Toyota Supra Eurofighter, Mobil Drift Bermesin 2JZ Yang Bertenaga 1.000 Hp

JAKARTA, Carvaganza - Toyota GR Supra generasi terbaru sukses menjadi fenomena di dunia motorsports. Mobil ini dikenal sangat asyik untuk diajak drifting. Sedikit banyak karena sekarang ia dibekali mesin BMW yang sangat bertenaga. Tapi buat HGK, mobil ini masih bisa ditingkatkan lagi performanya. Nama HGK tentu sudah tak asing lagi di telinga penggemar Formula Drift. HGK salah satu tim balap drifting profesional yang berkompetisi di Formula Drift.

Mobil-mobil yang digunakan oleh tim drifting profesional HGK di Formula Drift bukan mobil-mobil jelek. BMW E92 Eurofighter dan BMW E36 tim ini selalu sukses mencuri perhatian penonton di setiap aksinya. Nah kali ini HGK kepincut dengan Toyota GR Supra dan membuat kreasi terbarunya, yakni Toyota Supra MKV Eurofighter.

Hampir seluruh bagian mobil ini dirombak ulang. Bahkan sampai ke bagian bodi. Eksterior mobil ini dibuat ulang menggunakan material carbon fiber dan kevlar. Mereka menghabiskan waktu 12 bulan lamanya untuk membuat bodi mobil ini. Sewaktu mendesain ulang bodinya, mereka memikirkan agar selain tampan, mobil ini tetap mudah dirawat.

Komponen-komponen yang terpasang di mobil ini semuanya mereka jual juga bagi pemilik Toyota GR Supra yang menikmati paket drifting. Mulai dari bodi kit, pintu, rear fender, pintu bagasi dan lainnya. Paket performa juga ditawarkan, misalnya Samsonas Sequential Gearbox, Winters Quick Rear Change (QRC) Differental, Nitron Suspension custom made coilovers. Komponen di dalam interior kreasi mereka juga dijual, seperti dashboard, konsol tengah, Lexan door window seat dan masih banyak lagi lainnya.

Menurut HGK, material bodi kombinasi kevlar dan karbon membuat bodi mobil lebih fleksibel dan tahan benturan. Maklum, balap drifting memang sangat riskan sekali saling berbenturan. Bagian bodi dari material kevlar kuat menahan banyak benturan sampai akhirnya harus diganti. Walaupun material carbon-kevlar sangat mahal, namun daya tahannya yang sangat baik justru akan menghemat biaya.

Oh ya, Toyota Supra Eurofighter ini dibekali mesin 2JZ-GTE yang legendaris. Tenaga yang dihasilkan 1.000 hp. HGK juga menawarkan jasa engine swap. Mereka sudah menyiapkan dudukan untuk mesin dan semua instalasinya dijamin rapi dan sempurna.

Konsep mobil otonom adalah memberikan kemudahan mobilitas bagi umat manusia di masa depan. Mobil yang bisa berkendara tanpa pengemudi sebetulnya bukan teknologi baru. Hampir setiap produsen mobil tengah getol mengembangkan teknologi swakemudi untuk kendaraannya.

HGK Toyota GR Supra

Beberapa bahkan sudah menerapkannya, seperti fitur Autopilot Tesla. Namun Toyota sepertinya ingin bersenang-senang dengan teknologi baru ini. Beberapa waktu lalu, Toyota Research Institute (TRI) mengajak Stanford University Dynamic Design Lab bekerjasama mengembangkan teknologi otonom untuk Toyota Supra. Bukan hanya Supra bisa berkendara tanpa sopir, lebih dari itu mobil ini diajari skill dan kemampuan seorang pembalap profesional. Hasilnya, Toyota Supra disulap jadi mobil otonom yang bisa ngedrift sendiri. Di balik semua kesenangan ini, sebenarnya Toyota ingin meningkatkan faktor keselamatan dari teknologi swakendali.

Terdengar aneh memang. Pasalnya mengajari mobil bisa drifting justru berkesan penuh resiko dan bertolak belakang dengan faktor keselamatan. Tetapi kalau Anda seorang pembalap profesional, justru sebaliknya. Untuk bisa melakukan drifting, seorang pengemudi wajib memiliki kemampuan di atas rata-rata pengemudi pada umumnya agar dapat mengontrol kendaraan dengan sempurna. Bayangkan kalau komputer di mobil swakemudi memiliki kemampuan untuk mengontrol kendaraan dengan sangat superior seperti seorang drifter, jelas ini dapat membantu pengemudi mobil menghindari kecelakaan.

Berangkat dari ide ini, Toyota dan Universitas Stanford memodifikasi Toyota Supra untuk mencari tahu apa jadinya kalau refleks seorang pembalap profesional yang sangat cepat itu dikalkulasikan dan diinput ke sistem komputer kendaraan. Untuk melakukannya Toyota dan Stanford mengobservasi beberapa pembalap profesional saat melakukan drifting. Informasi yang didapat kemudian diterjemahkan secara digital dan dimasukan ke algoritma kecerdasan buatan di dalam Toyota Supra. Mereka berhasil menciptakan mobil otonom yang bisa ngedrift. Buktinya bisa Anda lihat sendiri di video berikut ini. Walaupun ada seseorang yang duduk di depan kemudi, namun seluruh kendali kendaraan dilakukan sepenuhnya oleh komputer.

“Setiap hari ada banyak kecelakaan fatal yang diakibatkan oleh situasi ekstrem. Bisa saja bila pengemudinya memiliki kemampuan mengendalikan mobil seperti layaknya seorang pembalap profesional mungkin kecelakaan bisa dihindari.” ujar CEO Toyota Research Institute, Gill Pratt. Lebih lanjut ia mengatakan, “faktanya setiap pengemudi punya batasan sendiri dan untuk menghindari kecelakaan seringkali pengemudi diminta untuk melakukan manuver yang melebihi kemampuannya. Melalui proyek ini Toyota mempelajari para pembalap profesional terbaik dan mengembangkan algoritma pengendalian mobil yang rumit untuk membantu pengemudi mengendalikan kendaraan dan menyelamatkan lebih banyak nyawa.”

Toyota dan Universitas Stanford sukses mendemonstrasikan kemampuan mobil otonom di masa depan. Hingga kini memang Toyota belum berencana mengeluarkan mobil swakendali dalam waktu dekat. Namun apa yang mereka lakukan ini, menunjukkan bahwa Toyota menaruh perhatian sangat penting bagi keselamatan setiap konsumennya. (RIZKI SATRIA / WH)

Sumber: HGK

Artikel yang direkomendasikan untuk anda