Bak Invasi, 9 Mobil Listrik Asal Cina Ini Serbu GIIAS 2023
TANGERANG, Carvaganza - Gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2023 ramai pemain baru. Mereka berasal dari Cina yang turut menyajikan produknya. Bahkan beberapa sudah mulai menjualnya. Paling dominan segmen elektrifikasi khususnya yang menggunakan baterai sepenuhnya. Berikut deretan mobil full listrik dari Cina yang hadir sepanjang GIIAS.
KEY TAKEAWAYS
Ada banyak merek dan mobil listrik baru dari Cina debut di GIIAS 2023
9 di antaranya menarik perhatian, bahkan beberapa sudah diluncurkan ke pasar Indonesia1. Ora 03
Ora merupakan brand baru di Tanah Air yang berada di bawah pengelolaan merek Great Wall Motor (GWM). Model yang dikenalkan dinamakan 03, ia sebelumnya sudah dipasarkan di Malaysia dan Thailand dengan nama Good Cat. Sesuai namanya, tampaknya memang menyerupai kucing. Belum ada informasi lebih lengkap terkaitnya, mengingat Ora baru sekadar mengenalkan produk. Namun, menurut data global, terdapat tiga varian. Kemungkinan unit terpajang merupakan tertinggi.
Adapun varian pertama GT dengan tema sporty. Ia dibekali baterai jenis Ternary Lithium 63,139 kWh yang menyuplai motor listrik bertenaga maksimal 168 Hp dan torsi puncak 250 Nm. Adapun jarak tempuh dari mobil listrik ini diklaim sampai 500 km sekali pengisian baterai penuh dan kecepatan puncak 152 km/jam.
Varian di bawahnya adalah 500 Ultra yang punya spesifikasi sama, hanya saja output energi dorong lebih kecil, yakni 141 hp dan torsi 210 Nm. Versi paling bawah adalah 400 Pro berbekal catu daya 47,99 kWh. Kemampuan jelajah mencapai 400 km dengan output motor listrik 141 hp dengan momen puntir 210 Nm.
2. Neta V
Layaknya Ora, Neta merupakan brand baru. Ia tampil megah dengan membangun panggung masif di GIIAS 2023 dan menampilkan portofolionya cukup lengkap. Pabrikan ini menarik lantaran fokus menggarap elektrifikasi, tak ada model konvensional ditawarkan. Salah satu model yang sudah bisa dipesan adalah SUV kompaknya, V dengan status pre-booking. Adapun banderol yang diumumkan Rp379 juta on the road. Bila dibandingkan harga di Thailand, nyatanya lebih mahal. Di sana ia dipatok Rp230 jutaan karena mendapat subsidi pemerintah.
Terkait spesifikasi performa, ia menggunakan motor listrik yang menciptakan 93,7 hp dengan torsi 150 Nm. Suplai listrik berasal dari baterai lithium-ion berkapasitas 40,7 kWh. Sekali pakai sampai habis mengizinkan pergerakan sejauh 384 km berdasarkan metode NEDC. Ia menunjang charging cepat DC selama 30 menit dari posisi 30 persen ke 80 persen. Sementara tipe AC butuh 8 jam.
3. Neta U
Model Neta selanjutnya adalah U yang bertubuh SUV. Secara desain ia sangat futuristis dengan lekukan tajam di bodi, membuatnya bak pesawat luar angkasa. Namun, model ini masih tahap perkenalan. Di mana dapur pacu terpasang ada dua pilihan. Motor listrik pertama bertenaga 161 hp dengan torsi 210 Nm yang disuplai dua opsi baterai juga. Ada 55 kWh untuk perjalanan sejauh 400 km dan 70 kWh yang mengizinkan hingga 500 km.
Tipe paling bertenaga menyemburkan 227 hp dan momen puntir 310 Nm, catu dayanya 82 kWh sehingga membuatnya memiliki daya jelajah 610 km. Kecanggihan mobil didukung teknologi ADAS 2.5+ yang menggunakan bantuan radar, sehingga perjalanan lebih aman dan mudah.
4. Neta S
Lini ini paling menarik karena menyasar segmen sedan medium. S punya tampilan eksentrik dengan pintu yang membuka ke atas (scissor) bak supercar Lamborghini. Bila melihat interiornya, terkesan mewah dan minimalis lengkap dengan gadget canggih dan masif. Bayangkan terdapat head unit berukuran 17,6 inci sebagai pusat kontrol dan hiburan yang diposisikan vertikal. Ia terhubung ke 21 speaker yang tersebar di seluruh area guna memastikan keluaran audio berkualitas tinggi. Kemudian panel instrumennya sudah digital berukuran 12,3 inci.
Performa ditawarkan dalam dua varian. Versi penggerak roda belakang pakai motor 227 hp dan memiliki torsi 310 Nm. Sedangkan penggerak seluruh roda diperkuat dua motor dengan total output 455 hp dan momen puntir 620 Nm. Baterai yang digunakan berkapasitas 95 kWh, klaimnya mampu menjalankan mobil sejauh 650 km.
5. Maxus Mifa 9
Beroperasi di bawah bendera Indomobil Group, Maxus hadir dengan produk MPV listrik Bernama Mifa 9. Ia menjadi MPV premium pertama yang menggendong jantung listrik sepenuhnya. Banderolnya cukup fantastis mencapai Rp1,425 miliar on the road Jakarta dan bisa diterima unitnya pada Februari 2024.
Bertubuh besar sesuai fungsinya, ia dibekali motor listrik berkemampuan tertinggi 245 hp dan torsi puncak 350 Nm. Untuk menggerakkan dinamo diselipkan catu daya lithium ion 90 kWh untuk perjalanan sejauh 440 hingga 520 km. Maxus Mifa 9 sudah memiliki teknologi pengecasan cepat atau DC Quick Charge (120 kWh) dari 30 persen menuju 80 persen bisa tuntas dalam waktu 30 menit saja. Sementara ketika menggunakan normal charge (11 kWh) dari posisi 5 persen ke 100 bisa butuh waktu 8,5 jam.
6. MG ZS EV
ZS bertenaga baterai sebenarnya sudah digadang lama dipasarkan di Indonesia. Akhirnya MG meluncurkannya lewat GIIAS 2023. Ia merupakan versi listrik dari model konvensional yang duluan hadir di sini. SUV pengguna MSP Architecture terbaru ini dilengkapi motor listrik penyembur 177 hp dan torsi 280 Nm. Ia dikatakan mampu bertualang sejauh 403 km menggunakan baterai berkapasitas 50,3 kWh. Spesifikasinya cukup mengesankan, kemampuan melesat dari nol ke 100 km/jam membutuhkan 8,6 detik.
Walau belum diumumkan harganya, ia nyatanya sudah bisa dipesan. Bila melihat harga di Thailand sekitar Rp554 jutaan dan belum mendapat keringanan dari pemerintah. Kemungkinan di Indonesia berada di atas itu. Tapi apakah berada di bawah MG4 EV yang duluan hadir di Tanah Air? Ini masih jadi tanda tanya besar.
7. Wuling Air EV Lite
Ia bukan model baru, tapi Wuling menambahkan varian yang dijual lebih murah. Air EV Lite setelah mendapat insentif dilego Rp188 juta. Pembeda dari versi standar dan long range adalah cat single tone yang terdiri dari: Pristine White, Avocado Green, Lemon Yellow, Peach Pink, Galaxy Blue. Kemudian interiornya tak ditemukan adanya head unit. Secara keseluruhan mirip dengan tipe Standard. Meski minim perangkat, pengguna tetap bisa menikmati hiburan dengan koneksi Bluetooth dan kabel via port USB. Untuk memantau lagu yang diputar dapat dilakukan melalui MID multifungsi.
Urusan tenaga motor listrik, mobil mungil ini punya output 40 hp yang cukup untuk melesatkan di daerah perkotaan. Baterai tertanam merupakan Lithium-Ferro Phosphate berkapasitas 17,3 kWh / 115 V dan punya daya jelajah sampai 200 km saat terisi penuh.
8. Chery Omoda 5 EV
Chery melesat cepat dengan terus melengkapi produknya. Setelah sebelumnya menyuguhkan SUV eksentrik Omoda 5 konvensional, kini versi listriknya dikenalkan. Perkiraan peluncuran dilakukan pada 2024. Kemampuannya tak kalah dengan peminum bensin, tenaga tertinggi motor listriknya mencapai 201,2 hp dengan momen puntir 400 Nm. Catatan akselerasi dari diam hingga 100 km/jam dapat ditempuh dalam waktu 3 detik.
Sementara baterainya berkapasitas 64 kWh sehingga daya tualangnya bisa sampai 700 km sekali pengisian penuh. Ia dapat diisi dayanya dalam 40 menit dari posisi nol hingga 80 persen menggunakan arus DC fast charging. Namun, pemakaian arus AC alias normal membutuhkan waktu 5 jam. Ini masih terbilang cepat dibanding beberapa model listrik lain.
9. Seres E1
Brand turunan dari DFSK, Seres memiliki model pertamanya di Tanah air dengan nama E1. Ia digadang menjadi pesaing ketat Wuling Air EV. Melalui GIIAS 2023, pabrikan mengumumkan banderolnya, di mana terdapat dua tipe. B-Type dilepas Rp189 juta sedangkan L-Type Rp219 juta on the road Jakarta.
Pembeda signifikan terletak di kapasitas baterai. Trim Standard dibekali dengan lithium 13,6 kWh dan kasta tertinggi 16,8 kWh. Masing-masing dapat membawa mobil bergerak sejauh 180 km dan 220 km. Keduanya pun menyuplai listrik ke motor bertenaga 40 hp dengan torsi maksimum 100 Nm. Jantung elektrik pakai dinamo jenis Permanent Magnet Synchronous Motor. Layaknya Air EV, ia memakai pengisian daya arus AC di mana dari posisi 10 persen sampai 90 persen rampung dalam 4 – 4,5 jam.
Bagaimana menurut Anda dengan deretan mobil listrik terbaru dari pabrikan China? Sebagai pemain baru, mereka menawarkan spesifikasi yang terbilang mumpuni dan cocok dengan kebutuhan konsumen di Tanah Air. Tak hanya itu, mereka terus berkomitmen untuk berinvestasi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan hingga Pembangunan pabrik untuk memproduksi unit secara lokal.
(MUHAMMAD HAFID / WH)
Baca Juga: GIIAS 2023: Fokus Elektrifikasi, Volvo Tegaskan Komitmen ke Pasar Indonesia
Featured Articles
- Latest
- Popular
Artikel yang mungkin menarik untuk Anda
Mobil Pilihan
- Latest
- Upcoming
- Popular
Updates
New cars
Drives
Review
Video
Hot Topics
Interview
Modification
Features
Community
Gear Up
Artikel Mobil dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
- Advisory Stories
- Road Test
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Tips
- Review
- Artikel Feature








