McLaren Goyah Karena Covid-19, Fasilitas Pabrik Dijual 250 Juta Dollar

WOKING, Carvaganza.com -  Ketika dibangun tahun 2004 lalu, fasilitas pabrik McLaren Technology Centre merupakan pabrik paling ikonik di dunia. Sekaligus sebagai markas motorsport paling modern dibandingkan yang lain. Terletak di Woking, Surrey, Inggris, berdiri di atas lahan seluas 123 acre atau 497.763 meter persegi.

Woking Headquarter terdiri dari tiga bangunan yakni McLaren Technology Centre (MTC), McLaren Production Centre yang digunakan untuk memproduksi sportscar McLaren dan McLaren Thought Leadership Centre.

Fasilitas ini dilengkapi dengan autoclave on-site dan offsite untuk memproduksi monokok serat karbon. Material ini diaplikasi pada mobil balap dan mobil sport jalan raya yang diproduksi pabrikan. Fasilitas juga dilengkapi dengan wind tunnel selebar 145 meter untuk mengetes performa aerodinamika kendaraan yang diproduksi. Nah, energi panas yang dihasilkan itu kemudian didinginkan oleh air dari danau buatan yang terletak di samping fasilitas tersebut.

Baca juga: Penerus McLaren F1, Gordon Murray T.50 Definisikan Makna Supercar Sejati



Sistem sale and leaseback
Sekarang, fasilitas mewah dan modern itu dijual dengan sistem sale and leaseback dengan harga US$ 250 juta. Atau mendekati Rp 4 trilyun. Sale and Leaseback atau transaksi jual dan sewa balik adalah jenis transaksi pembiayaan yang mengkombinasikan antara penjualan aset dengan penyewaan kembali aset yang sama. McLaren menjual fasilitas MTC untuk memperkuat kestabilan keuangannya yang goyah akibat dari pandemic COVID-19.

Seperti dikutip dari ww.thedrive.com dan autocar.com, McLaren menyebutkan, perusahaannya membutuhkan uang secepatnya karena kondisi finansial perusahaan goyah. Virus Corona telah menyebabkan sejumlah balapan dibatalkan, sponsorship motorsport mengecil dan penjualan mobil serta barang mewah menurun drastis. Permintaan terhadap solusi teknologi tingkat tinggi di pasar mancanegara juga berkuang.

Pada Mei lalu, Mclaren telah mem-PHK 1200 karyawan, atau lebih dari seperempat dari total jumlah karyawan yang ada. Umumnya berasal dari divisi otomotif dan balap. Pabrikan mobil dan tim balap ini juga mencari pinjaman sebesar 275 juta pound dengan jaminan koleksi mobil klasik. Woking sendiri sudah mendapat pinjaman sebesar 150 juta pound dari National Bank of Bahrain.

Baca juga: Ini 15 Museum Mobil yang Bisa Dinikmati Virtual Via Google Maps



Baca juga: McLaren 720S Edisi Khusus Ini Peringati 25 Tahun Juara Le Mans

Perihal penjualan ini dibenarkan oleh seorang jurubicara McLaren kepada Autocar. “Sale and leaseback dan restrukturisasi hutang dan ekuita menjadi bagian dari strategi refinancing komprehensif yang sudah kami umumkan awal tahun ini,” ujar jubir yang tak mau disebutkan namanya itu.

“Kami sendiri sudah mengambil langkah-langkah jangka pendek pada musim panas dan langkah ini akan memperkuat neraca McLaren Grup sehingga perusahaan mampu sustainable untuk tumbuh dalam jangka panjang,” tambahnya.

McLaren Group Executive Chairman Paul Walsh mengakui bahwa perusahaannya sedang menghadapi tantangan yang berat. Untuk itu, ujarnya, pihaknya sudah merencanakan jalan keluar agar bisnis bisa bertahan dan berjalan efisien yang akhirnya tumbuh kembali.

EKA ZULKARNAIN

Artikel yang direkomendasikan untuk anda