Wuling Kantongi 1.500 SPK Eksion, 1.000 unit sudah terkirim
Kontribusi terbesar masih didominasi oleh varian BEV, dengan porsi mencapai sekitar 70 persen.
JAKARTA, Carvaganza - Luar biasa, baru beberapa bulan sejak peluncurannya, Wuling Eksion sudah menunjukkan performa positif di pasar domestik. SUV elektrifikasi terbaru ini berhasil mengumpulkan sekitar 1.500 surat pemesanan kendaraan (SPK). Angka tersebut menjadi sinyal awal bahwa konsumen Indonesia mulai memberi perhatian pada teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), meskipun permintaan untuk kendaraan listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV) masih mendominasi pasar.
KEY TAKEAWAYS
Berapa jumlah pemesanan Wuling Eksion saat ini?
Hingga awal Juni 2026, Wuling Eksion telah mengumpulkan sekitar 1.500 SPK sejak resmi diluncurkan di Indonesia.Berapa komposisi pemesanan antara varian EV dan PHEV?
Sekitar 70 persen pemesanan berasal dari varian BEV atau mobil listrik murni. Sedangkan model PHEV menyumbang sekitar 30 persen dari total SPK.Menurut Wuling, jumlah pesanan untuk Eksion terus mengalami peningkatan. Konsumen juga masih memiliki kesempatan menikmati program harga khusus dan paket early bird sebelum kuota 2.000 SPK terpenuhi.
Ricky Christian selaku Marketing Director Wuling Motors menjelaskan bahwa saat ini total pemesanan Wuling Eksion untuk semua tipe telah mencapai 1.500 unit, dan sekitar 1.000 unit di antaranya telah dikirim ke konsumen. Ia menambahkan bahwa program harga dan paket early bird masih tersedia hingga kuota tercapai.
Baca juga: Membedah Cara Kerja Teknologi Ling Power Wuling Eksion PHEV
Media test drive Wuling Eksion. Foto: Wuling Indonesia
Varian EV Masih Mendominasi
Brand telah mengindikasikan pihaknya akan melakukan penyesuaian harga setelah jumlah pemesanan mencapai 2.000 unit. Meskipun belum ada pengumuman resmi, kenaikan harga diperkirakan sekitar Rp10 juta dibandingkan dengan harga promosi saat ini. Saat ini, masih tersedia kuota 500 unit bagi Anda yang berminat membeli Eksion sebelum harga mengalami perubahan atau kenaikan.
Jika dilihat dari total pemesanan yang masuk, kontribusi terbesar masih didominasi oleh varian BEV, dengan porsi mencapai sekitar 70 persen atau lebih dari seribu unit. Sementara itu, model PHEV memberikan kontribusi sebesar 30 persen, yang setara dengan kurang lebih 450 unit. Komposisi ini sebenarnya cukup menarik, mengingat teknologi plug-in hybrid masih tergolong baru bagi mayoritas konsumen di Indonesia. Namun, angka pemesanan yang telah dicapai menunjukkan adanya segmen pembeli yang mulai mencari alternatif selain mobil listrik murni.
Pertumbuhan PHEV di Indonesia
Meskipun saat ini pangsa pasar PHEV belum sebesar EV, Wuling melihat bahwa perkembangan teknologi plug-in hybrid menunjukkan pola yang mirip dengan awal pertumbuhan kendaraan listrik beberapa tahun lalu. Ketika pertama kali diperkenalkan, pangsa pasar EV juga masih tergolong kecil, tetapi kini pertumbuhannya sangat pesat.
Ricky Christian berpendapat bahwa semakin banyaknya model PHEV yang diluncurkan oleh berbagai merek menjadi indikator bahwa pasar Indonesia mulai menerima teknologi ini. Terlebih lagi, plug-in hybrid menawarkan fleksibilitas yang belum dimiliki kendaraan listrik murni.
Sistem ini memungkinkan pengguna merasakan pengalaman berkendara listrik untuk keperluan sehari-hari, sekaligus memiliki mesin bensin sebagai cadangan tenaga, baik untuk perjalanan jarak jauh maupun saat akses pengisian daya belum tersedia secara luas.
Baca juga: Melancong Pesisir Selatan Jawa, Wuling Eksion PHEV Diuji Menempuh Lebih dari 580 Km
Wuling Eksion Photo: OTO/Setiono
Tak hanya bertumpu pada EV
Untuk memperluas pasar dan meningkatkan penerimaan produk di dalam negeri, Wuling menyatakan bahwa inovasi elektrifikasi mereka tidak akan terpaku pada satu jenis teknologi saja. Perusahaan melihat bahwa kendaraan listrik murni (EV) dan plug-in hybrid (PHEV) memiliki segmen pengguna yang berbeda. Oleh karena itu, keduanya akan dikembangkan secara bersamaan untuk memenuhi kebutuhan pasar yang beragam.
Penting diketahui, meskipun kondisi pasar saat ini belum sepenuhnya stabil, Wuling tetap berkomitmen untuk menghadirkan inovasi produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Produsen asal Tiongkok ini berusaha memastikan setiap model yang mereka tawarkan tetap memiliki daya saing tinggi tanpa mengorbankan aspek keterjangkauan harga.
Mereka terus mengejar keseimbangan optimal antara kualitas produk, harga kompetitif, dan daya saing di pasar. Langkah ini tentunya menjadi tantangan tersendiri, terutama di tengah meningkatnya biaya produksi akibat dinamika global yang terjadi belakangan ini. (ANJAR LEKSANA/EK)
Baca juga: Daihatsu Kumpul Sahabat Siap Sambangi Alun-Alun Kota Depok
Pelajari lebih lanjut tentang Wuling Eksion
Mobil Wuling Lainnya
Wuling Eksion Promos, DP & Monthly Installment
Featured Articles
- Latest
- Popular
Artikel yang mungkin menarik untuk Anda
Mobil Wuling Pilihan
- Latest
- Upcoming
- Popular
Pilihan mobil untuk Anda
Updates
New cars
Drives
Review
Video
Hot Topics
Interview
Modification
Features
Community
Gear Up
Artikel Mobil dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
- Road Test
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Review
- Artikel Feature