Toyota ‘Buktikan’ Bahwa Mobil Elektrifikasi Tidak Mengorbankan Performa
Kami mencoba line-up mobil elektrifikasi Toyota di jalanan indah Lombok, dan memacu versi performance car di Sirkuit Mandalika.
LOMBOK, Carvaganza - Bertajuk Eco Journey and GR Trackday, media test drive yang dilaksanakan oleh PT Toyota Astra Motor (TAM) kali ini membawa sebuah pesan khusus. Yaitu pesan tentang Multi-pathway dan membuktikan bahwa efisiensi bahan bakar lewat mobil elektrifikasi tidak mengorbankan performa.
KEY TAKEAWAYS
Berapa model Toyota GR yang disediakan dalam media test drive di dalam Sirkuit Mandalika?
Empat model yaitu Toyota GR Yaris, GR Corolla, GR 86 dan GR Supra.Apa nama strategi Toyota di dalam menentukan arah elektrifikasinya sebagai produsen kendaraan?
Pendekatannya diberi nama Multi-pathway. Yaitu strategi perusahaan yang tidak hanya fokus pada satu jenis teknologi elektrifikasi, tetapi menggabungkan berbagai teknologi seperti mobil listrik baterai (BEV), hybrid (HEV), plug-in hybrid (PHEV), dan bahan bakar hidrogen (FCEV).Pasalnya, sepengetahuan saya, baru kali ini Toyota menggabungkan media test drive mobil-mobil elektrifikasi dengan mobil high-performance yang mereka miliki. Pengetesan mengambil lokasi di Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Seluruh line-up elektrifikasi yang dimiliki TAM selaku APM Toyota dikerahkan. Mulai dari Yaris Cross HEV, Corolla Cross HEV, Camry, Vellfire sampai Veloz Hybrid. Kami pun merasakan mobil listrik bZ4X EV yang sudah rakitan di Indonesia (CKD), meski tak lama. Sedangkan line-up GR yang disediakan adalah GR Yaris, GR Corolla, GR 86 dan GR Supra.
Foto: PT TAM
Sebagai pemegang pangsa pasar otomotif terbesar, pabrikan yang bermarkas di Tokyo ini ingin memperlihatkan ruang nyata yang selama ini selalu menjadi bahan pertanyaan publik. Bahwa elektrifikasi dan efisiensi itu mengorbankan kesenangan berkendara. Performanya jadi tidak enak. Begitu keyakinan orang-orang di luaran sana.
Padahal di lain sisi, efisiensi selalu menjadi campaign hampir semua pabrikan mobil di dunia untuk meyakinkan konsumennya tentang kehandalan teknologi yang mereka miliki. Efisiensi telah menjadi bagian dari kampanye peace of mind kepada pelanggan.
Pembuktian di Lombok
Pada hari pertama media test drive, perjalanan diawali dari Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid dengan mobil-mobil elektrifikasi. Melewati Malaka Hill, menyusuri daerah perbukitan, kemudian berakhir di di Hotel Katamaran & Resort yang terletak di Kawasan wisata Senggigi.
Baca juga: Segini Konsumsi BBM Toyota Veloz Hybrid Waktu Test Drive di Lombok
Media test drive Toyota di Lombok. Foto: PT TAM
Penulis dapat merasakan performa mobil elektrifikasi Vellfire HEV, Yaris Cross HEV, Corolla Cross HEV dan Veloz HEV ketika melewati jalanan aspal pedesaan Lombok. Menikmati keindahan pemandangan, sekaligus merasakan kinerja dan sensasi berkendara mobil-mobil itu.
Meski mobil hybrid, penulis bisa mendapatkan sensasi mengemudi yang menyenangkan. Akselerasinya tetap dapat, momentum tetap terjaga, kestabilan mobil terpelihara dengan baik dan puas dengan kualitas berkendara yahud yang diberikan mobil-mobil tersebut. Hal ini menguatkan keyakinan bahwa perbedaan pendapat soal efisiensi vs performa itu sangat tipis. Mungkin setipis irisan bacon sapi yang dikonsumsi pagi hari.
Dari test drive ini Toyota ingin membuktikan bahwa efisiensi bahan bakar bisa hidup berdampingan dengan performa. Tidak saling mengorbankan, malah justru membawa pada satu titik kompromi. Sekaligus menunjukkan keseriusan pabrikan mengajak masyarakat untuk mendukung visi Carbon Neutrality sebagai upaya mencegah peningkatan risiko pemanasan global dan perubahan iklim lewat berbagai cara.
Baca juga: Dianggap Mahal, Ini Kelengkapan Toyota Urban Cruiser EV Dibanding Para Rival
Line-up Toyota GR di Sirkuit Mandalika. Foto: PT TAM
Bumi Butuh Sustainability
Di dunia motorsport saja, Formula 1 yang menjadi puncaknya balapan dunia telah mendeklarasikan pemakaian mesin hybrid 11 tahun lalu. Yaitu ketika mesin V8 2.4 liter digantikan oleh V6 1.6 liter turbocharged plus sistem hybrid yang sangat canggih pada tahun 2014. Pemakaian mesin yang lebih ramah lingkungan ternyata tidak mengurangi kecepatan, malah justru lap time mereka lebih baik dibandingkan ketika memakai V8.
Bumi ini butuh sustainability. Butuh gaya hidup yang eco-friendly. Efisiensi bahan bakar bukan melulu pada persoalan teknologi hybrid atau listrik, juga dapat dicapai dengan gaya mengemudi yang lebih santun, tertib dan hati-hati. Dan gaya mengemudi seperti ini tidak selalu berarti kurang menyenangkan.
Eco-driving adalah salah satu cara bagaimana seorang pengemudi atau pemilik kendaraan berkontribusi terhadap lingkungan hidup. Eco-driving bisa memberikan manfaat kepada pemilik kendaraan itu sendiri seperti keselamatan yang lebih baik, menghemat biaya dan ikut mengurangi polusi. (EKA ZULKARNAIN)
Baca juga: FIRST DRIVE: Seberapa Spesial Rasa Berkendara Toyota New Veloz Hybrid?
Featured Articles
- Latest
- Popular
Artikel yang mungkin menarik untuk Anda
Mobil Toyota Pilihan
- Latest
- Popular
Updates
New cars
Drives
Review
Video
Hot Topics
Interview
Modification
Features
Community
Gear Up
Artikel Mobil dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
- Road Test
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Review
- Artikel Feature