Ekspor Toyota Indonesia 2025: SUV dan MPV Jadi Motor Utama, Nyaris Sentuh 300 Ribu Unit
Toyota Indonesia mengekspor sebanyak 298.457 unit, naik 8% dari tahun sebelumnya.
JAKARTA, Carvaganza - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mencatatkan prestasi gemilang sepanjang tahun 2025. Berdasarkan laporan tahunan perusahaan, Toyota berhasil mengekspor sebanyak 298.457 unit kendaraan, hampir mencapai target 300 ribu unit dalam periode Januari hingga Desember.
KEY TAKEAWAYS
Model apa yang paling banyak diekspor oleh Toyota?
Kategori SUV (Fortuner, Rush, Raize, Yaris Cross) menjadi penyumbang terbesar dengan total 139.552 unit.Bagaimana perkembangan ekspor mobil hybrid (listrik) Toyota?
Ekspor kendaraan elektrifikasi (HEV) seperti Innova Zenix HEV dan Yaris Cross HEV meningkat 23% menjadi total 22.868 unit pada 2025.Data Gaikindo menunjukkan bahwa performa ini mengalami kenaikan sebesar 8% dibandingkan tahun 2024 yang tercatat di angka 276.089 unit. Secara konsisten sejak 2020, Toyota terus menjadi kontributor utama dengan menyumbang sekitar 60% dari seluruh ekspor kendaraan utuh (Completely Built Up/CBU) dari Indonesia.
Foto: Toyota
Rincian Kinerja Ekspor Toyota
Model Mesin Konvensional (ICE)
- SUV: (Fortuner, Rush, Raize, Yaris Cross) 139.552 unit
- MPV: (Kijang Innova Zenix, Avanza, Veloz) 81.905 unit
- Hatchback: (Agya) 33.675 unit
- Komersial: (Town/Lite Ace) 20.457 unit
Model Elektrifikasi (HEV)
- Kijang Innova Zenix HEV, 13.343 unit
- Yaris Cross HEV, 9.525 unit
Baca Juga: Bburago Bakal Lebih Serius Garap Pasar Indonesia, Fokus Lokalisasi dan Ekspansi Skala
Kontribusi terhadap Ekonomi Nasional
Keberhasilan Toyota ini sejalan dengan pertumbuhan industri otomotif nasional yang secara total berhasil mengapalkan 518.212 unit kendaraan ke luar negeri pada 2025. Sejak mulai mengekspor pada tahun 1987, Toyota Indonesia telah mengirimkan lebih dari 3,1 juta unit kendaraan ke lebih dari 100 negara di berbagai benua.
“Prestasi ekspor Toyota Indonesia yang hampir menyentuh angka 300 ribu unit ini, dapat kami capai berkat dukungan pemerintah Indonesia, masyarakat, stakeholder. Serta peran rantai pasok industri otomotif nasional yang kuat dari hulu dan hilir. Kami meyakini peningkatan ekspor produk otomotif sepanjang 2025 dari kendaraan ICE maupun elektrifikasi. Dapat memperkuat fondasi industri otomotif Indonesia. Serta menambah kontribusi bagi neraca dagang nasional. Hal ini mengingat peran sektor otomotif sebagai salah satu tulang punggung pertumbuhan ekonomi,” ujar Nandi Julyanto, Presiden Direktur PT TMMIN.
Foto: Toyota
Tren Kendaraan Listrik (Hybrid) Meningkat
Model seperti Kijang Innova Zenix dan Yaris Cross, baik versi bensin maupun hybrid, menjadi produk paling diminati di pasar global. Ekspor kendaraan elektrifikasi (HEV) buatan anak bangsa meningkat signifikan sebesar 23% dibanding tahun 2024, mencapai angka 22.868 unit.
“Jadi, pencapaian ini tidak dapat diraih melalui proses singkat, tetapi membutuhkan kerja keras dan dedikasi panjang. Perjalanan membangun industri otomotif nasional dimulai dari aktivitas impor pada 1970-an. Kemudian melakukan produksi dalam skala besar mulai dari mesin, komponen, alat bantu produksi dan kendaraan utuh. Seiring peningkatan tingkat kandungan lokal yang telah mencapai 80 persen. Kami turut mendukung penguatan industri otomotif nasional melalui produksi dan ekspor kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE). termasuk sejumlah model elektrifikasi seperti Kijang Innova Zenix HEV dan Yaris Cross HEV,” pungkas Bob Azam, Wakil Presiden Direktur PT TMMIN.
(ANJAR LEKSANA / WH)
Baca Juga: Refleksi Pameran Otomotif: Inchcape Sebut Hybrid dan Diesel Modern Masih Jadi Kunci Dekarbonisasi
Featured Articles
- Latest
- Popular
Artikel yang mungkin menarik untuk Anda
Mobil Toyota Pilihan
- Latest
- Popular
Updates
New cars
Drives
Review
Video
Hot Topics
Interview
Modification
Features
Community
Gear Up
Artikel Mobil dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
- Road Test
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Review
- Artikel Feature