Refleksi Pameran Otomotif: Inchcape Sebut Hybrid dan Diesel Modern Masih Jadi Kunci Dekarbonisasi
Berdasarkan studi Inchcape 2025, sentimen positif di Indonesia mencapai 88%, lebih tinggi dibandingkan rata-rata wilayah Asia-Pasifik yang berada di angka 83%.
JAKARTA, Carvaganza - Pasca gelaran IIMS 2026, arah elektrifikasi di Indonesia menunjukkan kematangan baru. Fokus industri kini tidak lagi terbatas pada kendaraan listrik murni (BEV), melainkan bergeser ke arah dekarbonisasi yang lebih inklusif melalui strategi diversifikasi teknologi atau multi-pathway.
KEY TAKEAWAYS
Mengapa mobil diesel masih dianggap relevan oleh Inchcape?
Melalui peluncuran Tank 500 Diesel, Inchcape membuktikan bahwa mesin diesel modern dengan emisi rendah tetap dibutuhkan untuk skenario penggunaan tertentu, terutama untuk kebutuhan off-road atau perjalanan jarak jauh di wilayah yang infrastruktur pengisian listriknya belum merata.Model apa saja yang paling laris dari portofolio Inchcape sepanjang 2025?
Model yang mendominasi penjualan antara lain Ora 03 (BEV), Tank 300 Diesel 4x4, dan Tank 300 Hybrid.Data pendukung muncul dari riset global Drivers of Change yang dirilis Inchcape pada Februari 2025. Studi di tujuh negara Asia-Pasifik ini mengungkap bahwa konsumen Indonesia memiliki optimisme tertinggi terhadap kendaraan energi baru (NEV). Sebanyak 88% responden domestik menunjukkan sentimen positif, angka yang melampaui rata-rata regional sebesar 83%.
Foto: Oto Group / Ardiantomi
Rasionalitas Konsumen dalam Transisi Energi
Meski minat sangat tinggi, masyarakat Indonesia tetap bersikap realistis dalam mengadopsi teknologi baru. Riset mencatat bahwa harga masih menjadi faktor penentu utama bagi 68% responden. Selain itu, daya tahan baterai (40%) serta kesiapan infrastruktur pengisian daya (34%) menjadi pertimbangan krusial sebelum beralih ke kendaraan listrik.
“Survei ini menunjukkan bahwa konsumen Indonesia mendekati elektrifikasi secara deliberatif dan kontekstual. Tingkat sentimen positif sebesar 88% mencerminkan kepercayaan publik terhadap arah elektrifikasi. Pada saat yang sama, keputusan pembelian tetap mempertimbangkan keterjangkauan, akses infrastruktur, dan kebutuhan mobilitas sehari-hari,” ujar Bagus Susanto, Interim Managing Director Inchcape Indonesia.
Baca Juga: Alasan Keselamatan, Cina Larang Gagang Pintu Mobil Tersembunyi Mulai 2027
Tren pasar sepanjang 2025 mengonfirmasi hal ini. Walaupun pangsa pasar mobil listrik murni melesat dari 5% ke 12%, segmen mobil hybrid dan plug-in hybrid tetap menunjukkan pertumbuhan yang stabil dan konsisten.
Diversifikasi Teknologi: Jawaban atas Kondisi Geografis
Mengingat kondisi geografis Indonesia yang sangat luas, Inchcape memandang bahwa menyediakan berbagai opsi mesin adalah keharusan. Sebanyak 36% responden regional bahkan menilai teknologi hybrid sebagai solusi paling ideal saat ini karena keseimbangan antara efisiensi biaya dan aspek keberlanjutan.
Bagus Susanto menegaskan bahwa fleksibilitas adalah inti dari strategi perusahaan.
Foto: GWM
“Strategi kami berfokus pada penyediaan berbagai opsi teknologi, bukan menetapkan satu jalur tunggal. Pendekatan terdiversifikasi memungkinkan elektrifikasi berkembang selaras dengan kesiapan infrastruktur dan preferensi konsumen,” jelas Bagus.
Wujud nyata dari strategi ini terlihat di IIMS 2026 saat GWM (di bawah naungan Inchcape) meluncurkan Tank 500 Diesel. Kehadiran SUV diesel premium ini melengkapi model hybrid dan listrik yang sudah ada, sejalan dengan visi global GWM: “All Scenarios, All Powertrains, All Users.”
Lonjakan Penjualan dan Sinergi Ekosistem
Strategi menyediakan berbagai jenis mesin terbukti membuahkan hasil manis. Sepanjang 2025, Inchcape mencatat pertumbuhan penjualan wholesales hingga 105% (1.628 unit). Menariknya, komposisi penjualan sangat merata: Ora 03 (listrik murni) menyumbang 24%, disusul Tank 300 Diesel 4x4 sebesar 22%, dan Tank 300 Hybrid sebanyak 15%.
Foto: Oto Group / Setiono
Menyongsong target nasional tahun 2030, Inchcape menekankan pentingnya sinergi antara produsen, pemerintah, dan konsumen.
“Elektrifikasi berkembang melalui keselarasan ekosistem. Produsen menghadirkan inovasi, pembuat kebijakan menyediakan kepastian regulasi dan insentif, distributor memperkuat kesiapan ritel dan layanan, dan konsumen pada akhirnya menentukan laju adopsi,” pungkas Bagus.
(SETYO ADI / WH)
Baca Juga: Sub-brand Baru, Chery Siapkan Pikap Hybrid Penantang Ford Ranger
Featured Articles
- Latest
- Popular
Artikel yang mungkin menarik untuk Anda
Mobil GWM Pilihan
- Latest
- Popular
Updates
New cars
Drives
Review
Video
Hot Topics
Interview
Modification
Features
Community
Gear Up
Artikel Mobil dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
- Road Test
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Review