Porsche Lepas Saham, Bugatti Resmi Putus Hubungan dengan Volkswagen Group
Mate Rimac naik jabatan jadi Presiden Bugatti Automobiles, menggantikan Christophe Piochon yang mundur dari posisinya
SVETA NEDELJA, Carvaganza - Sebuah era di dunia otomotif resmi berakhir. Bugatti kini berpisah dengan perusahaan yang sempat menghidupkannya kembali dari keterpurukan, setelah Porsche mengumumkan telah menuntaskan proses penjualan sahamnya di Bugatti Rimac maupun Rimac Group. Dengan transaksi ini, praktis tidak ada lagi keterkaitan kepemilikan antara Volkswagen Group dan Bugatti. Sebuah hubungan yang sebelumnya telah terjalin selama hampir tiga dekade dan turut membesarkan nama merek asal Prancis tersebut hingga menjadi legenda di dunia otomotif.
KEY TAKEAWAYS
Siapa yang mengambil alih seluruh saham Porsche di Bugatti Rimac dan Rimac Group?
Seluruh saham Porsche diambil alih oleh konsorsium yang dipimpin oleh HOF Capital dengan nilai transaksi sekitar EUR1 miliar (Rp18,3 triliun)Siapa yang kini menjabat sebagai Presiden Bugatti Automobiles setelah transaksi ini selesai?
Mate Rimac resmi menduduki posisi Presiden Bugatti Automobiles menggantikan Christophe PiochonPerjalanan Panjang Volkswagen dan Bugatti Sejak 1998
Kisah kepemilikan bermula pada 1998, ketika Volkswagen Group di bawah kepemimpinan CEO saat itu, Ferdinand Piëch, mengakuisisi hak atas merek dagang Bugatti. Raksasa otomotif asal Jerman ini kemudian memperkenalkan beberapa mobil konsep dalam beberapa tahun berikutnya, sebelum akhirnya mengembangkan apa yang kelak menjadi Bugatti Veyron yang legendaris.

Chiron kemudian menyusul sebagai penerus Veyron, dengan perusahaan mencatatkan laba operasional yang positif sebelum akhirnya diumumkan pada Juli 2021 bahwa Volkswagen Group akan merestrukturisasi kepemilikannya atas Bugatti. Rimac pun masuk ke dalam skema tersebut, membentuk perusahaan patungan (joint venture). Rimac menguasai 55 persen saham, sementara sisanya sebesar 45 persen dipegang Porsche lewat induk usahanya, Volkswagen Group.
Konsorsium HOF Capital Ambil Alih Saham Porsche
Pada April 2026, terungkap bahwa sebuah konsorsium yang dipimpin HOF Capital akan mengakuisisi saham Porsche. Rencana ini akhirnya terealisasi setelah mendapatkan persetujuan regulator. Porsche menyebut penjualan sahamnya di perusahaan patungan tersebut, ditambah kepemilikan 21 persen di Rimac Group, akan menghasilkan dana segar sekitar EUR1 miliar (sekitar Rp18,3 triliun). Dari total dana, sekitar 250 juta euro akan dialokasikan untuk mendanai kewajiban dana pensiun perusahaan sekaligus membantu memperbaiki margin arus kas bersihnya (net cash flow).
Menariknya, kolaborasi dengan Rimac ternyata memberi manfaat teknis bagi Porsche selama masa kerja sama ini berlangsung. Baterai yang digunakan pada Porsche 911 hybrid pertama mereka, GTS T-Hybrid, merupakan hasil pengembangan Rimac.
Mate Rimac Jadi Presiden Bugatti Automobiles
Rampungnya transaksi ini turut membawa sejumlah perubahan manajerial di internal Bugatti. Mate Rimac, sosok pendiri perusahaan yang namanya melekat pada merek Rimac, kini resmi menduduki posisi Presiden Bugatti Automobiles. Ia menggantikan Christophe Piochon yang mundur dari jabatannya sebagai Presiden Bugatti Automobiles sekaligus Chief Operating Officer (COO) Bugatti Rimac.

Selain itu, Marko Brkljačić yang sebelumnya menjabat COO di Rimac Technology turut bergabung ke jajaran kepemimpinan Bugatti Rimac dengan posisi yang sama, yakni COO. Sementara itu, Managing Director Bugatti Automobiles saat ini, Hendrik Malinowski, akan menempati posisi Chief Commercial Officer di perusahaan.
Bugatti Tourbillon, Simbol Era Baru Bugatti Rimac
Bugatti Tourbillon tercatat sebagai kendaraan pertama yang dibangun sepanjang era kepemilikan Bugatti Rimac, sekaligus menjadi momen krusial bagi merek ini karena menjadi model elektrifikasi pertama Bugatti. Sebelum peluncurannya, sempat beredar rumor bahwa penerus Chiron ini bakal menjadi kendaraan listrik murni (full electric) sepenuhnya. Namun, Mate Rimac justru menolak gagasan tersebut, meski perusahaannya dikenal punya keahlian mumpuni di bidang kendaraan listrik.

Hypercar plug-in hybrid ini menjadi salah satu pencapaian penting dalam visi 10 tahun yang dicanangkan Mate Rimac untuk Bugatti sejak perusahaan patungan ini terbentuk pada 2021. Pencapaian penting lainnya adalah beroperasinya fasilitas produksi baru bernama La Manufacture di Molsheim, tempat Tourbillon diproduksi, yang resmi dibuka pada Juli tahun ini. (ANINDIYO PRADHONO)
Baca Juga: Setelah 20 Tahun, Bugatti Lahirkan Lagi Veyron Eksklusif Hanya 1 Unit
Featured Articles
- Latest
- Popular
Artikel yang mungkin menarik untuk Anda
Mobil Pilihan
- Latest
- Upcoming
- Popular
Updates
New cars
Drives
Review
Video
Hot Topics
Interview
Modification
Features
Community
Gear Up
Artikel Mobil dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
- Advisory Stories
- Road Test
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Tips
- Review
- Artikel Feature