ELECTRIA: Mengenal Lebih Dekat Istilah Pengujian CLTC, WLTP dan NEDC

Memberikan panduan bagi pengguna mobil listrik, mana standar pengujian yang mendekati angka riil.

New Toyota bZ4X

JAKARTA, Carvaganza - Jarak tempuh mobil listrik dalam satu kali pengisian daya (range) kerap menjadi perhatian pemilik EV. Angka-angka range yang diklaim produsen EV tersebut disebutkan secara terang dalam spesifikasi pabrikan. Nah biasanya angka itu didasarkan pada standar pengujian internasional seperti CLTC atau WLTP.

KEY TAKEAWAYS

  • Apa kepanjangan dari standar pengujian CLTC?

    China Light-duty Vehicle Test Cycle yang merupakan standar pengujian range mobil yang kerap diadopsi oleh kendaraan listrik dari Cina.
  • Bagaimana cara pengujian dengan standar NEDC (New European Driving Cycle)?

    Pengujiannya cukup singkat hanya 20 menit di atas dynamometer atau biasa disebut rolling road.
  • Standar pengujian tersebut tentunya mengalami perbedaan. Bahkan perbedaan itu juga dirasakan jika dibandingkan denan performa kendaraan di jalan raya.

    Perbedaan antara klaim laboratorium (pabrikan) dengan kondisi nyata di lapangan bukan berarti produsen kendaraan memberikan informasi yang menyesatkan. Melainkan disebabkan oleh berbagai variabel lingkungan yang selalu berubah.

    Baca juga: ELECTRIA: Ini 5 Penyebab Baterai Mobil Listrik Cepat Habis

    Test Drive Wuling BinguoEV Wuling Binguo

    Standar CLTC dari Negeri Tirai Bambu

    CLTC merupakan singkatan dari China Light-duty Vehicle Test Cycle (CLTC). Merupakan standar pengujian yang kini banya diadopsi oleh produsen mobil listrik asal Cina. Standar ini dirancang secara khusus untuk mencerminkan kondisi lalu lintas di kota-kota besar di Tiongkok, yang umumnya padat dan penuh dengan situasi berhenti-berjalan (stop-and-go).

    Di dalam prakteknya, hasil dari pengujian ini jarak tempuh yang dicapai cenderung menjadi yang paling tinggi atau terlihat lebih optimistis dibandingkan standar pengujian lainnya. Bagi pengguna kendaraan listrik di Indonesia, terutama di Jakarta yang kerap level kemacetannya parah, CLTC mungkin bisa lebih relevan dan mendekati kenyataan.

    WLTP: Standar Global yang Lebih Mendekati Realita

    Berlawanan dengan CLTC, Worldwide Harmonized Light Vehicles Test Procedure (WLTP) dirancang secara global dengan metode pengujian yang lebih ketat dan beragam. Standar ini meliputi pengujian pada berbagai tingkat kecepatan. Mulai dari simulasi berkendara di area perkotaan, pinggiran kota, hingga jalan tol yang menuntut konsumsi energi lebih tinggi.

    WLTP sering dianggap sebagai standar yang lebih realistis karena memperhitungkan beban akselerasi yang lebih besar serta durasi berkendara dalam kecepatan tinggi yang lebih panjang. Jika Anda menemukan spesifikasi mobil listrik dengan label WLTP, biasanya nilai yang tercantum akan lebih rendah sekitar 10 hingga 15 persen dibandingkan dengan nilai CLTC pada model yang sama.

    Baca juga: ELECTRIA: Langkah Mudah Optimalkan Efisiensi Baterai EV Saat Mudik

    Baterai Denza D9 Denza D9

     

    NEDC (New European Driving Cycle)

    Standar pengujian laboratorium yang digunakan untuk mengukur konsumsi BBM, emisi karbon CO2 dan jarak tempuh mobil listrik. Umumnya digunakan di Eropa sampai tahun 2018. Metode pengujian ini sekarang sudah banyak ditinggalkan karena dianggap menghasilkan angka yang tidak mendekati fakta di lapangan. Alias angkanya lebih tinggi dibandingkan dengan fakta berkendara di lapangan.

    Pengujiannya cukup singkat hanya 20 menit di atas dynamometer atau biasa disebut rolling road. Dikritik karena kecepatannya rendah dan akselerasinya terlalu halus, tidak menggambarkan jalanan riil. Sekarang sudah tidak banyak pabrikan yang menggunakan standar ini karena kurang riil.

    Mengapa Jarak Tempuh Harian Sering Kali Lebih Rendah?

    Pada pemakaian harian atau perjalanan jauh dengan mobil listrik, pengguna sebaiknya jangan terpatok pada standar pengujian di atas. Meskipun WLTP sudah cukup mendekati kondisi nyata, pemakaian di lapangan tetap dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal. Kalau di Indonesia salah satu satu variabel terbesarnya adalah penyejuk udara (AC) yang bekerja ekstra keras untuk melawan suhu tropis yang panas.

    Selain faktor eksternal, hasil konsumsi energi itu dipengaruhi pula oleh faktor internal. Seperti gaya mengemudi seseorang. Misal melakukan akselerasi tiba-tiba serta penggunaan ban dengan tekanan udara yang tidak sesuai, dapat mengurangi kapasitas baterai secara signifikan.

    Beban kendaraan juga berpengaruh. Seperti membawa penumpang yang terlalu banyak dan barang bawaah yang penuh ketika bepergiaan jauh. Hal itu bisa mengurangi jarak tempuh kendaraan dari yang diklaim oleh pabrikan lewat standar pengujiannya.

    Baca juga: ELECTRIA: 9 Hal Yang Wajib Diketahui Jika Mudik Dengan Mobil Listrik

    Changan Deepal S07 Changan Deepal. Foto: Oto Group / Zenuar

    Cara Mengestimasi Jarak Riil

    Sekarang pertanyaannya, bagaimana cara yang paling peace of mind alias tidak ribet memprediksi jarak tempuh kendaraan listrik? Yang paling aman adalah gunakan sekitar 80 persen dari angka klaim WLTP sebagai acuan dasar.

    Kalau mobil listrik Anda mengacu pada standar CLTC, disarankan mengandalkan pada 70 persen dari angka yang klaim standar pengujian ini agar mobil tidak kehilangan energi di pertengahan jalan.

    Jika Anda melakukan perjalanan jauh dengan EV, disarankan untuk melakukan perencanaan dulu dan mapping kehadiran stasiun pengisian daya listrik (SPKLU) di rute yang bakal Anda lewati dengan jarak setiap 200 sampai 300 kilometer. Range ini tergantung pada jarak yang dapat ditempuh oleh kendaraan listrik dalam satu kali pengisian penuh. Jika perencanaan itu sudah disusun matang, Anda akan lebih tenang dalam berkendara sehingga mengurangi range anxiety. (SETYO ADHI/EK)

    Baca juga: ELECTRIA: Mengenal Daya Tahan Baterai Dan Satuan Energi Mobil Listrik

    Baca juga: Dominasi Teknologi dan Inovasi: BYD Pimpin Revolusi Kendaraan Listrik di IIMS 2026

    Featured Articles

    Read All

    Artikel yang mungkin menarik untuk Anda

    Mobil Pilihan

    • Upcoming

    Updates

    Artikel lainnya

    New cars

    Artikel lainnya

    Drives

    Artikel lainnya

    Review

    Artikel lainnya

    Video

    Artikel lainnya

    Hot Topics

    Artikel lainnya

    Interview

    Artikel lainnya

    Modification

    Artikel lainnya

    Features

    Artikel lainnya

    Community

    Artikel lainnya

    Gear Up

    Artikel lainnya

    Artikel Mobil dari Oto

    • Berita
    • Artikel Feature
    • Advisory Stories
    • Road Test

    Artikel Mobil dari Zigwheels

    • Motovaganza
    • Tips
    • Review
    • Artikel Feature