusus seorang konsumen di Amerika Serikat ini, punya elemen trim dari Kayu Koa, yang pertama kali dipakai pada produk Rolls-Royce. Keistimewaannnya itu membuat Phantom satu ini sebagai pelopor dan paling eksklusif di tahun 2021 ini.

Rolls-Royce membangun mobil ini atas pesanan seorang konsumen bernama Jack Boyd Smith Jr., yang berasal daari Indiana, Amerika Serikat. Ingin menunjukkan kelas dan seleranya dalam personalisasi mobil, pria yang disapa dengan singkatan JBS ini memesan personalisasi alias bespoke ini demi menunjukkan kecintaannya dalam merancang mobil mewah idamannya.

Rolls-Royce Phantom Boa

Phantom Extended Bespoke dengan Kayu Koa ini akan mengisi ruang garasi mewah milik keluarga Smith bersama dengan 60 mobil koleksi kesayangannya yang lain. Selain memang pecinta dan kolektor Rolls-Royce, JBS juga mengoleksi banyak mobil klasik dan vintage. Kecintaannya akan desain bahkan ditunjukkan lewat pemilihan material kayu, cat body, desain inisial, bahkan di mana peletakan logo RR pada Phantom.

Mungkin pabrikan asal Inggris ini tidak terlintas dalam pikiran akan mendapat pesanan yang sangat istimewa seperti ini. Untuk yang belum tahu, Kayu Koa adalah jenis kayu yang sangat langka berasal dari Hawaii. Jenis kayu ini kerap dipakai untuk membuat kursi goyang tua. Saking langka dan eksklusifnya personalisasi ini, diungkap JBS bahwa konfigurasi Bespoke yang diinginkannya bernilai lebih mahal daripada Phantom yang menjadi mobil basisnya itu sendiri. Dan tentu saja, yang bersangkutan tidak menyebut angka harganya.

Rolls-Royce Phantom Boa

Dalam lini opsi personalisasi alias Bespoke untuk interior saat ini, Rolls-Royce tidak menyediakan Koa Wood untuk bisa dipilih. Tidak ingin tanggung-tanggung, JBS bahkan meminta Koa dipasang sebanyak mungkin di interior, jadi bukan hanya aksen di trim dashboard atau pintu. Elemen Koa di interior dipadukan dengan nuansa warna abu-abu yang lembut, ditiru dari pesawat terbang Packard lansiran 1934.

Eksterior mobil ini tampil dengan pulas warna Packard Blue. Untuk mendapatkan warna yang diinginkannya, JBS memiliki formula warnanya sendiri, yang didapatkan setelah melewati 40 kali percobaan bersama divisi personalisasai Goodwood Bespoke. Proses yang sangat panjang dan sulit dilalui oleh Rolls-Royce demi mewujudkan warna spesial ini.

Rolls-Royce Phantom Boa

Tidak hanya melalui Kayu Koa, kecintaan JBS terhadap detail yang diterapkan pada Phantom ini juga ditunjukkan dengan memasang inisial LAS di body samping. Inisial tersebut berasal dari nama Laura Smith, wanita yang dicintai oleh Jack. Pada gelas mewah yang tersimpan dalam mobil, juga terpasang inisial nama keduanya. Bagian headlight starliner ikut menyertakan tanggal lahir JBS untuk menekankan personalisasi.

Kecintaan Jack dan Laura Smith terhadap Koa berawal saat mengetahui kelanggkaannya setelah mulai mengoleksi kursi goyang dan mangkuk salad sektiar 15-17 tahun lalu. Mereka sendiri sudah menetap di Hawaii sejak tahun 1985, dan kursi goyangnya sendiri hanya diproduksi tidak lebih dari 3 buah setiap tahunnya. Itu terkait dengan kelangkaan material kayu ini yang memiliki nuansa hangat.

Rolls-Royce Phantom Boa

Material ini diambil Rolls-Royce dari pulau Maui di Hawaii. Karakter spesial kayu ini berasal dari banyaknya bebatuan dan tanah vulkanik di Hawaii, yang memancarkan banyak warna dan karakter dari kayu Koa.

“Merupakan kehormatan bagi kami dapat mempersembahkan Rolls-Royce Phantom terbaru kepada Jack Boyd Smith, Jr. Kreasi Bespoke ini merupakan kombinsi dari koleksi mobil yang terkenal dan bersejarah. Koa Phantom merupakan sebuah bentuk keahlian luar biasa dari Rolls-Toyce Bespoke Collective. Sebuah contoh yang sangat berharga dan langka dari bahan alami, Kayu Koa,” seperti pernah disampaikan Torsten Müller-Ötvös, Chief Executive, Rolls-Royce Motor Cars.

Sementara Jack Boyd Smith mengatakan, “Kami membesarkan anak-anak kami dan dikelilingi mobil dan mereka tertulis pada mobil. Dan saya pikir terutama anak saya, dia jatuh cinta dengan mobil dan dia tahu perbedaan antara Ghost dan Phantom dalam Rolls-Royce. Kebanyakan anak tidak tahu. Menurut saya dia sedang bersiap-siap untuk mengambil alih kelanjutan warisan dari koleksi ini.”

JBS pun lalu mengaku puas dengan rangkaian koleksi mobil yang sudah dimilikinya sampai sekarang, dan tidak ingin ada sedikitpun yang ingin ia ubah. Sebagai pemelihara dan kolektor, ia merasa bahwa tugasnya adalah untuk mengembalikan mobil-mobil tersebut ke kondisi terbaiknya. WAHYU HARIANTONO / RS

Artikel yang direkomendasikan untuk anda