Kemenves: Pabrik Baterai EV di Karawang Selesai dan Beroperasi Mulai Februari 2024
JAKARTA, Carvaganza – Pada tahun depan, Indonesia dipastikan akan memiliki pabrik baterai penyuplai mobil listrik yang berlokasi di Karawang. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia dalam acara ASEAN Bisnis & Investment Summit 2023. Pembangunan pabrik baterai di Indonesia sendiri diinisiasi oleh konsorsium LG dan Hyundai yang terdiri dari Hyundai Motor Company, KIA Corporation, Hyundai Mobis dan LG Energy Solution.
KEY TAKEAWAYS
Kementerian Investasi RI memastikan pabrik baterai LG di Karawang siap beroperasi tahun depan
Akan menjadi basis pemasok baterai untuk mobil listrik terbaru keluaran Hyundai-Kia“Pembangunan pabrik baterai LG akan segera rampung dan mulai beroperasi pada Februari 2024. Itu sudah berproduksi tahap pertama dan yang lainnya masih dalam konstruksi," kata Bahlil Lahadalia.
Terwujudnya pembangunan proyek pabrik baterai ini juga sejalan dengan tujuan pemerintah Indonesia untuk melaukan hilirisasi sumber daya alam. Selain itu, dengan adanya pabrik baterai LG ini diharapkan dapat menyerap lapangan pekerjaan dan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia.
Di samping itu, hadirnya pabrik baterai LG di Tanah Air juga diharapkan dapat membantu memberi pasokan bahan baku kendaraan listrik ke beberapa negara. Pasalnya dalam beberapa tahun ke depan, diprediksi kebutuhan pasokan baterai mobil listrik akan mengalami peningkatan.
Baca Juga: GIIAS Surabaya 2023 Siap Digelar Bulan Ini, Area Pameran Lebih Luas
LG juga menyatakan bahwa pabrik yang berada di Karawang tersebut akan memproduksi jenis baterai berteknologi NCMA atau Nickel, Cobalt, Manganese, Alumunium. Nantinya baterai ini akan digunakan secara eksklusif pada kendaraan terbaru Hyundai-Kia mulai 2024 mendatang. Selain itu, beberapa kendaraan seperti Tesla dan Hummer juga berencana menggunakan baterai NCMA tersebut berkat kemampuannya yang diklaim dapat meningkatkan performa kendaraan.
Proyek pembangunan sel baterai di Tanah Air tersebut telah memasuki tahap pertama dengan total investasi sebesar US$1,1 Miliar atau sekitar Rp16,7 triliun. Pabrik tersebut akan memproduksi sel baterai untuk kebutuhan kendaraan listrik dengan target 10 GWh pada April 2024.
Pemerintah Indonesia juga akan merencanakan investasi mega proyek usai pembangunan baterai kendaraan listrik ini rampung. Sejumlah investasi yang akan segera dijalankan ialah pembangunan pabrik smelter, prekursor dan katoda, serta kerja sama pertambangan yang saat ini dimiliki ANTAM di Buli, Halmahera.
"Pemerintah mengapresiasi komitmen LG untuk melanjutkan realisasi investasi ekosistem baterai kendaraan listrik di Indonesia, Kementerian Investasi berkomitmen terus mengawal proses perizinan dan kemudahan investasi LG di Indonesia agar cepat terealisasi dan memberikan manfaat khususnya kedua negara Indonesia dan Korea. Proyek ini merupakan proyek yang digagas hasil pertemuan kedua kepala negara Indonesia dan Korea sejak tahun 2019 yang lalu," ungkap Bahlil.
Proses pembangunan pabrik baterai LG ini pertama kali dimulai pada 15 September 2021 lalu dan diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo. Sayangnya, dalam beberapa tahun belakangan proses pembangunan tersebut sempat molor karena permasalahan pendanaan serta perizinan yang belum lengkap. Namun lewat KTT ASEAN ke-43 di Jakarta ini, pemerintah Indonesia telah memastikan bahwa proyek baterai mobil listrik ini akan segera beroperasi dan dapat menyuplai ke sejumlah pabrikan pada tahun depan.
(ALVANDO NOYA / WH)
Baca Juga: Konsumen Puas, Chery Tiggo Series Dapat Penghargaan J.D. Power
Featured Articles
- Latest
- Popular
Artikel yang mungkin menarik untuk Anda
Mobil Pilihan
- Latest
- Upcoming
- Popular
Updates
New cars
Drives
Review
Video
Hot Topics
Interview
Modification
Features
Community
Gear Up
Artikel Mobil dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
- Advisory Stories
- Road Test
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Tips
- Review
- Artikel Feature

