Toyota Mewujudkan Kota Futuristik Pusat Pengujian Mobilitas Berbasis AI

Toyota membangun Woven City di Susono, Jepang, sebagai laboratorium mobilitas masa depan dengan AI Vision Engine dan ANZEN System

Toyota Woven City

SUSONO, Carvaganza - Toyota memantapkan langkah mewujudkan visi mobilitas masa depan melalui pembangunan Toyota Woven City di Susono, Jepang. Proyek tersebut dirancang khusus menjadi test course for mobility, tempat segala inovasi dikembangkan sekaligus disempurnakan dalam ekosistem masyarakat sesungguhnya. Fokus utamanya menyasar terciptanya tatanan sosial bermobilitas aman lewat integrasi manusia, kendaraan, serta infrastruktur berbasis Artificial Intelligence (AI).

KEY TAKEAWAYS

  • Apa tujuan utama dibangunnya Toyota Woven City?

    Woven City dibangun sebagai lintasan uji mobilitas hidup untuk mengembangkan, menguji, dan menyempurnakan teknologi masa depan seperti kendaraan otonom dan AI dalam lingkungan nyata.
  • Bagaimana sistem keamanan lalu lintas di Woven City bekerja?

    Sistem menggunakan AI Vision Engine dan Integrated ANZEN System yang mampu memprediksi perilaku manusia serta mendeteksi risiko risiko keselamatan secara real-time melalui data visual.
  • Pada agenda Kakezan tanggal 23-24 April 2026, Woven by Toyota mengajak para distributor resmi melihat langsung progres pembangunan kota futuristis ini. Toyota Woven City mengusung ekosistem terpadu bersandarkan empat pilar utama: People, Goods, Information, serta Energy. Kerangka kerja ini memungkinkan pengujian beragam terobosan teknologi dilakukan secara langsung melalui aktivitas harian warga.

    Toyota Woven City Foto: Toyota

    Takuya Yokohama selaku President Director PT Toyota-Astra Motor (TAM) memberikan penjelasan bahwa Woven City menjadi wadah kolaborasi peneliti, pengembang, serta penghuni dalam menciptakan solusi mobilitas. "Woven City menjadi rumah bagi para peneliti, pengembang, serta penghuni yang berkolaborasi menciptakan solusi mobilitas masa depan," ungkapnya. Berbagai sistem seperti kendaraan tanpa sopir, alat mobilitas personal, hingga pengaturan lalu lintas pintar diuji coba secara menyeluruh dalam ekosistem ini.

    Proyek ambisius ini pertama kali muncul ke publik saat Consumer Electronics Show (CES) 2020 dan resmi memulai operasional pada September 2025. Tahap awal pembangunan mencakup area seluas 50.000 meter persegi, namun nantinya akan meluas hingga sekitar 708.000 meter persegi. Fase pertama dihuni oleh 360 orang yang mayoritas merupakan karyawan beserta peneliti Toyota, sebelum nantinya berkembang hingga menampung 2.000 penghuni.

    Toyota Woven City Foto: Toyota

    Masyarakat penghuni Woven City terbagi atas dua kategori utama. Pertama adalah Inventor, sebutan bagi para inovator pengembang produk serta layanan baru demi mobilitas lebih aman dan mudah diakses. Kedua disebut Weaver, yakni warga maupun pengunjung latar belakang berbeda yang bertugas memberi perspektif baru sekaligus umpan balik langsung terhadap teknologi yang sedang berjalan.

    Hal menarik lainnya, seluruh pasokan energi kota ini berasal dari fuel cell berbahan bakar hidrogen, menyerupai sistem di Toyota Mirai. Ekosistem bangunan, kendaraan, hingga rutinitas warga saling terhubung melalui jaringan data serta sensor. Berkat dukungan AI, Toyota mampu mengevaluasi beragam solusi secara real-time pada dunia fisik maupun simulasi virtual.

    Toyota Woven City Foto: Toyota

    Teknologi krusial dalam Woven City adalah AI Vision Engine. Peranti ini sanggup memahami situasi lingkungan lewat analisis data visual serta perilaku sekitar secara langsung. Sistem tersebut mengenali pola tertentu, mendeteksi potensi bahaya, kemudian mengoordinasikan respons seluruh perangkat demi meningkatkan aspek keselamatan.

    Kemampuan sistem tadi semakin kokoh berkat kehadiran Integrated ANZEN System. Platform ini menyatukan AI Vision Engine bersama Woven City Behavior AI serta Woven City Drive Sync Assist. Sinergi ketiganya memungkinkan sistem memprediksi pergerakan manusia, memahami dinamika lalu lintas, sekaligus memberi bantuan mengemudi sesuai kebutuhan pengendara maupun situasi jalanan.

    Bagi Toyota, kecerdasan buatan hadir bukan guna menggantikan peran manusia, melainkan melengkapi intuisi serta kemampuannya. Melalui Toyota Woven City, pabrikan asal Jepang tersebut berusaha menyajikan inovasi inklusif, aman, serta relevan. Seluruh proses pengembangan ini menjadi bagian komitmen global Toyota menyukseskan semangat “Mobility for All”. (ZANUAR YOGA/AP)

    Baca Juga: Begini Strategi Toyota Mampu Pertahankan Dominasi Pangsa Pasar di Indonesia

    Featured Articles

    Read All

    Artikel yang mungkin menarik untuk Anda

    Mobil Toyota Pilihan

    Updates

    Artikel lainnya

    New cars

    Artikel lainnya

    Drives

    Artikel lainnya

    Review

    Artikel lainnya

    Video

    Artikel lainnya

    Hot Topics

    Artikel lainnya

    Interview

    Artikel lainnya

    Modification

    Artikel lainnya

    Features

    Artikel lainnya

    Community

    Artikel lainnya

    Gear Up

    Artikel lainnya

    Artikel Mobil dari Oto

    • Berita
    • Artikel Feature
    • Road Test

    Artikel Mobil dari Zigwheels

    • Motovaganza
    • Review
    • Artikel Feature