Ini Perbedaan Jetour T1 Versi PHEV dan Mesin Konvensional
Perbedaan keduanya bukan terletak pada harga dan sektor penggerak, ada hal lain yang tidak kalah penting.
JAKARTA, Carvaganza - Bagi Anda yang ingin mencari kendaraan serba guna, Jetour T1 bisa menjadi pilihan ideal. SUV yang menawarkan kenyamanan sebagai mobil harian, juga menyenangkan untuk diajak bepergian jauh. Model ini meluncur untuk mengisi segmen di bawah saudara besarnya, Jetour T2. Di pasar domestik, kendaraan ini tersedia dalam dua pilihan mesin; yaitu konvensional (ICE) dan Plug-in Hybrid (PHEV) dengan teknologi i-DM.
KEY TAKEAWAYS
Berapa harga Jetour T1 mesin konvensional ICE dan Jetour T1 PHEV (i-DM)?
Jetour T1 i-DM dibanderol Rp558 juta, sementara versi berbahan bakar bensin dipatok Rp408 juta.Berapa kapasitas mesin Jetour T1 baik versi ICE maupun PHEV?
Mesin bensin 1.500 cc Turbo dengan tipe TGDI.Berapa ukuran display sentuh pada Jetour T1 PHEV dan ICE?
Varian Jetour T1 PHEV berukuran 12.8 inci, sedangkan varian i-DM 15.6 inci.Perbedaan harga di antara dua pilihan mesin itu cukup besar. Jetour T1 i-DM dibanderol Rp558 juta, sementara versi berbahan bakar bensin dipatok Rp408 juta. Tapi sebagai promosi, Jetour menawarkan harga spesial bagi 1.000 pembeli pertama. Yaitu berupa potongan spesial sebesar Rp20 juta, sehingga harga menjadi Rp538 juta untuk varian i-DM dan Rp388 juta untuk varian bensin.
Perbedaan harga yang signifikan tersebut memang dapat dimaklumi jika melihat teknologi yang ditawarkan. Bagi yang menyukai road trip, varian i-DM layak menjadi pilihan berkat daya jelajah yang lebih unggul dibandingkan dengan versi ICE. Namun, bukan berarti varian ICE tidak cocok, semuanya kembali lagi pada prioritas kebutuhan dan anggaran masing-masing. Terlebih lagi, kedua varian ini sama-sama dibekali fitur melimpah, sehingga keduanya tetap menawarkan nilai tinggi.
Jika Anda masih bingung menentukan pilihan, kami akan menguraikan perbedaan dan persamaan di antara keduanya untuk membantu Anda membuat keputusan.
Baca juga: Gempur Pasar Urban SUV, Jetour Rilis T1 Mulai Rp388 Juta

Eksterior, Dimensi dan Sasis
Bagian eksterior bisa dibilang menjadi sisi paling identik antara kedua model mobil ini. Jetour berhasil mempertahankan visual yang hampir serupa tanpa mengurangi fitur estetika pada keduanya. Baik varian Gasoline maupun i-DM sama-sama dilengkapi dengan Horizon Light Bar Grille bergaya futuristis serta lampu kabut yang memiliki fungsi pencahayaan sudut (Foglight with Cornering Light Function).
Kenyamanan pengendara juga ditingkatkan melalui penggunaan Double-Layer Acoustic Glass untuk kaca pada baris pertama dan kedua, dengan tambahan kemampuan menolak sinar UV hingga 99%. Desain tampilannya memang menarik, tidak heran jika memperoleh penghargaan desain prestisius dari Red Dot Design Award 2024.
Kedua varian Jetour T1 mengusung konstruksi yang identik. Menggunakan rancang bangun dengan struktur sasis monokok yang kokoh, memakai 80% baja berkekuatan tinggi (High-Strength Steel). Secara fisik, keduanya memiliki dimensi yang sama dengan panjang 4.705 mm, lebar 1.967 mm, tinggi 1.843 mm, serta wheelbase sepanjang 2.800 mm. Lebar pijakan roda depan dan belakang juga persis sama, yaitu masing-masing 1.690 mm dan 1.700 mm. Bahkan, sudut datang (approach angle) keduanya identik di angka 28°.

Perbedaan utama mulai tampak ketika kita melihat bagian kolong bodi dan sudut buritan mobil. Varian bermesin bensin (ICE) memiliki ground clearance 200 mm, sedikit lebih tinggi dibandingkan varian hybrid i-DM yang berada di angka 190 mm. Hal ini disebabkan oleh penyesuaian penempatan komponen baterai hybrid. Menariknya, meskipun ground clearance i-DM lebih rendah, sudut pergi (departure angle) justru lebih lebar, mencapai 33°, dibandingkan dengan varian ICE yang berada di angka 29°.
Perbedaan lain juga terlihat pada ukuran pelek. Varian mesin bensin dilengkapi pelek berukuran 18 inci dengan ban berprofil 235/65 R18. Sementara itu, untuk mengimbangi bobot tambahan dan performa instan sistem hybrid, varian i-DM menggunakan pelek berukuran 19 inci dengan ban 235/60 R19 yang telah mengadopsi teknologi Run Flat Tire (RFT).
Interior
Ketika masuk ke kabin, sejumlah kesamaan terlihat dalam fitur fungsional yang dihadirkan, seperti penggunaan jok kulit sintetis premium, sistem penyejuk udara dengan filter PM2.5, pengisian daya nirkabel berdaya 50 watt, serta keberadaan dua port USB dan Type-C.
Namun, varian i-DM menghadirkan dimensi kemewahan yang jauh lebih mencolok. Sementara versi ICE hanya dilengkapi dengan layar head unit berukuran 12.8 inci, sistem audio 8 speaker, dan pencahayaan ambient satu warna (Ice Blue). Varian i-DM melangkah lebih jauh dengan layar masif 15.6 inci yang ditenagai prosesor Snapdragon 8155, sistem audio 9 speaker dari Sony, serta ambient light dengan pilihan hingga 64 warna.
T1 i-DM juga mendapatkan atap Panoramic Skyroof seluas 64 inci, tuas transmisi bermaterial kristal (Crystal Gear Knob), fitur 24 Hour Parking AC Mode, hingga sandaran kaki elektrik khusus penumpang depan (Passenger Power Leg Rest). Bahkan untuk pengaturan kursi elektrik serta fitur memori kursi dan pendingin jok (ventilated & memory seats) sudah tersedia lengkap di kedua sisi depan varian i-DM, sedangkan T1 hanya menyediakan pengaturan elektrik di sisi pengemudi dan absen fitur memori. Sebaliknya, tuas Paddle Shift justru hanya bisa Anda temukan di T1 ICE saja.
Baca juga: VinFast Perkuat Ekspansi EV di Indonesia, Bangun Ekosistem Lengkap dan Pabrik Baru di Subang

Jantung penggerak Jetour T1
Dari sisi performa, kedua mobil ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan, walaupun keduanya sama-sama mengusung mesin bensin 1.500 cc Turbo dengan tipe TGDI. Kabar baiknya, kebutuhan bahan bakar minimal untuk mesin ini adalah dengan RON 92.
Jetour T1 dibekali mesin konvensional dengan rasio kompresi 11,6:1 yang mampu menghasilkan tenaga hingga 170 PS dan torsi maksimum sebesar 270 Nm. Seluruh daya tersebut disalurkan melalui transmisi otomatis dual-clutch tipe basah (7DCT).
Pada sisi lain, varian i-DM menggunakan sistem Plug-in Hybrid dengan mesin yang dirancang khusus untuk mendukung ekosistem elektrifikasi (Dedicated Hybrid Engine) dengan rasio kompresi 12:1. Mesin bensinnya memiliki tenaga sebesar 136 PS dan torsi 220 Nm. Meskipun daya mesinnya lebih rendah, kekurangannya tertutupi oleh performa motor listrik yang mampu menghasilkan output hingga 204 PS dengan torsi instan sebesar 310 Nm.
Baca juga: Suzuki Landy Hybrid 2026 Meluncur Berbanderol Rp430 Jutaan

Transmisi Jetour T1
Sebagai transmisi, varian hybrid ini memanfaatkan Dedicated Hybrid Transmission (1DHT), yang dirancang khusus untuk sistem hybrid. Komponen tersebut dipadukan dengan baterai Lithium Ferro Phosphate (LFP) berkapasitas 18,4 kWh, yang terkenal stabil dan tahan terhadap panas. Selain itu, baterai ini telah mendapatkan sertifikasi IP68, menjamin ketahanan terhadap debu dan air. Proses pengisian daya juga menawarkan kemudahan, karena Jetour T1 i-DM telah mendukung teknologi DC Fast Charging. Dengan fitur ini, pengisian daya dari 30% ke 80% dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 27 menit. Sementara itu, untuk pengisian penuh dari 30% hingga 100% menggunakan AC Slow Charging membutuhkan waktu kurang lebih 180 menit.
Suspensi dan fitur keselamatan
Jetour tidak membuat perbedaan dalam hal kenyamanan berkendara dan peredaman suspensi. Keduanya dilengkapi dengan suspensi depan tipe MacPherson dan suspensi belakang Multi-Link Independent. Selain itu, sistem pengeremannya juga menggunakan cakram berventilasi (Ventilated Disk Brake) di keempat roda agar kualitas pengereman menjadi lebih optimal.
Dari segi keselamatan, baik pasif maupun aktif, Jetour memberikan perlindungan yang setara di kedua varian. Memiliki 6 airbags, sistem pemantau tekanan ban (TPMS), dudukan kursi anak ISOFIX, serta sistem pengereman lengkap yang mencakup ABS, EBD, BAS, TCS, ESC, hingga fitur rem parkir elektronik (Electronic Parking Brake/EPB). Perbedaan kecil hanya terletak pada sensor parkir; varian ICE hanya memiliki sensor di bagian belakang (Rear Parking Radar), sedangkan varian i-DM dilengkapi sensor di bagian depan sekaligus belakang.
Beruntung Jetour tetap membekali kedua varian dengan paket ADAS. Fitur Intelligent Driving Assistant Level 2 mencakup teknologi radar lengkap mulai dari Adaptive Cruise Control (ACC), Lane Keeping Assist (LKA), Blind Spot Detection (BSD), Forward/Rear Collision Warning (FCW/RCW), hingga sistem kamera pemantau 540° JETOUR Surround Vision.
Garansi dan Pilihan Warna
Untuk layanan purnajual dan personalisasi tampilan, Jetour memberikan perlakuan yang setara bagi kedua varian. Keduanya mendapatkan keuntungan berupa jaminan Unlimited Kilometers atau garansi kendaraan dan mesin selama 6 tahun. Khusus untuk baterai pada T1 i-DM, tersedia garansi hingga 8 tahun atau 160.000 km. Pilihan warna bodi standar yang dapat dipilih juga sama, mencakup opsi seperti Sand Gold, Aviation Silver, Carbon Crystal Black, dan White. Namun, jika konsumen menginginkan warna ikonik Tech Green, kedua varian akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp10 juta. (ANINDIYO/EK)
Baca juga: GIIAS 2026 Bakal Menjadi Pameran Otomotif Terbesar di Asia Tenggara
Baca juga: Pesanan Membludak, Apa Yang Membuat Honda Prelude Begitu Istimewa?
Pelajari lebih lanjut tentang Jetour T1
Mobil Jetour Lainnya
Featured Articles
- Latest
- Popular
Artikel yang mungkin menarik untuk Anda
Mobil Jetour Pilihan
- Latest
- Upcoming
- Popular
Updates
New cars
Drives
Review
Video
Hot Topics
Interview
Modification
Features
Community
Gear Up
Artikel Mobil dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
- Road Test
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Review