Sengatan dari Maranello, Ferrari Luce Resmi Mendebut Padukan Desain Radikal dan Tenaga 1.113 HP
Super Sedan Lima Penumpang Ini Mengadopsi Arsitektur Finansial dan Teknis Baru yang Siap Mengusik Kemapanan EV Dunia
ROMA, Carvagana - Menolak untuk sekadar mengekor regulasi, Ferrari secara resmi membuka lembaran paling radikal dalam sejarah panjangnya lewat peluncuran global Ferrari Luce. Ini adalah kendaraan listrik murni (Battery Electric Vehicle / BEV) pertama produksi massal dari jenama berlogo kuda jingkrak. Diperkenalkan sebagai model produksi untuk tahun fiskal 2027, kehadiran Luce menjadi pembuktian bahwa Maranello tidak sedang main-main dalam merespons pergeseran lanskap industri otomotif global ke arah niremisi.
KEY TAKEAWAYS
Berapa output performa dan kemampuan akselerasi dari Ferrari Luce?
Menggunakan empat motor listrik terintegrasi, Ferrari Luce mampu menghasilkan daya total sebesar 1.113 hp (1.128 PS) dan sanggup menuntaskan akselerasi 0-100 km/jam dalam waktu 2,5 detikBerapa kapasitas baterai serta jarak tempuh terjauh dari super sedan elektrik ini?
Ferrari Luce dilengkapi baterai berkapasitas 122 kWh bersel NMC dari SK On, yang mampu memberikan daya jelajah lebih dari 529 kilometer berdasarkan standar pengujian WLTP
Foto: Ferrari
Pendekatan rancang bangun yang dianut Ferrari di proyek berkode internal "Luce" ini tergolong tidak konvensional. Mereka tidak mengonversi platform internal combustion engine (ICE) yang sudah ada, melainkan merekayasa arsitektur elektrik murni berspesifikasi tegangan tinggi 880 Volt dari nol. Ia akan dirakit secara eksklusif di fasilitas manufaktur teranyar mereka yang dinamakan E-Building. Tidak ada kolaborasi dengan pabrikan. Murni in-house alias hasil rancangan dan produksi sendiri
Kolaborasi LoveFrom
Salah satu kejutan terbesar di balik pengembangan estetika Ferrari Luce adalah keterlibatan firma desain independen, LoveFrom, yang dipimpin oleh desainer legendaris mantan bos desain Apple, Sir Jony Ive, dan Marc Newson. Intervensi mereka melahirkan sebuah eksterior dengan pendekatan minimalis yang radikal, namun tetap terikat kuat dengan warisan aerodinamika. Postur bodinya dirancang sangat pipih untuk mengejar angka koefisien hambatan udara (drag coefficient) paling rendah dalam sejarah mobil jalan raya Ferrari.
Foto: Ferrari
Meski tanpa banyak sayap maupun komponen pelancar aliran udara lain, drag coefficient dihasilkan cuma 0,254. Lorong angin besar di bonnet berperan besar menghasilkan angka ini. Selain beberapa detail yang diperhitungkan dengan sangat teliti agar tetap mempertahankan desain minimalisnya.
Secara dimensi, Luce memiliki panjang keseluruhan 5.026 mm, lebar 1.999 mm, dan tinggi 1.544 mm. Proporsi ini membuatnya sedikit lebih panjang dibandingkan Purosangue, namun atap dipangkas dua inci lebih rendah. Kabin penumpang didorong jauh ke area depan (cab-forward design) di atas sasis berbahan all-aluminum. Karakter visualnya dipertegas lewat mekanisme bukaan pintu tengah (center-opening doors), pelek berukuran masif (23 inci di depan dan 24 inci di belakang) dengan opsi desain turbin aero, serta lampu utama dan buritan yang menyatu mulus di balik panel gelap saat sistem mati.
Foto: Ferrari
Masuk ke dalam kabin, sentuhan minimalis Jony Ive kembali terlihat. Ferrari dengan sengaja menghindari tren over-display yang banyak dianut mobil listrik modern masa kini. Kabin Luce merupakan perpaduan antara panel digital OLED bersolusi tinggi dengan tombol kontrol mekanis yang kental dengan sensasi taktil. Lingkar kemudi berbahan aluminium bergaya retro dikelilingi jajaran tombol fisik. Bahkan, panel instrumen digitalnya dibingkai dengan cincin logam fisik sejati untuk memelihara aspek mekanikal klasik.
Rekayasa Powertrain In-House Berteknologi Formula One
Sektor performa menjadi parameter pembuktian bahwa DNA kecepatan Ferrari tidak luntur oleh arus elektrifikasi. Powertrain Luce dikembangkan sepenuhnya secara in-house dengan mengadopsi konfigurasi empat motor listrik bertipe radial-flow permanent-synchronous. Ada 4 motor yang terbagi di setiap roda. Susunan motor tersebut menerapkan sistem Halbach array. Sebuah teknologi pengarah fluks magnetik ke stator yang diadopsi langsung dari unit daya Formula One guna memaksimalkan densitas torsi.
Foto: Ferrari
Kombinasi sistem penggerak semua roda (AWD) mampu memuntahkan tenaga masif hingga 1.113 tenaga kuda (1.128 PS). Dengan kemampuan akselerasi dari diam hingga 100 km/jam tuntas dalam tempo 2,5 detik saja. Energi mekanis tersebut disuplai oleh paket baterai NMC berkapasitas bersih 122 kWh yang dikembangkan mandiri oleh Ferrari dengan sel pasokan dari SK On.
Ditempatkan secara merata di lantai sasis, penempatan baterai sukses mereduksi pusat gravitasi (center of gravity) hingga 95 mm lebih rendah dibanding Purosangue. Serta menghasilkan distribusi bobot ideal 47:53. Dengan arsitektur 880V, pengisian daya kilat menggunakan infrastruktur pengisi daya 350 kW mampu mengembalikan daya jangkau WLTP yang diklaim mencapai lebih dari 529 kilometer. Untuk menghemat konsumsi energi, motor listrik bagian depan akan otomatis terputus saat mobil berada dalam kondisi melaju konstan (cruising).
Foto: Ferrari
Di sektor pengendaraan, dinamika lateral kendaraan dikontrol secara presisi oleh sistem suspensi aktif berbasis kelistrikan 48 Volt. Kecepatan reaksi dari peredam kejut aktif ini diklaim sangat instan, sehingga Ferrari mampu mengeliminasi penggunaan batang penstabil (anti-roll bars) fisik tanpa mengorbankan stabilitas saat bermanuver tajam. Pengendalian tersebut masih disempurnakan lagi dengan fitur kemudi empat roda (four-wheel steering) dan manajemen torque vectoring independen di kedua poros roda.
Ferrari Luce dijadwalkan memulai pengiriman unit perdananya untuk pasar Eropa pada akhir tahun ini. Disusul pasar Amerika Serikat pada awal tahun 2027 dengan banderol harga dasar mulai dari €550.000 (atau berkisar Rp9,5 miliar). Kelahiran Luce seolah mengirimkan sinyal tegas ke pasar global. Bahwa era listrik di tangan Ferrari tidak hanya bicara soal efisiensi baterai, melainkan level tertinggi dari perpaduan performa, kemewahan, dan seni desain industri modern. (ANINDIYO PRADHONO)
Baca Juga: Ferrari Amalfi Untuk Miliarder yang Peduli Gaya Tanpa Pamer
Featured Articles
- Latest
- Popular
Artikel yang mungkin menarik untuk Anda
Mobil Ferrari Pilihan
- Popular