Beranda Drives TEST DRIVE: BMW X3 sDrive20i, Makin Asyik!

TEST DRIVE: BMW X3 sDrive20i, Makin Asyik!

TANGERANG, 21 Maret 2019 BMW X3 varian termurah sudah dihadirkan BMW Indonesia bagi konsumen yang ingin memiliki SUV pabrikan asal Jerman tersebut. SUV ini diberi nama BMW X3 sDrive20i. Meski berlabel temurah, namun bukan berarti mobil ini tidak berkualitas. Label lebih murah ini hanya sebutan Carvaganza karena X3 varian baru ini dijual lebih murah dari varian sebelumnya dan beberapa fitur dikurangi.

BMW Indonesia memberikan kesempatan terbatas bagi media, termasuk Carvaganza untuk menjajal BMW X3 sDrive20i. Mesin yang digunakan masih sama yaitu BMW TwinPower Turbo 2.0 liter 4-silinder dengan tenaga maksimum 184Hp dan torsi 290Nm. Begitu pun system transmisi dengan streptonic 8-kecepatan, hanya saja varian baru ini berpenggerak roda belakang tidak lagi All Wheel Drive.

Sentuhan baru pada model BMW sDrive20i mulai dari eksterior yang kini sudah banyak mengadopsi warna hitam mulai grill, trim bumper sewarna bodi, twin tailpipe dan LED 3D pada bagian stop lamp untuk memperkuat penampilan sporty. Kemudian untuk velg masih tetap sama berdiameter 19 inci namun desainnya kini satu warna.

Sebelum mengemudi, saya sempat merasakan duduk di bangku baris kedua. Rasa nyaman karena jok yang dibalut kulit tetap melekat dan dapat di reclaining. Hanya saja tidak adanya panoramic sunroof pada varian sDrive20i ini membuat penumpang belakang harus lebih fokus melihat ke sisi depan atau hanya ke samping.

Tanpa lama saya bergantian dengan media lain yang turut mencobanya, raungan mesin yang sama dengan varian sebelumnya terasa seperti mesin diesel padahal ia bermesin bensin. Tiga mode berkendara masih tersedia mulai dari Eco, Comfort dan Sport yang juga dapat diatur individu sesuai keinginan pengendara.

Baca juga: BMW X3 Varian Baru, Lebih Sporty dan Lebih Ringan

Berlokasi seperti biasa di sirkuit BSD City, Tangerang yang sudah diubah menjadi jalan umum kembali saya mencoba mode comfort pertama kali. Ia terasa lebih halus dan smooth saat pedal gas diinjak perlahan pada awal berjalan. Namun ia cukup mengasyikkan ketika saya kick down ia lebih agresif.

Tanpa lama mode sport saya coba. Raungan menjadi lebih galak di dalam kabin, pergerakan transmisi semakin rapat dan pendek-pendek. Meskipun tidak segalak mesin M sport. Mobil lebih terasa agresif dan asyik dikendarai. Penggerak yang hanya roda belakang rasanya menyenangkan dan ketika di kick down saat berbelok cukup bertenaga dan nikmat untuk diajak drifting.

Sayangnya, suspensi menjadi taruhannya. Varian xDrive karena penggerak empat roda lebih terasa stabil saat berbelok karena pembagian torsinya lebih merata.

Tapi untuk varian sDrive tentu membuat kita lebih fokus saat berbelok karena bobot hanya di roda belakang. Bobot yang ringan itu membuatnya ia berakselerasi dari diam hingga 100 km/jam hanya 8,2 detik lebih cepat 0,1 detik dari varian xDrive.

Klaim BMW menyebut, varian baru ini memiliki bobot 2420 Kg lebih ringan 35 Kg dari varian sebelumnya yang memiliki bobot 2455 Kg.

BMW Indonesia membanderol sDrive20i ini seharga Rp 909 juta off the road dan untuk xDrive20i xLine dijual Rp 1,019 miliar off the road.

VALDO PRAHARA