Waspadai 7 Hal Ini Saat Nyetir, Bisa Sebabkan Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
JAKARTA, Carvaganza - Kecelakaan beruntun belakangan sering terjadi. Insiden ini tentunya sangat mengancam nyawa. Apalagi bila Anda menjadi penyebab awal, kerugian material bisa sangat besar. Perlu diketahui terdapat beberapa penyebab atau tindakan yang berpotensi mengakibatkan kecelakaan beruntun, seperti yang dibagikan Auto200 sebagai dealer resmi Toyota.
1. Menjadi Lane Hogger
Lane hogger merupakan pengemudi yang melaju pelan di lajur cepat. Biasanya dilakukan karena melihat lajur kanan yang kosong sehingga tidak mau menggunakan lajur tengah atau kiri. Tindakan ini selain menggangu pengendara lain, juga berisiko tinggi ditabrak dari belakang. Bahkan sering kali pengendara lain yang merasa kesal akan berusaha menempel sebagai tindakan memaksa agar lane hogger berpindah lajur. Kondisi ini tentu sangat berbahaya.
2. Tidak Menjaga Jarak Aman
Jarak aman antar kendaraan khususnya di jalan bebas hambatan cukup beragam tergantung kecepatan. Namun, terlepas dari itu ada baiknya menjaga jarak sejauh mungkin sambil tetap memperhatikan kecepatan di rentang batas ditetapkan. Belakangan banyak kasus pengemudi yang sengaja menempel kendaraan besar di depan. Tindakan ini sangat membahayakan karena berakibat kesulitan melakukan antisipasi ketika kendaraan tersebut melakukan pengereman mendadak. Jarak aman sendiri berfungsi memberikan ruang bagi sistem pengereman bekerja hingga laju terhenti, sekaligus melakukan manuver.
3. Berkendara di Bahu Jalan
Bahu jalan bebas hambatan difungsikan untuk kondisi darurat. Hindari melaju apalagi cukup kenjang di lajur ini. Banyak kasus kendaraan darurat ditabrak dari belakang oleh penyerobot bahu jalan. Atau menabrak mobil lain di lajur utama akibat menghindar dari mobil yang berhenti darurat di bahu jalan.
Baca Juga: Waspadai Polusi Udara Tinggi, Filter Udara Mobil Kotor Bisa Rusak Evaporator
4. Bermain Ponsel
Bermain ponsel saat mengemudi tak hanya berbahaya tapi juga dilarang oleh hukum. Pasalnya, melakukan aktivitas lain selagi berkendara mengurangi kewaspadaan dan fokus. Bila ada potensi kecelakaan, lantaran perhatian teralihkan maka tidak sempat lagi untuk melakukan antisipasi.
5. Mengantuk
Micro sleep atau tertidur sepersekian detik nyatanya sangat berbahaya. Mobil dapat pindah lajur atau berkurang kecepatannya tiba-tiba saat mengantuk. Solusinya adalah berhenti di rest area kemudian tiduratau beristirahat meskipun hanya 15 menit.
6. Pindah Lajur Sembarangan
Berpindah jalur tanpa perhitungan matang atau seenaknya tanpa memikirkan atau melihat kendaraan lain bisa memicu kecelakaan. Banyak kasus pengemudi tidak mengecek spion dan menyalakan lampu sein ketika pindah lajur sehingga pengguna jalan di belakang tidak mengetahui.
7. Melanggar Aturan Lalu Lintas
Rambu lalu lintas ditujukan agar pengemudi tertib guna terhindar kecelakaan. Banyak rambu yang perlu diketahui dan dipahami, seperti batas kecepatan dan dilarang menyalip. Termasuk marka jalan seperti garis lurus yang berarti tidak boleh pindah lajur.
“Kecelakaan beruntun dapat dicegah jika AutoFamily paham pemicu dan cara mencegahnya. Selain itu, pastikan pula kondisi mobil selalu prima saat berkendara, seperti mesin sehat, AC dingin dan tidak kalah penting sistem rem mobil tidak bermasalah untuk mencegah kecelakaan beruntun,” jelas Nur Imansyah Tara, Aftersales Business Division Head Auto2000 dalam keterangan resminya.
(MUHAMMAD HAFID / WH)
Baca Juga: Krisis Pasokan, Jaguar Land Rover Ketahuan Servis Pakai Spare Part Bekas
Featured Articles
- Latest
- Popular
Artikel yang mungkin menarik untuk Anda
Mobil Pilihan
- Latest
- Upcoming
- Popular
Updates
New cars
Drives
Review
Video
Hot Topics
Interview
Modification
Features
Community
Gear Up
Artikel Mobil dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
- Advisory Stories
- Road Test
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Tips
- Review
- Artikel Feature

