Gara-Gara Kebakaran EV Xiaomi, Cina Semakin Tegas Larang Handle Pintu Tersembunyi
Mulai 1 Januari 2027, China melarang gagang pintu yang murni elektronik.
BEIJING, Carvaganza - Tahun lalu terjadi kecelakaan tragis di Cina, tepatnya pada 13 Oktober 2025. Insiden ini melibatkan mobil listrik Xiaomi SU7 yang terbakar dan menyebabkan sang pengemudi meninggal dunia. Lantaran ia tak dapat keluar akibat pintu yang beroperasi secara elektronik tak dapat dibuka.
KEY TAKEAWAYS
Apa penyebab utama pengemudi Xiaomi SU7 tidak bisa menyelamatkan diri?
Penyebab utamanya adalah kegagalan sistem kelistrikan tegangan rendah setelah tabrakan dan kebakaran. Karena pintu Xiaomi SU7 menggunakan mekanisme rilis elektronik sepenuhnya (tanpa tuas mekanis luar), pintu terkunci total saat listrik mati.pakah Xiaomi SU7 memiliki pembuka pintu darurat di dalam kabin?
Ya, tersedia pelepas mekanis darurat di dalam kabin. Namun, dalam situasi kecelakaan berat, pengemudi yang mengalami luka atau disorientasi seringkali kesulitan menemukan atau mengoperasikan tuas manual tersebut.Investigasi resmi pemerintah Cina mengonfirmasi sejumlah temuan yang sebelumnya dilaporkan media lokal. Laporan tersebut menyoroti betapa pentingnya akses mekanis dasar pada kendaraan, terutama saat terjadi kecelakaan serius yang memerlukan evakuasi cepat.
Peristiwa nahas itu terjadi dini hari di kawasan Tianfu Avenue South, Chengdu. Pengemudi yang diidentifikasi dengan nama Deng dilaporkan mengemudi dalam kondisi dipengaruhi alkohol sebelum kehilangan kendali. Mobil listrik tersebut menabrak kendaraan lain, kemudian melompati pembatas jalan tengah sebelum akhirnya terbakar. Benturan beruntun dengan kecepatan tinggi membuat eskalasi kondisi sangat cepat.
Xiaomi shares plunged nearly 9% after a fatal crash involving its SU7 electric car, Bloomberg reports
— NEXTA (@nexta_tv) October 13, 2025
According to the outlet, a 31-year-old driver in China collided with another vehicle, crossed into the opposite lane, and the car caught fire. Witnesses tried to pull the man… pic.twitter.com/yPQ70FoKXN
Hasil investigasi forensik menunjukkan bahwa kendaraan sempat melaju hingga 203 km/jam hanya tiga detik sebelum tabrakan. Setelah menabrak mobil lain, kecepatannya turun menjadi 167 km/jam. Beberapa saat kemudian, saat menghantam pembatas jalan, mobil masih melaju sekitar 138 km/jam. Energi benturan yang sangat besar memicu kerusakan serius pada kendaraan dan memicu kebakaran.
Baca Juga: Serempak di Indonesia dan Thailand, Geely Serahkan Ribuan Unit EX2 ke Konsumen
Rekaman video dari lokasi kejadian memperlihatkan sejumlah warga berusaha menyelamatkan pengemudi. Mereka mencoba memecahkan kaca sisi pengemudi dan membuka pintu kendaraan, tapi upaya tersebut tidak berhasil.
Penyelidikan menyimpulkan bahwa pintu mobil tidak dapat dibuka dari luar karena sistem listrik tegangan rendah kendaraan mati setelah kebakaran terjadi. Akibatnya, fungsi pelepas pintu yang sepenuhnya bergantung pada mekanisme elektronik menjadi tidak aktif.
Berbeda dengan beberapa mobil lain yang masih menyediakan tuas mekanis eksternal, sedan listrik tersebut tidak memiliki pengunci mekanis yang bisa diakses dari luar. Seluruh mekanisme pembukaan pintu mengandalkan tombol elektronik.
Foto: Arena EV
Di dalam kabin sebenarnya tersedia pelepas darurat mekanis. Namun dalam kondisi kecelakaan, terutama saat pengemudi mengalami luka atau disorientasi, mereka jadi sulit untuk menemukan dan mengeoperasikan mekanisme tersebut.
Kasus ini pun memperkuat perdebatan global mengenai pengaplikasian gagang pintu elektronik pada kendaraan modern. Teknologi tersebut selama beberapa tahun terakhir menjadi tren, terutama pada mobil listrik yang mengedepankan desain futuristis dan efisiensi aerodinamika.
Akibat insiden itu, akhirnya mendorong regulator di Cina mengambil langkah tegas. Pemerintah memutuskan melarang penggunaan gagang pintu elektronik sepenuhnya pada kendaraan baru. Aturan baru itu dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Januari 2027. Di mana mewajibkan kendaraan memiliki pegangan pintu eksternal dengan ukuran minimal 60 mm x 20 mm agar dapat digenggam secara manual oleh penyelamat.
Selain itu, kendaraan juga harus dilengkapi pelepas pintu mekanis di dalam kabin dengan penanda yang jelas. Tujuannya agar penumpang dapat dengan mudah menemukan cara membuka pintu dalam kondisi darurat.
(MUHAMMAD HAFID / WH)
Baca Juga: BYD Sebar Megawatt Flash Charging, 5 Menit Isi Daya Bisa Dapat 400 Km
Featured Articles
- Latest
- Popular
Artikel yang mungkin menarik untuk Anda
Mobil Pilihan
- Latest
- Upcoming
- Popular
Updates
New cars
Drives
Review
Video
Hot Topics
Interview
Modification
Features
Community
Gear Up
Artikel Mobil dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
- Advisory Stories
- Road Test
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Tips
- Review
- Artikel Feature