ICMS Gelar Dialog Otomotif, Penjualan Di Atas 1 Juta Jadi Isu Penting

Sudah dari tahun 2013, penjualan mobil di Indonesia belum lepas dari angka 1 juta unit.

Dialog otomotif Indonesia Center for Mobilty Studies (ICMS) di IIMS 2025.

JAKARTA, Carvaganza - Bertepatan dengan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025, dialog industry otomotif nasional yang diadakan oleh Indonesia Center for Mobilty Studies (ICMS) Kembali digelar pada 18 Februari 2025. Pada kesempatan kali ini, ICMS mengambil tema “Membedah Kebijakan Perpajakan dan Tarif Kendaraan Bermotor 2025 serta Dampaknya Terhadap Industri Otomotif” yang melibatkan sejumlah pelaku industri dan pengamat ekonomi senior.

KEY TAKEAWAYS

  • Apa tema dialog otomotif yang digelar Indonesia Center for Mobilty Studies (ICMS) di IIMS 2025?

    Membedah Kebijakan Perpajakan dan Tarif Kendaraan Bermotor 2025 serta Dampaknya Terhadap Industri Otomotif.
  • Siapa ketua umum sekaligus pendiri ICMS?

    Munawar Chalil yang juga Group Editor-in-Chief and Publisher Cardekho SEA
  • Siapa pembicara di ICMS 2025 di IIMS?

    Luther Panjaitan, Thomas Sigit Pamungkas, Philardi Sobari, Josua Pardede.
  • Tema yang diangkat sangat berkaitan dengan isu terkini terkait kebijakan pemerintah untuk kendaraan bermotor yang mulai diberlakukan tahun ini. Pasalnya saat ini pasar kendaraan bermotor tengah menghadapi berbagai tantangan sebagai akibat dari melemahnya daya beli masyarakat.

    Pasar otomotif Indonesia pada tahun 2024 mengalami kontraksi dengan penurunan yang cukup signifikan sebesar 14%. Total penjualan kendaraan secara wholesale yang menyusut dari 1.005.000 unit pada tahun 2023 menjadi 866 ribu unit kendaraan.

    Josua Pardede, pengamat ekonomi Josua Pardede, pengamat ekonomi, selaku pembicara di dialog otomotif ICMS 2025.

     

    “Dalam kondisi pasar yang sedang sulit seperti saat ini, dialog yang digelar ICMS kali ini diharapkan dapat bermanfaat dan menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus mengeksplor berbagai pemikiran, mengidentifikasi tantangan-tantangan serta peluang dalam industri otomotif di masa depan,” kata Ketua Umum ICMS, Munawar Chalil.

    Pada kesempatan tersebut, hadir pula sejumlah pelaku industri di antaranya Luther Panjaitan, Head of Marketing PR & Government Relation BYD Indonesia, Thomas Sigit Pamungkas Head of Sales & Planning Strategy HMID, Philardi Sobari, Public Relations Manager PT Toyota Astra Motor dan Josua Pardede sebagai pengamat ekonomi senior.

    Masing-masing panelis memberikan perspektifnya dalam menyambut aturan pemerintah khususnya insentif 3 persen untuk kendaraan hybrid. Para pelaku industri otomotif khususnya pabrikan menyambut gembira insentif yang diberikan oleh pemerintah. Diharapkan dengan adanya insentif tersebut dapat mempercepat perpindahan pengguna kendaraan mesin pembakaran internal ke kendaraan elektrifikasi.

    Baca juga: Transisi Konvensional ke Elektrifikasi Berikan Desainer Zeekr Ruang Inovasi

    Dialog otomotif Indonesia Center for Mobilty Studies (ICMS) di IIMS 2025 Ki-ka: Yuniadi Hartono (moderator), Luther Panjaitan (BYD), Thomas (Hyundai), Joshua Pardede, Philardi Sobari (PT TAM).

     

    Namun demikian, menurut pengamat ekonomi, Josua Pardede bahwa aturan yang dihadirkan pemerintah tidak hanya ditujukan untuk transisi kendaraan ICE ke elektrifikasi tetapi juga meningkatkan penjualan 1 juta unit dalam satu tahun.

    “Kami berharap sebenarnya aturan yang dihadirkan oleh pemerintah baik insentif kendaraan listrik maupun kendaraan hybrid tidak hanya mempercepat perpindahan pengguna dari mobil konvensional ke elektrifikasi. Namun lewat aturan yang ada juga bisa meningkatkan volume penjualan kendaraan bermotor yang selama ini tidak lebih dari satu juta unit per tahunnya,” kata Josua Pardede.

    Namun demikian, di tengah menurunnya pasar kendaraan bermotor, segmen kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) menunjukkan pertumbuhan fenomenal sebesar 153%, dengan angka penjualan yang meningkat dari 17 ribu unit pada 2023 menjadi 43 ribu unit pada 2024. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang memberikan insentif untuk kendaraan listrik BEV produksi lokal. Sementara itu, meskipun lebih moderat, penjualan kendaraan hybrid juga mengalami kenaikan sebesar 8 persen. (ALVANDO NOYA/EK)

    Baca juga: GIIAS 2024: Indonesia Center of Mobility Studies Sorot Tantangan dan Peluang Elektrifikasi

     

    Featured Articles

    Read All

    Artikel yang mungkin menarik untuk Anda

    Mobil Pilihan

    • Upcoming

    Updates

    Artikel lainnya

    New cars

    Artikel lainnya

    Drives

    Artikel lainnya

    Review

    Artikel lainnya

    Video

    Artikel lainnya

    Hot Topics

    Artikel lainnya

    Interview

    Artikel lainnya

    Modification

    Artikel lainnya

    Features

    Artikel lainnya

    Community

    Artikel lainnya

    Gear Up

    Artikel lainnya

    Artikel Mobil dari Oto

    • Berita
    • Artikel Feature
    • Advisory Stories
    • Road Test

    Artikel Mobil dari Zigwheels

    • Motovaganza
    • Tips
    • Review
    • Artikel Feature