Di Balik Layar Proses Produksi Lokal Baterai Mobil Hybrid Toyota Indonesia
Saat ini, battery pack berteknologi lithium-ion buatan TMMIN digunakan pada Toyota Yaris Cross HEV dan Toyota Veloz HEV.
KARAWANG, Carvaganza - Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) telah memproduksi battery pack Hybrid Electric Vehicle (HEV) secara lokal. Ini menjadi langkah besar bagi pabrikan sebagai komitmen untuk menggarap segmen elektrifikasi di Tanah Air. Di lain sisi, produksi secara lokal memastikan kualitas, keselamatan dan performa produk terjaga.
KEY TAKEAWAYS
Mengapa Toyota memproduksi battery pack HEV secara lokal?
Produksi lokal dilakukan untuk menjaga kualitas, keselamatan, dan performa, sekaligus memperkuat komitmen Toyota dalam pengembangan elektrifikasi dan kemandirian industri otomotif nasional.Apa spesifikasi utama battery pack HEV TMMIN?
Battery pack ini memiliki 48 sel, bobot sekitar 20 kg, tegangan maksimal 175,2 volt, kapasitas energi 0,76 kWh, output daya hingga 29 kW, serta rentang suhu operasional minus 10 hingga 50 derajat Celsius.Battery pack HEV TMMIN terdiri dari battery module, Battery ECU, System Main Relay, wire harness, packaging parts dan sistem pendinginan. Semua komponen dirakit secara terintegrasi. Pabrikan asal Jepang ini pun mendesainnya agar kestabilan performa baterai tetap optimal dalam berbagai kondisi.
Salah satu battery pack yang dibuat berteknologi lithium-ion. Ia kini digunakan model Yaris Cross HEV dan Veloz HEV. Unit tersebut memiliki 48 sel dengan bobot sekitar 20 kilogram, tegangan maksimal 175,2 volt, kapasitas energi 0,76 kWh, dan output daya hingga 29 kW. Di mana komponen memiliki rentang suhu operasional minus 10 hingga 50 derajat celsius.
Foto: Toyota
Adapun proses produksi dimulai dengan pemasangan battery module ke lower case. Setiap modul disusun dengan presisi. Tahap berikutnya adalah perakitan wire harness, yang mencakup high voltage dan low voltage wiring. Komponen tersebut menjaga konektivitas dan keselamatan kelistrikan kendaraan.
Baca Juga: Sejarah Pabrik Toyota Indonesia di Karawang, Dari Plant 1 hingga Produksi Mesin Hybrid
Setelah itu, komponen elektrikal utama dipasang, termasuk System Main Relay dan Battery ECU bersama komponen pendukung lainnya. Tahap ini dirancang khusus untuk mengelola energi bertegangan tinggi secara aman dan terkontrol.
Menariknya, produksi battery pack dilakukan secara efisien dan fleksibel di fasilitasnya. Pasalnya TMMIN menerapkan konsep mix line dan common process, yang memungkinkan satu lini memproduksi beberapa tipe battery pack sekaligus. Ini masih ketambahan konsep Kinsetsuka dan Direct Supply yang menempatkan proses produksi saling berdekatan dengan tahapan berikutnya.
Foto: Oto Group
Setelah perakitan, setiap battery pack melewati pemeriksaan dan pengujian. Tahapan ini mencakup pengecekan tegangan, resistansi isolasi, verifikasi fungsi relay dan pemeriksaan sistem secara menyeluruh. Semua unit dipastikan memenuhi standar performa dan keselamatan global Toyota.
Lebih lanjut, TMMIN pun terus berupaya menguatkan Kandungan Dalam Negeri untuk membentuk perangkat. Beberapa komponen telah dipercayakan untuk digarap oleh produsen Tanah Air, seperti cooling system duct, packaging parts, dan komponen pendukung lainnya.
Lokalisasi komponen sejatinya tidak hanya melulu soal efek penekanan harga, tapi ia memiliki keuntungan dapat mempercepat akses pasar. Di samping itu, langkah tersebut mendukung kemandirian industri otomotif nasional. Di lain sisi, pemilihan HEV sebagai fokus Toyota saat ini menjadi upaya untuk mendorong transisi dari penggunaan kendaraan bermesin konvensional ke listrik sepenuhnya.
(MUHAMMAD HAFID / WH)
Baca Juga: Produksi Baterai Solid State Sudah Dimulai di Cina, Ini Keunggulannya
Featured Articles
- Latest
- Popular
Artikel yang mungkin menarik untuk Anda
Mobil Toyota Pilihan
- Latest
- Popular
Updates
New cars
Drives
Review
Video
Hot Topics
Interview
Modification
Features
Community
Gear Up
Artikel Mobil dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
- Road Test
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Review
- Artikel Feature