Untuk Sesama Mobil 1.500cc, Ternyata Pajak di Indonesia Jauh Lebih Tinggi Daripada Malaysia
Total lapisan pajak mobil di Indonesia bisa 40 persen dari harga pembelian unit on the road.
JAKARTA, Carvaganza - Ketika membicarakan kepemilikan kendaraan, pajak menjadi faktor penting yang memengaruhi daya beli konsumen. Indonesia dan Malaysia, sebagai dua negara ASEAN, memiliki aturan berbeda terkait pungutan kendaraan bermotor. Perbedaan inilah yang kadang membuat harga mobil terasa lebih ringan di satu negara dibandingkan negara tetangga.
KEY TAKEAWAYS
Berapa pajak tahunan mobil 1.500 cc di Malaysia?
Untuk mobil bermesin 1.500 cc, pajak tahunan (road tax) di Malaysia sekitar RM 90 atau Rp351 ribu di Semenanjung, dan RM 72 atau Rp281 ribu di Sabah serta Serawak.Apa perbedaan utama pajak mobil Indonesia dan Malaysia?
Malaysia menghitung pajak berdasarkan kapasitas mesin, sedangkan Indonesia menghitung dari nilai jual kendaraan ditambah pungutan PKB, BBNKB, PPN, hingga PPnBM.Sebagai contoh, mari bandingkan beban pajak tahunan untuk MPV 7-seater bermesin 1.500 cc.
Sistem Pajak Tahunan di Malaysia
Di Malaysia, perhitungan pajak tahunan atau Road Tax sepenuhnya didasarkan pada kapasitas mesin. Tidak peduli merek maupun varian, besarannya tetap sama. Untuk kendaraan 1.500 cc, tarif yang dikenakan adalah RM 90 atau sekitar Rp351 ribu di wilayah Semenanjung Malaysia. Sementara di Sabah dan Serawak tarifnya lebih rendah, hanya RM 72 atau setara Rp281 ribu.
Foto: Oto Group
Sistem Pajak di Indonesia
Berbeda dengan Malaysia, masyarakat Indonesia wajib membayar PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) setiap tahun. Saat membeli kendaraan baru, ada tambahan BBNKB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor) yang besarannya berbeda tiap provinsi. Umumnya, PKB sekitar 1,5 persen dari nilai jual kendaraan, sedangkan BBNKB bisa mencapai 10–12,5 persen.
Baca Juga: Borong Lima Tropi, Suzuki Fronx Raih Gelar 2025 Carvaganza Car of The Year
Tabel berikut memperlihatkan perbandingan pajak tahunan untuk MPV 1.500 cc di Jakarta dengan Malaysia:
|
Tahun Produksi |
Model Malaysia |
Road Tax |
Model Indonesia |
Estimasi Pajak Tahunan |
|
2025 |
Perodua Aruz |
RM 90 (Rp351 ribu) |
Daihatsu Xenia |
Rp4,5 juta |
|
2025 |
Toyota Veloz |
RM 90 (Rp351 ribu) |
Toyota Veloz |
Rp5,03 juta |
|
2025 |
Mitsubishi Xpander |
RM 90 (Rp351 ribu) |
Mitsubishi Xpander |
Rp4,3 juta |
|
2025 |
Honda BR-V |
RM 90 (Rp351 ribu) |
Honda BR-V |
Rp4,89 juta |
Pendekatan yang Berbeda
Malaysia menggunakan sistem sederhana: Road Tax dihitung dari kapasitas mesin dan bahan bakar. Semakin besar cc, semakin tinggi pajaknya. Mobil bermesin kecil seperti 1.500 cc ke bawah relatif murah, sementara di atas 2.000 cc biayanya melonjak signifikan.
Selain itu, ada Excise Duty yang memengaruhi harga mobil baru. Namun, pemerintah Malaysia memberi perlindungan khusus kepada merek lokal seperti Proton dan Perodua melalui insentif, sehingga harga mobil nasional lebih terjangkau dibanding CBU (Completely Built Up) impor.
Dampak terhadap Konsumen
Perbedaan regulasi ini berpengaruh pada preferensi konsumen di kedua negara.
- Indonesia: Banyak pembeli memilih mobil dengan mesin kecil atau kendaraan listrik (EV) karena mendapat keringanan pajak, bahkan PKB dan BBNKB bisa 0 persen.
- Malaysia: Konsumen dapat membeli mobil lokal dengan harga terjangkau, tetapi pemilik mobil bermesin besar harus siap menanggung road tax yang lebih mahal.
Lapisan Pajak Pembelian Mobil Baru di Indonesia
Selain pajak tahunan, pembelian mobil baru di Indonesia juga dikenakan beberapa lapisan pajak pusat maupun daerah. Komposisinya meliputi:
- PPN: 11%
- PPnBM: 15%
- BBNKB: 12,5%
- PKB: 1,75%
Jika ditotal, pungutan pajak mobil baru bisa mencapai 40 persen dari harga on the road. Sebagai gambaran, membeli LMPV dengan harga Rp300 juta berarti sekitar Rp120 juta di antaranya adalah komponen pajak. Inilah salah satu alasan harga mobil di Indonesia sering lebih tinggi dibandingkan negara lain.
(ANJAR LEKSANA / WH)
Baca Juga:
FIRST DRIVE: Segini Iritnya Daihatsu Rocky e-Smart Hybrid Diajak Keliling Kota
Tahun Depan, CATL Produksi Massal Baterai EV Berbahan Sodium-Ion
Sudah Tembus 2.500 Pemesan, Aion UT Dikirim ke Konsumen Bulan Depan
Featured Articles
- Latest
- Popular
Artikel yang mungkin menarik untuk Anda
Mobil Pilihan
- Latest
- Upcoming
- Popular
Updates
New cars
Drives
Review
Video
Hot Topics
Interview
Modification
Features
Community
Gear Up
Artikel Mobil dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
- Advisory Stories
- Road Test
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Tips
- Review
- Artikel Feature
