Meski Lebih Jarang Dipakai, Tetap Penting Perhatikan Kondisi Cairan Rem di Mobil Listrik

Perawatan cairan rem akan pengaruhi kualitas dan daya pengereman mobil.

Rem cakram

JAKARTA, Carvaganza - Kendaraan listrik kini semakin banyak diminati masyarakat. Kehadiran berbagai model dengan teknologi mutakhir serta fitur unggulan menjadikannya sebagai alternatif mobilitas ramah lingkungan di era modern.

KEY TAKEAWAYS

  • Apakah mobil listrik membutuhkan perawatan rem lebih sering?

    Ya, mobil listrik memiliki torsi besar dan minim efek engine brake, sehingga sistem rem bekerja lebih berat. Cairan rem harus diperhatikan agar tidak mengalami penurunan performa.
  • Apa risiko jika cairan rem mobil listrik tidak diganti?

    Cairan rem yang menyerap air dapat menurunkan titik didih, berpotensi menyebabkan vapor lock, dan membuat pedal rem tidak berfungsi optimal alias blong.
  • Salah satu faktor utama yang membuat orang beralih ke mobil listrik adalah biaya perawatan yang dinilai lebih hemat dibanding kendaraan bermesin konvensional. Meski benar adanya, hal ini seringkali membuat pemilik mobil listrik—terutama yang baru pertama kali membeli—menyepelekan urusan perawatan, termasuk komponen penting seperti sistem pengereman.

    Padahal, performa rem memiliki peran vital. Mobil listrik dikenal memiliki torsi instan yang sangat besar, sehingga membutuhkan kemampuan pengereman mumpuni untuk mengimbanginya. Tidak jarang pula muncul kasus di media sosial yang menunjukkan kecelakaan akibat pengemudi belum memahami penggunaan pedal gas dan rem dengan benar.

    brake fluid Foto: Prestone

     

    Menurut Henry Sada, Direktur Utama PT Autochem Industry (AI), produsen cairan rem Prestone, karakter mobil listrik menuntut daya pengereman ekstra. Pasalnya, transmisi mobil listrik minim memberikan efek engine brake, sehingga rem bekerja lebih berat. Di sinilah peranan cairan rem menjadi sangat krusial untuk mencegah terjadinya kegagalan fungsi alias blong.

    Baca Juga: Studi Praxis: Kualitas Baterai Pertimbangan Utama Konsumen EV di Indonesia, Bukan Harga Murah

    Secara teknis, cairan rem berfungsi sebagai media penghantar tenaga hidrolis dari pedal ke piston kaliper, yang kemudian menekan kampas rem agar dapat memperlambat laju kendaraan dengan mencengkeram cakram atau tromol. Proses ini sama halnya dengan mobil berbahan bakar fosil.

    Salah satu permasalahan yang kerap terjadi adalah vapor lock, yaitu kondisi ketika cairan rem mencapai suhu di atas batas maksimal akibat penggunaan intens secara terus-menerus. Saat cairan mendidih, akan terbentuk uap air yang mengganggu tekanan hidrolis dan membuat pedal rem terasa kosong.

    Dalam operasional normal, suhu cairan rem dapat mencapai 150–180 derajat Celcius. Masalahnya, cairan rem bersifat higroskopis atau mudah menyerap kelembapan udara. Masuknya air ke sistem rem akan menurunkan titik didih cairan. Bahkan, kadar air 3 persen saja sudah mampu memangkas titik didih hingga 100 derajat Celcius.

    Henry menegaskan bahwa inilah alasan pentingnya memilih cairan rem berkualitas. Prestone, yang telah hadir sejak 1984, melalui tim risetnya mengembangkan formula khusus agar sesuai dengan karakter iklim tropis di Indonesia.

    Prestone Brake Fluid Foto: Prestone

     

    Produk Prestone Brake Fluid DOT 4 dirancang sebagai standar untuk kendaraan listrik, dengan titik didih 265 derajat Celcius. Saat terkontaminasi air hingga 3 persen, titik didihnya masih berada di angka 155 derajat Celcius. Namun, sifat higroskopisnya membuat cairan ini sebaiknya segera digunakan setelah botol dibuka.

    “Kami belajar dari perkembangan teknologi elektrifikasi untuk mendapatkan formula terbaik cairan rem, Prestone Brake Fluid memenuhi kebutuhan mobil listrik yang beredar di Indonesia. Cairan rem Prestone telah memenuhi standar SNI untuk kadar air di bawah 0,3 persen setelah disimpan selama setahun dan dites kembali,” jelas Henry.

    Ia juga menambahkan, setiap produk Prestone diproduksi dengan standar ketat serta melewati tahapan quality control. Untuk akurasi, pengujian kadar air menggunakan perangkat Karl Fischer, yang lebih presisi dibandingkan metode konvensional.

    Penggunaan cairan rem yang tepat tidak hanya meningkatkan keselamatan, tetapi juga memberikan perlindungan ekstra terhadap risiko korosi di seluruh komponen logam pada sistem rem. Formula sintetisnya menjadikan Prestone DOT 4 kompatibel untuk sistem rem cakram maupun tromol, termasuk teknologi modern seperti ABS dan regenerative braking system.
    (SETYO ADI / WH)

    Baca Juga:

    Geely Resmikan Dealer Pertama di Surabaya, Jangkau Potensi Pasar Jawa Timur

    Lexus Sport Concept Debut di Monterey, Calon Ikon Baru Penerus LFA

    Gaikindo Jelaskan Penyebab Dari Nilai Transaksi Turun Tapi SPK Lebih Tinggi di GIIAS 2025

    Featured Articles

    Read All

    Artikel yang mungkin menarik untuk Anda

    Mobil Pilihan

    • Upcoming

    Updates

    Artikel lainnya

    New cars

    Artikel lainnya

    Drives

    Artikel lainnya

    Review

    Artikel lainnya

    Video

    Artikel lainnya

    Hot Topics

    Artikel lainnya

    Interview

    Artikel lainnya

    Modification

    Artikel lainnya

    Features

    Artikel lainnya

    Community

    Artikel lainnya

    Gear Up

    Artikel lainnya

    Artikel Mobil dari Oto

    • Berita
    • Artikel Feature
    • Advisory Stories
    • Road Test

    Artikel Mobil dari Zigwheels

    • Motovaganza
    • Tips
    • Review
    • Artikel Feature