Pabrik Sel Baterai Hyundai & LG Resmi Beroperasi di Indonesia, Perkuat Ekosistem EV
TKDN kendaraan listrik Hyundai akan semakin tinggi, yang juga membuat harga jual semakin kompetitif.
KARAWANG, Carvaganza - Setelah dibangun sekitar tiga tahun belakangan, Hyundai Motor Group bersama LG Energy Solution meresmikan pabrik sel baterai di Karawang New Industry City (KNIC). Acara peresmian ini dihadiri oleh Direktur Utama Hyundai Motor Company, Euisun Chung, serta Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.
Pabrik baterai PT Hyundai LG Indonesia (HLI) Green Power ini diharapkan dapat mewujudkan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Dalam sambutannya, Jokowi menyatakan keyakinannya bahwa kehadiran pabrik ini menjadi tonggak penting bagi Indonesia sebagai pemain global di era kendaraan listrik.
"Hari ini kita telah memulai babak baru dalam meletakkan sebuah tonggak komitmen untuk menjadi pemain global di ekosistem EV cell battery dan juga electric vehicle. Kita memiliki sumber daya alam yang melimpah, tapi berpuluh tahun hanya diekspor dalam bentuk raw material. Sekarang dengan dibangunnya smelter, pabrik cell baterai, dan kendaraan listrik, kita akan menjadi pemain global yang penting dalam global supply chain kendaraan listrik," ujar Jokowi.
Jokowi juga memuji Euisun Chung yang menginisiasi visi masa depan industri EV di Indonesia pada masa pandemi. Chung meyakini langkah mendirikan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia adalah keputusan yang tepat. Dalam sambutannya, Chung menyatakan bahwa Hyundai Motor Group akan terus memperdalam kemitraan dengan pemerintah Indonesia dan menjelajahi batas baru untuk mobilitas, termasuk solusi hidrogen dan mobilitas udara masa depan.
Baca Juga: Pabrik Suzuki Indonesia Libatkan Ribuan Supply Chain, Kandungan Lokal Sudah 85%
Chung juga menyebutkan bahwa rencana pembangunan ibu kota baru Nusantara dengan mobilitas masa depan menjadi salah satu alasan penting bagi kemitraan ini.
"Baru-baru ini saya mendengar kendaraan listrik akan menjadi transportasi utama di Ibu Kota baru Nusantara. Ini adalah kepemimpinan masa depan, tetapi bukan hal yang mengejutkan," ucapnya.
Keuntungan Pabrik Baterai
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menyatakan bahwa produksi ekosistem baterai lithium dan kendaraan listrik dari pabrik ini akan mengurangi impor bahan bakar minyak sebesar 45 juta liter per tahun dan menghemat subsidi BBM sebesar Rp131 miliar per tahun.
"Pembentukan ekosistem baterai lithium dan industri kendaraan listrik ini tidak hanya menempatkan Indonesia sebagai pemimpin di kawasan, tapi juga menggarisbawahi dedikasi kita untuk mengurangi emisi karbon serta meningkatkan kualitas udara serta meningkatkan hidup keluarga kita," ujar Luhut.
Pabrik ini memiliki kapasitas produksi mencapai 50.000 unit yang akan digunakan pada produk Hyundai Kona EV terbaru, dan diperkirakan dapat mengurangi emisi CO2 sekitar 160.000 ton per tahun. Luhut juga menjelaskan bahwa penggunaan baterai produksi dalam negeri akan menambah nilai Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) kendaraan bermotor listrik berbasis baterai dari 40 persen menjadi 80 persen.
Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, menambahkan bahwa kehadiran perusahaan besar seperti Hyundai dan LG dari Korea Selatan sejalan dengan arahan pemerintah yang mengincar sektor hilirisasi dalam industri. Korea Selatan telah berinvestasi sebesar Rp195 triliun sejak 2019 hingga 2023.
Investasi pabrik sel baterai untuk kendaraan listrik ini mencapai Rp45,88 triliun atau sekitar 3,1 miliar dolar AS. Proyek ini terintegrasi dengan proyek Grand Package hulu hilir baterai dan memiliki kapasitas hingga 30 GWh.
Pembangunan PT HLI Green Power dilakukan dalam dua fase. Fase pertama menelan investasi sebesar 1,1 miliar dolar AS atau sekitar Rp16,28 triliun dengan kapasitas produksi 10 GWh dan produk komersial dimulai pada April 2024. Fase kedua dimulai pada Januari 2024 dengan produksi komersial pada Maret 2025 dan kapasitas produksi sebesar 20 GWh. Nilai investasi tahap kedua ini sebesar 2 miliar dolar AS atau sekitar Rp29,6 triliun.
PT HLI Green Power merupakan perusahaan kerjasama antara Hyundai Motor Company, LG Energy Solution, dan PT Indonesia Battery Corporation (IBC).
(SETYO ADI / WH)
Baca Juga: Jadi EV Murah, Hyundai Inster Punya Spek Terbilang Lengkap
Featured Articles
- Latest
- Popular
Artikel yang mungkin menarik untuk Anda
Mobil Hyundai Pilihan
- Latest
- Upcoming
- Popular
Updates
New cars
Drives
Review
Video
Hot Topics
Interview
Modification
Features
Community
Gear Up
Artikel Mobil dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
- Road Test
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Review
- Artikel Feature


