EKSKLUSIF: Menjajal Teknologi Autonomous Driving VLA 2.0 Milik Xpeng di Guangzhou
Kecanggihan teknologi ini dibuktikan tidak hanya mengenali kontur jalanan, juga bisa mendeteksi pergerakan polisi sampai lampu merah.
GUANGZHOU, Carvaganza - Pabrikan mobil Cina secara konsisten mempromosikan teknologi autonomous driving sebagai bagian dari pengembangan teknologi otomotif masa depan. Salah satu pabrikan yang giat mengembangkan teknologi tersebut adalah XPENG. Nah, salah satu agenda kehadiran OTO Media Group ke Cina atas undangan pabrikan yang bermarkas di Guangzhou ini adalah melihat dan merasakan secara langsung teknologi yang mereka kembangkan.
KEY TAKEAWAYS
Apa nama teknologi autonomous driving teranyar yang dikembangkan oleh pabrikan Xpeng?
Teknologi VLA 2.0. Teknologi canggih ini menawarkan kemampuan berkendara semi otonom yang sangat halus dan natural.Apa kelebihan teknologi VLA 2.0 yang dikembangkan oleh Xpeng?
VLA 2.0 memakai pendekatan end-to-end AI architecture. Artinya, mobil tidak hanya membaca marka jalan dan kendaraan di sekitar, tetapi juga memahami konteks situasi seperti pengemudi manusia.Apa singkatan dari teknologi VLA yang dikembangkan Xpeng?
Vision-Language-Action, yaitu sistem AI terbaru XPENG yang menghubungkan kamera, pemahaman situasi jalan, hingga pengambilan keputusan kendaraan secara real-time.Teknologi autonomous driving terbaru mereka di beri nama VLA 2.0. Keunggulan teknologi yang mereka kembangkan dengan teknologi autonomous konvensional adalah, kemampuannya bekerja layaknya pengemudi sungguhan. Teknologi canggih ini menawarkan kemampuan berkendara semi otonom yang sangat halus dan natural. Sistem ini jadi salah satu pesaing teknologi full self-driving milik Tesla yaitu FSD V13.2.9.
Mencoba teknologi autonomous driving VLA 2.0 yang dikembangkan Xpeng di jalanan Guangzhou, Cina. Foto: OTO Media Group/Heri.
Apa Itu XPENG VLA 2.0?
VLA sendiri merupakan singkatan dari Vision-Language-Action, yaitu sistem AI terbaru XPENG yang menghubungkan kamera, pemahaman situasi jalan, hingga pengambilan keputusan kendaraan secara real-time. Berbeda dengan sistem autonomous driving konvensional, VLA 2.0 memakai pendekatan end-to-end AI architecture. Artinya, mobil tidak hanya membaca marka jalan dan kendaraan di sekitar, tetapi juga memahami konteks situasi seperti pengemudi manusia.
XPENG juga menyebut teknologi ini sebagai bagian dari “Physical AI”, yakni AI yang dirancang untuk memahami dunia nyata secara langsung, bukan sekadar memproses data digital. Ia dibekali Turning AI Chip yang memungkinkan memproses jutaan data visual dan situasi jalan secara cepat. Selain itu juga XPENG melatih AI untuk menggunakan lebih dari 100 juta klip skenario berkendara agar sistem bisa belajar menghadapi segala situasi yang kompleks.
Baca juga: Xpeng G6 Meluncur Versi EREV, Klaim Bisa Tembus 1.700 KM
Baca juga: TEST DRIVE: Uji Kecanggihan Fitur dan Efisiensi Xpeng G6 Pro Jakarta - Bandung
Xpeng P7 dan G7 yang dipakai untuk test drive di Guangzhou, Cina. Foto: OTO Media Group/Heri
Mencoba XPENG VLA 2.0 di Jalanan Guangzhou, China
Setelah sehari sebelumnya mengurus SIM sementara di kantor kepolisian China, OTO Media Group akhirnya mencoba mengendarai langsung dua mobil yang disediakan oleh XPENG yaitu P7 dan G7. Pada sesi ini, kami mendapatkan jatah membawa XPENG G7 di suasana jalanan yang ramai dan cuaca mendung.
Untuk mengemudikan mobil dengan setir kiri tersebut, waktu yang diberikan 30 menit. Durasi yang cukup panjang untuk merasakan kendaraan melewati jalanan besar maupun jalanan kecil di kota Guangzhou.
Kami start dari kantor pusat Xpeng. Instruktur terlebih dulu menjelaskan cara penggunaan VLA 2.0 di jalan raya dan beberapa highlight fitur yang ada di XPENG G7. Ia aktif menjelaskan bagaimana sistem ini bekerja dan menjadi terasa natural ketika berjalanan diberbagai kondisi jalan.
Selesai mendapatkan informasi yang detail tentang VLA 2.0, baru kemudian saya mengambil alih kemudi. Pengaturan duduk dan posisi setir bisa dengan mudah didapat lewat pengaturan jok elektrik dan tilt telescopic. Injak gas sedikit, XPENG G7 melaju mulus tanpa koreksi sedikitpun.
Baca juga: Xpeng Manfaatkan AI Untuk Maksimalkan Kenyamanan di G7 EREV
Foto: OTO Media Group/Heri
Saya pun mengaktifkan siste VLA 2.0 dengan menekan sebuah tuas 2 kali ke arah bawah. Lantas mengikuti rute yang sudah diatur sebelumnya oleh pabrikan. VLA 2.0 baru bisa bekerja saat kita mengatur rute yang akan dilewati. Tanpa ini, sistem tidak akan bekerja. Untuk menonaktifkan, tinggal injak rem dan mobil sepenuhnya dikendalikan pengemudi.
Seraya menikmati jalanan Guangzhou yang cukup padat, teknologi VLA 2.0 yang ada di XPENG G7 berjalan layaknya seperti manusia. Ia bisa membaca semua yang ada disekeliling dengan baik tanpa membuat pengemudi maupun penumpang merasa mual. Misalnya pada saat mau berhenti di lampu merah, XPENG G7 bisa mengerem dengan santai dan berhenti tepat di belakang marka. Begitu juga saat berbelok, sistem bisa mendeteksi semua rintangan di sekeliling dan berbelok dengan aman.
Mendeteksi limit kecepatan dan gerakan polisi
Setiap jalanan di Guangzhou memiliki limit kecepatan berkendara. Semua informasi kecepatan tersebut sudah terdapat di layar monitor sehingga mobil melaju sesuai dengan kecepatan yang ditentukan. Jika ada kendaraan berjalan pelan di depan, maka dengan bantuan sistem VLA 2.0, mobil akan secara otomatis dan dengan sendirinya mendahului kendaraan yang ada di depan yang berjalan pelan tersebut. Fitur ini juga bisa dipakai secara manual, cukup tekan sein baik ke kiri maupun ke kanan, mobil akan otomatis pindah jalur dengan pergerakan yang halus.
Tidak hanya itu, Teknologi VLA 2.0 bisa mendeteksi berbagai kondisi jalan seperti jalanan yang padat, jalan sempit, dan juga jalanan tanpa marka. Ia bisa mendeteksi 200 meter ke depan dan bisa merespon ke mana harus bergerak. Di beberapa simulasi, teknologi ini bahkan bisa mencari ulang rute saat rute utama tidak bisa dilewati. Di samping itu juga teknologi ini tidak hanya membaca marka jalan, tapi tinggi rendah pedestarian yang membuat pergerakan mobil terasa sangat natural.
Yang menarik dari teknologi VLA 2.0 adalah bisa mengenali gesture polisi. Jadi saat ada polisi di depan, mobil bisa merespon apa yang diperintahkan oleh polisi tersebut seperti diminta berhenti atau lanjut berjalan.
VLA 2.0 ini juga bisa mendeteksi durasi lampu merah, meski tidak di semua tempat. Tapi fitur ini cukup membantu menginformasikan ke pengemudi. Yang tak kalah penting adalah adanya kamera di sebelah pilar pintu yang mendeteksi kondisi pengemudi. Jadi saat pengengemudi kehilangan kemampuan berkendara, mobil secara otomatis menepi dan berhenti di lokasi yang aman.
Baca juga: Xpeng Catat Kinerja Positif di Indonesia Selama 2025, Fokus Jaringan dan Produksi Lokal

Teknologi VLA 2.0 jadi autonomous driving level 4 di mana kendaraan bisa berjalanan mandiri dengan intervensi manusia yang sangat minim. Namun begitu, teknologi ini masih terus dikembangkan dan tidak semua orang bisa menggunakannya. Ada training yang harus diikuti terlebih dahulu dan harus memperoleh sertifikat agar bisa mengendarai kendaraan yang menggunakan teknologi VLA 2.0.
Perlu di ingat meski teknologi ini sudah menyerupai pengemudi sungguhan, tapi setiap orang yang ada dibalik kemudi harus tetap fokus dengan meletakan tangan di setir dan kaki di bagian rem untuk berjaga saat teknologi ini mengalami masalah.
Kesimpulan
XPENG VLA 2.0 membuktikan bahwa persaingan teknologi autonomous driving kini tidak hanya datang dari Tesla. Dengan kemampuan AI yang semakin matang, pengalaman berkendara yang lebih natural, serta performa impresif di lalu lintas kompleks Guangzhou, XPENG mulai menunjukkan diri sebagai salah satu pemain terdepan di era mobil pintar masa depan. (HERI MULYAMIN/EK)
Baca juga: Xpeng G6 Pro Hadir Dalam Versi Facelift, Bukan Pengganti G6 Standard
Baca juga: iCAR V23 S Lebih Cadas Dari V23, Apa Saja Perbedaannya?
Featured Articles
- Latest
- Popular
Artikel yang mungkin menarik untuk Anda
Mobil XPENG Pilihan
- Popular
Updates
New cars
Drives
Review
Video
Hot Topics
Interview
Modification
Features
Community
Gear Up
Artikel Mobil dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
- Road Test
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Review